BRISat

Ini Manfaat Desa Digitalisasikan BRI

0
4
Rekayasa satelit BRI mengangkasa. (Sumber foto: https://cdn.sindonews.net/)

BRI menggelontorkan Rp3,4 triliun untuk membiayai satelit peningkatan kinerja 10.600 kantor cabang dengan 240.000 electronic channel outlets.

Rekayasa satelit BRI mengangkasa. (Sumber foto: https://cdn.sindonews.net/)
Rekayasa satelit BRI mengangkasa. (Sumber foto: https://cdn.sindonews.net/)

Satu-satunya bank di dunia yang memiliki dan mengoperasikan satelit adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Ketika naskah ini diolah, peluncuran satelit yang direncanakan mengorbit pada 9 Juni 2016, ditunda karena alasan teknis dan keadaan cuaca (angin).  

Satelit milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu dinamai BRIsat yang dibiayai dengan dana Rp3,4 triliun. Direncanakan, BRIsat diluncur ke orbit dengan menggunakan roket Ariane 5 milik perusahaan Arianespace (Prancis).  

Advertisement

Sebagai persiapan, BRI telah menyediakan sebuah ground station (stasiun pengendali) yang berlokasi di wilayah Ragunan, Jakarta Selatan. Yang membanggakan, pengoperasian satelit dilakukan oleh 53 orang—putra-putri (pilihan) Indonesia dan juga mengelola 45 transponder yuang melekat pada BRIsat.

BRI tidak hanya membeli satelit. Dalam proses desain satelit, manajemen BRI  memaksimumkan filing satelit Indonesia pada International Telecommunication Union (ITU)—salah satu filing satelit ditingkatkan statusnya dari Coordinated menjadi Notified. Hal itu dilakukan agar BRIsat mampu sebagai solusi dalam menjaga kesinambungan filing orbit satelit 150.5 BT seperti direncanakan oleh BRI.

Kepada Pers Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Asmawi Syam menjelaskan peluncuran satelit BRIsat direncanakan pada 16 Juni 2016 waktu Kourou, Guyana Perancis, atau 17 Juni dini hari waktu Indonesia namun tertunda lagi karena masalah cuaca (angin).

Menambah 10 juta nasabah

Dengan satelit itu, BRI itu dapat meningkatkan layanan yang jangkauannya lebih luas di seluruh wilayah Indonesia meliputi pedesaan dengan pelayanan yang lebih baik, cepat, dan akurat sama seperti kualitas pelayanan di Jakarta. Dengan BRIsat itu maka digitalisasi dimungkinkan lebih akurat dan cepat hingga daerah terpencil seperti pegunungan, daerah sungai, dan daerah terluar (perbatasan) dapat terjangkau.

Oleh karena BRI merupakan bank yang memiliki agen Laku Pandai terbanyak di Indonesia, maka BRI menargetkan jumlah agen Laku Pandai akan meningkat dari 59.000 menjadi 75.000 di seluruh Indonesia. Dengan demikian layanan Laku Pandai lebih optimal. BRI juga ingin mengoptimalkan layanan digital Teras BRI yang selama ini menggunakan kapal untuk menjangkau nasabah hang berdiam di pulau-pulau kecil dan daerah terluar.

Dengan teknologi yang dikandung BRIsat maka manajemen BRI dapat mengoptimalkan digitalisasi perbankan hingga pasar-pasar tradisional—melalui Teras Pasar. Pimpinan BRI pun dapat melakukan video conference dengan seluruh kepala unit dan kepala cabang di seluruh Indonesia yang tentu saja lebih efisien.

Sebelumnya, BRI mempunyai 60 juta nasabah. Dengan BRIsat pihak BRI berencana menambah nasabah baru minimal 10 juta. Penggunaan BRIsat manajemen bakal  mengembangkan bisnis digital banking dan menyuseskan program laku pandai atau branchless banking.

Sebelum mengoperasikan BRIsat, manajemen BRI menyewa satelit dengan biaya Rp500 miliar per tahun. Selain menghemat sewa satelit, dengan BRIsat dapat dilakukan otomasi di kantor internal BRI yang berarti pengurangan penggunaan banyak kertas. BRI pun merencanakan penggunaan BRI Zone—akses  wifi di ruang publik sebagai wujud tanggung jawab sosial.

Diperkirakan, satelit menuju orbit berlangsung selama 10 hari. Setelah itu, BRIsat melewati sejumlah uji coba (in-orbit test) selama 60 hari. Semoga  seluruh fungsi pada BRIsat berproses dengan baik agar BRIsat siap dimanfaatkan. Selamat BRI. (Bahan diolah dari berbagai sumber seperti KOMPAS.com, Bisnis.com, dan sebagainya)

Baca juga :   Pertarungan PC dan TV
Advertisement

Tulis Opini Anda