TAMBANG URANIUM

Jangan Sampai Pihak Asing Kuasai Kekayaan Kita

0
66

Perusahaan dari Amerika Serikat, Rusia, Prancis, dan Cina mengincar uranium yang demikian potensial di Indonesia. Di bukit desa Takandeang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, misalnya terdapat potensi mineral  radio aktif  antara 2.000 dan 3.000 nsw per jam. Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Papua memiliki kandungan uranium yang jumlahnya cukup menggantikan bahan minyak dan gas yang kian menipis.

130523-04a

Gambar di atas bukanlah satelit atau benda dari antariksa, melainkan gambar batu yang mengandung uranium—hasil tambang di Kabupaten Mamuju,  Sulawesi Barat. Besarnya kandungan uranium di Indonesia menjadi bahan incaran beberapa negara seperti Amerika Serikat Prancis, Rusia, dan China.  Pakar ekonomi Universitas Hasanuddin di  Makassar,  Sulawesi Selatan,  Syarkawi Rauf pernah mengatakan,  kandungan uranium di Mamuju itu mempunyai potensi terbaik di Indonesia.

Advertisement

Oleh karena itu, Rauf meminta agar  pemerintah mengelola tambang uranium itu  dengan baik untuk  mencapai kemakmuran rakyat, dan jangan sampai hanya menguntungkan pihak asing.   Uranium bukan hanya untuk menghasilkan tenaga nuklir—misalnya guna kepentingan pertahanan. Bahan uranium dapat dimanfaatkan untuk menambah sumber ekonomi seperti Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang mendukung pasokan sumber tenaga  listrik.

Kandungan uranium di Indonesia  menarik bagi pihak asing seperti Amerika Serikat,  Rusia,  Prancis, Cina,  dan negara-negara besar lainnya.  PT Freeport Indonesia diberitakan menggali, memproduksi dan mengeskpor bahan uranium secara diam-diam  tanpa melaporkannya kepada pemerintah (ANTARA, 17 Juli 2011). Freeport Indonesia—anak usaha Freeport McMoran—adlah perusahaan tambang yang beroperasi di Papua sejak tahun 1964, dan hanya diizinkan menambang emas, tembaga, dan tidak diizinkan menambang uranium.

Oleh sebab itu,  pemerintah harus hati-hati memberikan izin tambang. Untuk  mengolah uranium dari kandungan bumi Nusantara, pemerintah jangan sampai gegabah ketika merencanakan untuk  menggali dan mengelola  sumber energi tersebut, dan biasanya diserahkan kepada investor.

130523-04b

Salah satu cara untuk mewujudkan kepentingan ekonomi nasional—sekaligus menyediakan kebutuhan ketersediaan pasokan listrik—pemerintah dapat membangun reaktor nuklir yang berfungsi sebagai pembangkit listrik di Sulawesi Barat.   Kalau Indonesia bisa memanfaatkan uranium sebagai sumber energi listrik,  Sulawesi Barat akan bertambah  maju dan tidak akan pernah kekurangan listrik.  Pertanyaannya, apakah Indonesia mempunyai teknologi untuk memanfaatkan uranium yang melimpah ruah itu?

Radio aktif tertinggi di Indonesia

Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) telah melakukan penelitian atas kandungan uranium di Kabupaten Mamuju seperti di desa Takandeang, Kecamatan Tapalang, juga di desa Belang Belang, Kecamatan Kalukku, sekitar 30 kilometer dari kota Mamuju dan di Kecamatan Tobadak sekitar 100 kilometer dari kota Mamuju. Berdasarkan hasil penelitian tambang di Mamuju, potensi uranium yang ditemukan dianggap tidak berbahaya. Sifat uranium itu hanya sebagai bahan baku untuk membangkitkan tenaga nuklir.

Sehingga ia meminta Bepeten segera meneliti titik potensi kandungan uranium di Kecamatan Kalukku dan Kecamatan Tobadak itu.

Deputi Bidang Pengkajian Keselamatan Nuklir Bapeten Dr Khoirul Huda mengatakan, Bepeten sementara sedang melakukan penelitian potensi uranium di Mamuju yang diperkirakan memiliki kandungan uranium sangat tinggi sehingga dilakukan penelitian lebih mendalam.

