INFRASTRUKTUR SUMATERA

Jembatan Kelok Belah Hutan Lindung

0
37
Jembatan layang (Sumber foto: http://tender-indonesia.com/)

Kampoang awak menyedot Rp117,8 triliun untuk membiayai lebih 10 proyek. Jalan tol menuju Bandara Kualanamu pun segera dibangun. Proyek-proyek infrastruktur menambah nilai ekonomi di dua provinsi itu. Untuk membiayai infrastruktur dianggarkan Rp188,7 triliun tahun 2014.

Jembatan layang (Sumber foto: http://tender-indonesia.com/)
Jembatan layang (Sumber foto: http://tender-indonesia.com/)

Awal November 2013, masyarakat di Sumatera Barat dapat menikmati panorama indah—meliputi lembah dan hutan—dari atas jembatan layang yang terbuat dari beton hasil karya anak-anak Indonesia. Proyek infrastruktur di Sumatera Barat itu diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Proyek-proyek infrastruktur yang pembangunannya telah selesai di Sumatera Barat meliputi, Istana Bung Hatta di Bukittinggi,  jembatan layang Kelok Sembilan di lima Puluh Kota,  dan Istano Basa Pagaruyung. Penyelesaian proyek-proyek infrastruktur itu merupakan bagian dari pelaksanaan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di wilayah Barat Indonesia.

Advertisement

Pembangunan proyek infrastruktur yang jika diselesaikan dengan baik tepat waktu tentu saja berdampak terhadap pertumbuhan dan peningkatan perekonomian dan kesejahteraan rakyat disekitar proyek.

Di Sumatera Barat, minimal 10 proyek yang diselesaikan masing-masing berupa  tujuh proyek sektor riil dan tiga proyek infrastruktur dengan total investasi Rp113 triliun.   Sementara itu, pembangunan proyek-proyek dimulai yakni lima proyek sektor riil dan tiga proyek infrastruktur dengan dana investasi Rp4,8 triliun.

Jembatan Kelok Sembilan dan jalan tol Medan-Kualanamu

Pembangunan jembatan Kelok Sembilan juga siap digunakan. Ruas jalan berkelok dapat dicapai sekitar 30 km sebelah timur dari Kota Payakumbuh menuju Provinsi Riau. Jalan ini membentang sepanjang 300 meter di Jorong Aie Putiah, Nagari Sarilamak,Kecamatan HarauKabupaten Lima Puluh Kota. Jalan ini memiliki tikungan yang tajam dan lebar sekitar 5 meter, berbatasan dengan jurang, dan diapit oleh dua perbukitan di antara dua cagar alam bernama Cagar Alam Air Putih dan Cagar Alam Harau.

131029-02b

Di sekitar Jalan Kelok sembilan inilah terbentang jembatan layang sepanjang 2,5 km yang meliuk-liuk menyusuri dua dinding bukit terjal dengan tinggi tiang-tiang beton bervariasi mencapai 58 meter.

Fungsi jembatan Kelok Sembilan yang membelah hutan di lembah sangat strategis guna mendukung pertubuhan ekonomi sesuai dengan program Indoensia-Malaysia-Singapure Growth Trianggle (IMS-GT). Pertumbuhan lalu lintas Bukittinggi-Pekanbaru mencapai 6 persen per tahun dengan rata-rata 7.900 kendaraan per hari.

Pembangunan jembatan Kelok Sembilan dimulai sejak tahun 2003 hingga 2013 (selama 10 tahun) dengan anggaran Rp60 miliar per tahun, sedangkan biaya pembangunan jembatan mencapai Rp602,55 miliar.

Letak jembatan Kelok Sembilan itu tampak indah yang kelokan-kelokannya (arsitektur) disesuaikan dengan letak hutan lindung dan hutan observasi. Meski mengorbankan sebagian areal hutan lindung dan hutan observasi, bentangan dan kelolakan jembatan itu tentu saja menenarik bagi para pelancong.  Jembatan dibangun berdasarkan konsep konstruksi hijau dan menggunakan produk lokal. Penerapan konsep hijau itu disesuaikan dengan kawasan suaka alam di wilayah lembah dan pengunungan Bukit Barisan.

Baca juga :   Ayo Batam, Bisa Lebih Hebat dari Singapura

Jembatan Kelok Sembilan terdiri dari enam jembatan yang panjangnya mencapai 943 meter yang dihubungkan dengan jalan (feeder) sepanjang 2.089 m. Pembangunan ke-6 jembatan itu diselesaikan dalam dua tahap: 4 jembatan selesai dibangun (2003-2011) dan 2 jembatan dibangun pada tahap ke-2(2012-2013).

Jembatan Kelok Sembilan itu dapat diakses oleh masyarakat yang berencana menuju jalur lintas tengah dengan lintas timur pulau Sumatera. Keberadaan jembatan layang Kelok Sembilan bukan hanya membanggakan bagi urang awak di  Sumatra Barat, namun letaknya di antara  dua kawasan hutan menambah nilai pemandangan yang menajubkan bagi orang luar yang mengunjungi Sumatera Barat.

Jembatan Kelok Sembilan itu juga merupakan feeder mulai dari Sibolga-Tebing Tinggi (provinsi Sumatera Utara) dan Padang-Bukit Tinggi (provinsi Sumatera Barat) hingga provinsi Riau kemudian provinsi Bengkulu menuju kota Palembang ibukota provinsi Sumatera Selatan.   Sesuai dengan rencana Kementerian Pekerjaan Umum, keberadaan jembatan Kelok Sembilan

Sementara itu, kemacetan menuju Bandara Internasional Kualanamu bakal tertasi setidaknya tahun 2014. Pemenang tender proyek pembangunan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi diumumkan pada April atau Mei 2014.  Proses pembangunan konstruksi tol membutuhkan waktu sekitar satu setengah tahun jika proses tanah pembebasan tanah berjalan lancar.

Proses prakualifikasi lelang pengerjaan jalan tol tersebut telah dilakukan pada akhir tahun 2012. Telah dibentuk empat perusahaan konsorsium yang dinyatakan lulus.  Konsorsium tersebut adalah SP Road-PT Prabu Persada,  PT Jasa Marga-PT Waskita Karya-PT Hutama Karya,  PT Bangun Cipta Sarana,  dan PT Nusantara Infrastructure-Egys.

Suasana di Bandara Kualanamu (Sumber foto: http://media.viva.co.id/)
Suasana di Bandara Kualanamu (Sumber foto: http://media.viva.co.id/)

Untuk penghadaan lahan proyek jalan tol,  pemerintah menargetkan dapat membebaskan tanah seluas 353,28 hektare (ha) atau 80% dari total kebutuhan lahan untuk jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi pada tahun 2013.  Biaya pengadaan tanah untuk tol itu—seluas 441,61 ha—mencapai Rp506,71 miliar.

Lahan yang dibutuhkan untuk seksi tol Medan-Kualanamu mencapai 197,94 ha dengan biaya Rp329,48 miliar, sedangkan pembebasan lahan seluas 243,67 ha seksi tol Kualanamu-Tebing Tinggi dengan dana Rp177,23 miliar.  Lahan yang telah dibebaskan terealisasi 75 persen hingga akhir Oktober 2013. Sebagaian lahan milik PT Perkebunan Nusantara sehingga pemebasan  lahan mudah dilakukan karena prosesya antarinstansi pemerintah. Proses tender pun ditentukan pararel dengan kemajuan pembebasan lahan. (Sebagian bahan diolah dari tender-indonesia.co, KOMPAS, wikipedia, dan lain-lain).

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda