Industri Ditarget Tumbuh 10 Persen

0
9

Kementerian Perindustrian menargetkan pertumbuhan industri sektor permesinan bisa meningkat di atas 10 persen pada tiga tahun ke depan. Saat ini, pertumbuhan sektor tersebut masih sangat kecil atau di bawah 10 persen per tahun. Untuk itu, melalui insentif tax holiday pemerintah akan menggenjot pertumbuhan industri permesinan nasional.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan porsi impor dikuasai barang modal dan bahan baku penolong. Menurut dia, kondisi tersebut sebagai kelemahan sektor perekonomian sekarang dimana kebanyakan pemenuhan barang modal melalui impor. Untuk itu, pihaknya akan memacu masuknya investasi di sektor barang modal terutama permesinan.

“Sekarang, dengan adanya insentif fiskal berupa tax holiday mendorong supaya investasi bisa masuk,” katanya pekan lalu. Apalagi, selama ini pertumbuhan industri permesinan relatif masih rendah dibandingkan sektor lain. Disebutkan, pertumbuhan industri permesinan masih di bawah 10 persen. Untuk itu, pihaknya optimistis bisa mendorong pertumbuhan sektor tersebut.

Advertisement

Ditargetkan tiga tahun ke depan atau tahun 2014 investasi di sektor barang modal mesin akan meningkat. Sedangkan pemberian insentif untuk para pemodal berupa pembebasan pajak penghasilan (PPh) badan tersebut berlangsung untuk periode 5-10 tahun. “Dengan adanya fasilitas tersebut mereka tidak perlu bayar PPh sampai lima tahun ke depan,” ucap dia.

Dikatakan, saat ini sudah ada investor yang mendapatkan fasilitas tax holiday. “Sampai sekarang sudah lebih dari enam perusahaan mendapatkan tax holiday. Di antaranya, industri baja dan petrokimia. Ada industri baja dari Tiongkok yang dapat tax holiday. Memang, kalau (yang membangun) di pulau Jawa tidak dapat. Kalau tidak dapat tax holiday, bisa dapat keringanan dari PP 62,” kata dia.

Baca juga :   Pesanan Mengalir dari Dalam dan Luar Negeri

Pusat Data dan Informasi Kementerian Perindustrian mencatat periode Januari-April 2011 impor barang modal sebesar USD 9,21 miliar dengan persentase 17,17 persen. Rincian dari pembentuk impor barang tersebut antara lain barang modal kecuali alat angkutan senilai USD 6,94 miliar, alat angkutan industri USD 1,94 miliar dan mobil penumpang USD 341,2 juta. Sedangkan secara spesifik impor mesin lain untuk industri tertentu sudah menembus USD 0,53 miliar.

Sementara itu, Staf Khusus Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal Silmy Karim menilai investasi di sektor industri permesinan masih perlu ditingkatkan. Dikatakan, sejauh ini minat investor terhadap sektor tersebut masih terbilang minim. “Seiring, keluarnya peraturan yang mengatur tentang tax holiday kami yakin dapat membawa angin segar bagi investasi masuk ke Indonesia,” katanya.

Sumber: http://www.jpnn.com/

Advertisement

Tulis Opini Anda