“Hasil penelitian yang telah kami lakukan menyimpulkan Mamuju adalah daerah tertinggi radio aktifnya di Indonesia. Ini menunjukan ada potensi uranium di daerah Mamuju,” ujarnya.

Ia mengatakan, potensi paling tinggi di Mamuju ditemukan di wilayah bukit Desa Takandeang, Kecamatan Tapalang, sekitar 40 kilometer dari Kota Mamuju, tinggi radioaktivitas di desa tersebut berkisar antara 2.000-3.000 nsw per jam.

Baca juga :   Teknologi Memasang Turbin Angin di Dasar Laut

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak perlu khawatir dengan kondisi tersebut, karena ada beberapa pendekatan yang akan dilakukan dengan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah sebagai solusi yang harus ditindaklanjuti. Pemerintah daerah harus membuat perencanaan infrastruktur yang memungkinkan agar bisa menghindari radioaktif yang tinggi. Umumnya jika radioaktif tinggi maka berpotensi adanya kandungan uranium. Ini juga menandakan pasti ada sesuatu kandungan yang berharga di dalamnya,” katanya.

Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) Gusti Muhammad Hatta,MS dan Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional Prof.Dr.Djarot S Wisnubroto yang mengunjungi Sintang Kalimantan Barat, pada awal Mei 2013 guna meninjau potensi uranium di Kabupaten Melawi Kalimantan Barat.

Kami mengajak kepala BATAN untuk melihat langsung potensi uranium di Kabupaten Melawi,” kata Menristek. Uranium  merupakan bahan penting untuk membangun PLTN, dan pihaknya melihat langsung perkembangan uranium di Melawi, di Belitung sudah lama sedangkan di Melawi itu masih dalam bentuk Eksplorasi saja.

Potensi uranium di Kabupaten Melawi terbesar di Indonesia dan sudah dilakukan ekplorasi sejak tahun 1974.Rencana pendirian PLTN di Kalimantan Barat sebagai daerah yang aman dari gempa dan tsunami, pemerintah tengah mencari lokasi  PLTN di daerah yang potensi tsunami dan gempanya rendah.

Prancis menggelapkan data uranium?

Sementara itu, Prancis memiliki banyak data tentang kandungan uranium Kalimangan Barat. Pihak Amerika Serikat pun mengincar potensi tambang uranium di daerah ini. Menurut mantan Chief Le Sondage (Kepala Bidang Pengeboran) eksplorasi uranium Nanga Pinoh/Nanga Ella & Nanga Kalan di Commessariats L’Energi Le Anatomique (Badan Tenaga Atom Prancis), Sunarjo M BSc, Prancis waktu itu menggandeng BATAN saat melakukan penelitian.

(Sumber foto: http://ziabazlinah.blogspot.com/2012/10/uranium-kalbar)
(Sumber foto: http://ziabazlinah.blogspot.com/2012/10/uranium-kalbar)

Menurut Sunarjo, eksplorasi dimulai pada dekade tahun 60-an. Kegiatannya merambah hingga Kapuas Hulu, Landak dan Sanggau. Sekitar tahun 1970-an eksplorasi memasuki wilayah Nangga Pinoh. Hingga sekarang, eksplorasi uranium di Kalimantan Barat belum melangkah ke tahap lanjutan.

Membuka tambang uranium tak bisa sembarangan. Bukan seperti tambang biasa. Debu kandungan uranium itu saja tak boleh bertiup ke luar areal pertambangan. Dampak lingkungannya luar biasa. Indonesia bisa kecolongan data mengenai potensi uranium Kalimangan Barat yang mungkin pada waktu itu banyak digelapkan oleh pihak Prancis.

Uranium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang U dan nomor atom 92. Sebuah logam berat, beracun, berwarna putih keperakan dan radioaktif alami, uranium termasuk ke actinide series (seri aktinida). Isotopnya digunakan sebagai bahan bakar reaktor nuklir dan senjata nuklir. Uranium biasanya terdapat dalam jumlah kecil di bebatuan, tanah, air, tumbuhan, dan hewan (termasuk manusia).

Beberapa daerah yang memiliki potensi uranium adalah Sumatera, Jawa, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua—Freeport pernah menemukan bahan uranium di daerah tambang emas.  (Sumber: Diolah dari tender-indonesia.com, Antara, KOMPAS, dan lain-lain)

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda