Japfa Bangun Pabrik Rp100 miliar di Palu & Terbitkan Obligasi Rp1,5 triliun

0
20

PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) 2012 berencana membangun pabrik di Palu,  Sulawesi Tenggara dengan nilai investasi sekitar Rp 100 miliar.

“Kami akan mulai bangun di tahun depan dan diperkirakan 2013 baru selesai pembangunannya.   Investasi pabrik di Palu itu sekitar Rp 100 miliar dengan kapasitas produksi pakan ternak delapan ribu ton per bulan,” kata Senior Vice President Deputy Head of Corporate Finance JPFA,  Putut Djagiri.

Advertisement

Ia menambahkan,  pembukaan pabrik di Palu merupakan strategi perusahaan untuk memasarkan produk di Indonesia wilayah timur.

Selama ini,  kata dia,  keperluan pakan ternak di Palu maupun Indonesia timur lainnya masih mengandalkan produksi dari pabrik di Makassar,  Sulawesi Selatan.

Untuk jangka panjang,  lanjut dia,  perseroan juga berencana membangun pabrik di Manado,  Sulawesi Utara atau Samarinda,  Kalimantan Timur.   “Itu kami rencanakan setelah pembangunan pabrik di Palu rampung,” katanya.

Ia menambahkan,  pada 2012 perseroan juga telah merampungkan penambahan “line” untuk pabrik yang ada di Medan dan Padang dengan kapasitas masing-masing sebesar delapan ribu ton per bulan.

Selain itu,  kata dia,  perseroan juga merelokasi pabrik pakan ikan di Surabaya ke Gresik,  Jawa Timur.   Sedangkan pabrik yang di Surabaya dijadikan pabrik pakan unggas.

“Untuk relokasi pemindahan mesin-mesin dan instalasi pabrik pakan ikan dari Surabaya ke gresik menghabiskan dana sekitar Rp50-60 miliar,  sementara untuk merubah pabrik yang di Surabaya dari pakan ikan ke pakan unggas membutuhkan dana sekitar Rp30 miliar,” katanya.

Putut menambahkan,  pada 2012 perusahaan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp900 miliar.

“Dana belanja modal itu sebesar Rp750 miliar berasal dari Obligasi berkelanjutan tahap I-2012,” katanya.

Sementara itu, JPFA akan menerbitkan obligasi berkelanjutan dengan total nilai Rp1,5 triliun dengan jangka waktu lima tahun dan pembayaran kupon per tiga bulan.

Dalam tahap pertama, emisi surat utang yang diterbitkan dalam satu seri adalah senilai Rp1 triliun. Indikasi bunga obligasi ditetapkan sebesar 9,5% hingga 10,25% per tahun, kata Direktur Japfa, Herry Wibowo, di Jakarta, Rabu.

Baca juga :   Grup Kalla Ajak Perbankan Biayai Proyek Monorel

Ia menjelaskan, dana hasil obligasi tahap pertama itu rencananya sekitar 50 persen akan digunakan untuk belanja modal.

Sebesar 33,33, lanjut dia, akan digunakan untuk membayar sisa perlunasan obligasi I tahun 2007, sedangkan sisanya 16,66 akan digunakan untuk membiayai modal kerja.

“Kami optimistis obligasi berkelanjutan Japfa yang pertama itu akan dapat diserap dengan baik oleh pasar. Hal itu, mengingat perusahaan memiliki `track record` yang baik serta memiliki jajaran manajemen yang berpengalaman di bidang usaha utama Japfa,” ujar dia.

Senior Vice President Deputy Head of Corporate Finance Japfa Putut Djagiri menambahkan, perusahaan akan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp900 miliar pada 2012.

“Dana belanja modal itu sebesar Rp750 miliar dananya berasal dari Obligasi berkelanjutan tahap I-2012. Sementara sisanya dari kas internal,” ujar dia.

Ia mengatakan, belanja modal tersebut akan digunakan untuk sektor perunggasan dan digunakan untuk membangun pabrik di Medan, Padang, dan Surabaya.

Director Head of Investment Banking PT Bahana Securities, Andi Sidharta selaku penjamin emisi obligasi Japfa menambahkan, obligasi Japfa memperoleh peringkat A+ (single A plus) dari Fitch Ratings Indonesia dan peringkat A dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

“Pembayaran kupon bunga akan dilakukan setiap tiga bulan sekali,” ujar dia.

Periode penawaran awal (bookbuilding) akan dilaksanakan pada 7-22 Desember, Pernyataan Efektif dari Bapepam-LK diperkirakan didapat pada 29 Desember.

Sementara penawaran umum obligasi pada 2 hingga 6 Januari 2011, sementara pencatatan obligasi di Bursa Efek Indonesia akan dilakukan pada 13 Januari 2012. (Sumber: tender-indonesia.com & Antara)

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda