Indonesia Kuasai ASEAN, China Intip Pasar Kita

0
29
(Kiri-kanan) Handian Pramudita (Direktur PT WIKA KARYA BETON), Dr.Ir.Dradjat Hoedajanto, M.Eng.,IP-U. (Ketua Umum Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia), Hediyanto W. Husaini (Kepala Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian PU), Hediyanto W. Husaini (Kepala Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian PU), Ir. Widodo Santoso, MBA (Ketua Asosiasi Semen Indonesia), dan Christopher Eve (Senior Vice President UBM Asia Ltd.), penyelenggara Concrete Show South East Asia 2013 di Kemayoran pada 24-26 Oktober 2013 (Foto: Rayendra L. Toruan)

Konsumsi semen di Indonesia 218 kg per kapita, bandingkan dengan 2 negara kecil, Singapura dan Brunei  masing-masing 6.284 kg dan 1.213 kg per kapita tahun 2012. Semen buatan kita diprediksi menguasai pasar ASEAN dengan kapasitas produksi  67 juta ton tahun 2013.

(Kiri-kanan) Handian Pramudita (Direktur PT WIKA KARYA BETON), Dr.Ir.Dradjat Hoedajanto, M.Eng.,IP-U. (Ketua Umum Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia), Hediyanto W. Husaini (Kepala Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian PU), Hediyanto W. Husaini (Kepala Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian PU), Ir. Widodo Santoso, MBA (Ketua Asosiasi Semen Indonesia), dan Christopher Eve (Senior Vice President UBM Asia Ltd.), penyelenggara Concrete Show South East Asia 2013 di Kemayoran pada 24-26 Oktober 2013 (Foto: Rayendra L. Toruan)
(Kiri-kanan) Handian Pramudita (Direktur PT WIKA KARYA BETON), Dr.Ir.Dradjat Hoedajanto, M.Eng.,IP-U. (Ketua Umum Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia), Hediyanto W. Husaini (Kepala Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian PU), Hediyanto W. Husaini (Kepala Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian PU), Ir. Widodo Santoso, MBA (Ketua Asosiasi Semen Indonesia), dan Christopher Eve (Senior Vice President UBM Asia Ltd.), penyelenggara Concrete Show South East Asia 2013 di Kemayoran pada 24-26 Oktober 2013 (Foto: Rayendra L. Toruan)

Apakah Anda termasuk orang yang tak tertarik membicarakan semen? Semen bukan hanya urusan buruh atau mandur bangunan. Ketika mengaduk-aduk adonan semen-pasir yang dicampur dengan air, para kuli bangunan itu bisa saja sedang membangun rumah Anda atau membangun gedung sekolah, jembatan tol di atas laut di Bali, irigasi, lapangan terbang atau bangunan apa saja yang membutuhkan bahan semen—benda yang tampak seperti tepung berwarna keabu-abuan dan putih (semen putih) itu.

Akan tetapi, sangat jarang orang—apalagi para eksekutif dan para manajer bisnis bahkan pejabat eselon lapis atas—bercerita tentang semen. Padahal, demikian Senior Vice President UBM Asia Ltd. penyelenggara Concrete Show South East Asia 2013, Christopher Eve, semen itu termasuk kebutuhan nomor dua manusia—di bawah posisi air. Bisa saja argumen Christopher benar. Maklum, dia sedang punya hajatan di Kemayoran. Semen itu tidak lepas kehidupan manusia, imbuhnya. Hampir setiap bangunan berbahan baku utama dari semen.

Advertisement

Mengamati pesatnya pembangunan infrastruktur dan industri properti—termasuk kawasan industri di Indonesia—grup UBM  melihat potensi bisnis dari sektor industri semen demikian besar di Indonesia. Dengan mudahnya, pihak UBM meyakinkan para stake holders di Indonesia  yang  langsung menyetujui  pameran dan konferensi tentang semen yang dipusatkan di Jakarta “ibukota”  Asia Tenggara atau ASEAN.

Tampaknya para pihak terkait merasa bangga dengan sebutan, Indonesia untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah penyelenggaraan pameran dan konferensi konstruksi, meski miliaran dolar  justru mengalir ke kas grup UBM organizer yang bermarkas di London, Inggris. Organizer lokal hanya sebatas pemandu jalan bagi UBM.

Pameran yang berlangsung 3 hari di Jakarta International Expo Kamayoran itu diikuti oleh 100 peserta yang berasal dari  15 negara. Hampir semua pelaku industri semen di Indonesia ikut menyemarakkan peserta pameran yang juga berasal dari Jerman, Inggris, Italia, Afrika Selatan, Kanada, Amerika Serikat, Malaysia, Singapura, Jepang, China, dan lainnya.

“Pameran semen ini bakal acara rutin di Indonesia, sekali setahun,” ujar Christopher dengan nada gembira. Maklum, pihaknya tak kesulitan meyakinkan peserta dari Indonesia yang 50 persen menempati area pameran. Selain pelaku industri semen, industri pendukung seperti kemasan, alat produksi, dan teknologi juga ambil bagian pada pameran yang dibuka oleh Menko Ekonomi Hatta Rajasa.

Perusahaan peserta pameran antara lain, WIKA BETON, Adhimix, Toyota Kohki, Penetron, BASF, dan  Spancrete. Juga perusahaan Fosroc Indonesia, Kaoreda Producs, KTI Plersch, Ratec GbmbH, Poyatos, DENKA, Unit Test Scientific, Macalloy, PT Pato Chemi Murni Aditama, Schnell, PT NEW MODULE INT., MASA GmbHm EVG, dan sebagainya.

Berbarengan dengan pameran, dilaksanakan juga konferensi dengan menghadirkan pembicara-pembicara kompeten dari Kementerian Pekerjaan Umum, Asosiasi Semen Indonesia, dan Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia. Melalui konferensi itu dibahas perkembangan industri semen di Indonesia, sistem infrastruktur dan cara membuat semen yang berkualitas agar bangunan dan infrastruktur tidak mudah retak atau patah ketika terjadi gempa bumi.

Topik-topik yang dibahas pada hari pertama seperti:   Concrete Supply Chain in Indonesia: Current and Outlook, The Global Outlook for the Concrete and Cement IndustryIndonesian Concrete and Cement Industry Outlook, Concrete: From Grey to Green, Low Impact on Engineering Structures, Sustainnability Aspects in Durability, dan Sustainable Environmental Design by Using Sustainable Concrete & Cement.

Sedangkan hari ke-2 dibahas tentang  Portecting against Earthquakes: Implementation prevention the new building and  retrofit the old building, Earthquakes Proofing for Building, dan Managing Cost vs Sustainnability-Planning Forward.

Kejelian berbisnis

Kenapa UBM menetapkan Indonesia sebagai tuan rumah di Asia Tenggara? Christopher punya alasan kuat berdasarkan fakta. Indonesia merupakan negara yang paling berkembang di Asia Tenggara dengan pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen per tahun.

Ketua Asosiasi Semen Indonesia Ir. Widodo Santoso menggaris bawahi pendapatnya itu. Tahun 2015, diestimasikan bahwa Indonesia menjadi negara terkaya peringkat ke-12 di dunia dengan pendapatan per kapita mencapai US$13.000 – US$16.000 dan produk domestik bruto (PDB) US$4 triliun hingga US$5 triliun.

Guna mempercepat dan memperluas pembangunan ekonomi 2011-2025, Indonesia menetapkan  Master Plan for the Accelertion and Expansion of Indonesia’s Economic Development atau Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).  Indonesia mengalokasikan dana sebesar US$180 juta untuk membiayai  infrastruktur.

Sesuai dengan data dari Bappenas, hingga tahun 2013, total investasi infrastruktur (APBN, APBD, BUMN/BUMD, dan swasta) diperkirakan hampir menyentuh angka 5 persen dari PDB.  Contohya tahun 2012, total investasi untuk infrastruktur Rp385,2 triliun (4,51 persen PDB) dan pada tahun 2013 direncanakan sebesar Rp438,1 triliun (4,72%). Angka ini mengindikasikan bahwa pembangunan infrastruktur di Indonesia terus mengalami peningkatan yang tentu saja berdampak terhadap pertumbuhan industri semen.

Kepala Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum, Hediyanto W. Husaini menjelaskan bahwa anggaran infrastruktur mencapai Rp240 triliun. Sementara itu, Ketua Asosiasif Semen Indonesia, Widodo Santoso mengatakan, penggunaan produk semen akan terus  terus meningkat di Indonesia. Pabrik-pabrik semen akan meningkatkan kapasitas produksi sehingga pertumbuhan mengalami kenaikan minimal 10 persen per tahun.

Berdasarkan laporan World Economic Forum tahun 2012-2013, kualitas infrastruktur di Indonesia masih membutuhkan pengembangan yang signifikan—termasuk peningkatan kualitas dan kondisi jalan, rel kereta api, pelabuhan, bandara, dan listrik.

Hal itu merupakan tantangan yang harus dibenahi mengingat derasnya investasi yang masuk ke Indonesia, demikian Christopher. Ia pun meyakinkan bahwa pamerannya sangat dibutuhkan sebagai sarana meningkatkan kemampuan dan kualitas bangunan. Sebagian pemain utama global khususnya sekior semen saling berinteraksi selama pameran dan konferensi, demikian  Christopher yang jeli melihat peluang dan potensi bisnis di Indonesia. Bagaimana kinerja produsen semen di Indonesia?

Menurut Asosiasi Semen Indonesia, produksi semen di Indonesia terus meningkat seperti diperlihatkan tabel di atas (proyeksi peningkatan produksi 9 pabrik mulai tahun  2012 hingga tahun 2016).
Menurut Asosiasi Semen Indonesia, produksi semen di Indonesia terus meningkat seperti diperlihatkan tabel di atas (proyeksi peningkatan produksi 9 pabrik mulai tahun 2012 hingga tahun 2016).

Pemain lokal ekspansi ke luar, China masuk ke tanah Papua

Salah satu pabrik semen adalah PT Cemindo Gemilang yang menargetkan kapasitas produksi 5,5 juta ton per tahun (2015). Kapasitas produksi yang bermerek Merah Putih baru tercapai 1 juta ton yang dibuat di pabriknya di Vietnam, yakni Chinfon Cement Corporation. Menurut Direktur Utama Cemindo Ateng Selamat, kapasitas itu akan ditambah dari pabrik baru di daerah Lebak, Banten, dengan kapasitas 3,7 juta ton per tahun. Untuk membangun pabrik baru di Lebak, Cemindo mengggelontorkan US$600 juta.  Pembangunan konstruksi selesai pada pertengahan 2015.

Baca juga :   Tawarkan Alat-alat Industri dan Teknologi Canggih

Cemindo juga mempunyai 2  proyek grinding plant di Ciwandan dan Balikpapan, Kalimantan Timur dengan kapasitas 750 ribu ton yang dapat ditingkatkan 1,75 juta per tahun. Cemindo membidik pangsa pasar sebanyak 8 persen dari angka konsumsi semen domestik pada 2015, yang diprediksi mencapai 60 juta ton per tahun.

Sementara itu, PT Semen Indonesia berencana membangun pabrik semen di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Perusahaan ini akan membantu kondisi PT Semen Kupang yang kinerjanya dinilai kurang optimal meski telah mendapatkan suntikan Rp300 miliar.  Sedangkan perusahaan semen milik pebisnis asal China, Anhui Conch Cement Company Ltd. sedang membangun pabrik semen di  Saradang, Tanjung Tabalong, Kalimantan Selatan. Nilai investasi pembangunan pabrik sebesar US$500 juta  berkakapasitas produksi 1,5 juta ton per tahun. Investor dari China itu membangun 2 train dan total produksi 3 juta ton per tahun. Anhui  juga sedang membangun 2 power plant dengan kapasitas  2 x18 MW. Selain itu, Anhui berencana membangun 4 pabrik semen yang berlokasi di Papua Barat dan Sulawesi Selatan yang total kapasitasnya direncanakan  3 juta ton per tahun. Selain memenuhi pasar di Indonesia Timur dan Kalimantan, Anhui akan mengekspor produknya ke pasar internasional. Perusahaan itu juga akan berinvestasi pada industri besi baja dan jalan tol.

Tidak mau kalah, PT Semen Indonesia menggodok pembangunan pabrik semen di Myanmar agar dapar berproduksi tahun 2014. Semen Indonesia sedang merampungkan akuisisi 70 persen saham Thang Long Cement (dari Vietnam). Semen Indonesia merencanakan untuk memperkuat posisinya di  pasar ASEAN dan negara Asia Selatan. Menurut Direktur Utama Semen Indonesia, Dwi Soetjipto, pihaknya ingin agar Semen Indonesia  menjadi salah satu perusahaan semen tingkat global.

Harap diingat bahwa Semen Indonesia sebelumnya bernama PT Semen Gresik. Dua perusahaan lainnya yang bergabung dalam PT Semen Indonesia adalah PT Semen Padang dan PT Semen Tonasa. Ketiga milik Badan Usaha Miliki Negara (BUMN) ini baru mampu memroduksi 26,5 juta ton per tahun.  Dengan akuisisi 70 saham Thang Long Cement, total produksi Semen Indonesia menjadi 28,3 juta ton per tahun. Kapasitas terpasang produksi semen Thang Long di Myanmar 2,3 juta ton, dan dapat ditingkatkan menjadi 6,5 juta ton per tahun. Apa bila PT Semen Baturaja bergabung di bawah holding Semen Indonesia, kapasitas produksi akan meningkat.
Sebagian produksi semen di Myanmar dan Vietnam untuk memenuhi kebutuhan semen di Indonesia yang terus meningkat hingga 61 juta ton per tahun pada tahun 2015. Sisa produksi Semen Indonesia  dipasarkan ke India, Bangladesh, Sri Lanka, Myanmar, dan Vietnam.

Sementara itu, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, pada waktu 15 tahun ke depan, Indonesia menjelma menjadi negara modern yang didukung pertumbuhan semua sektor industri termasuk pabrik semen. Industri semen harus mampu menopang kemajuan infrastruktur, demikian  Dahlan dan berharap Semen Indonesia menjadi salah satu pelaku industri semen terbesar di ASEAN. Semen Indonesia harus menjadi regional championship, tekad Dahlan.
Pembangunan pabrik baru yang dilakukan oleh Semen Padang, Bosowa, Anhui, dan Siam Cement menambah kapasitas produksi 1,7 juta ton, sedangkan semen Merah Putih mencapai 2 juta ton per tahun. Dengan tambahan investasi di pabrik semen maka kapasitas produksi semen tahun  2013 dapat mencapai 67 juta ton.

Melalui PT Semen Jawa anak perusahaan asal Thailand, Siam Cement group merealisasikan pembangunan pabrik semen di Sukabumi, Jawa Barat. Perseroan ini memesan mesin produksi buatan CONCH perusahaan manufaktur dan penyedia semen global. PT Semen Jawa memiliki kapasitas produksi 5.000 ton per hari, tutur Presiden Direktur PT Semen Jawa Nantapong Chantrakul. Kapasitas produksi dapat mencapai 1,8 juta ton per tahun dan telah menelan investasi Rp3,4 trilun. Pembangunan pabrik ditargetkan selesai pada kuartal III 2015. Pabrik PT Semen Jawa dibangun dengan teknologi ramah lingkungan, imbuh Natapong.

Siam Cement menjalankan operasi bisnisnya di Indonesia sejak 2005 dan telah memperluas bisnisnya di bidang PVC, ubin keramik, dan kemitraan di segmen bahan bangunan. Bisnis Siam Cement menggurita dan dijalankan melalui 20 perusahaan di Indonesia.

Sumber foto: http://statik.te ssar
Sumber foto: http://statik.te ssar

Sulawesi Selatan juga membanggakan industri semen di Maros yang dikenal dengan semen Bosowa. Maros menjadi incaran pemain industri semen karena daerah ini memiliki karst yang cukup luas yang dapat digali dan diolah menjadi semen.

UBM ASIA

UBM Asia adakah anak usaha UBM plc groupo yang terdaftar di London Stock Exchang. UBM Asia beroperasi di 18 sektor pasar berkantor pusat di Hong Kong dan anak perusahaannya terdapat di Shanghai, Hangzhou, Guangzhou dan Beijing. UBM memilki 200 produk media—pameran perdagangan, percetakan dan online. Pameran dilakukan di Cina dan India,  dan masuk ke Indonesia sebagai pusat bisnis di Asia Tenggara.

Perusahaan ini menyelenggarakan 150 event, 24 publikasi, dan 18 portal vertikal melayani 1.000.000 lebih peserta pameran berkualitas, pengunjung, delegasi konferensi, pengiklan dan pelanggan dari seluruh dunia dengan event-event bisnis tatap muka yang sesuai dan bernilai tinggi, kualitas dan publikasi instant di pasar dan tren industri serta jaringan online trading dan platform sourcing. UBM memilki 1.000 staf di 21 kota besar di seluruh Asia, menyebar dari Jepang hingga ke Turki.

Memberikan nilai tinggi kepada mitra dan pelanggan melalui:

  • 25 tahun pengalaman dalam menyelenggarakan pameran internasional, konferensi, dan publikasi di Asia.
  • Menjadi pioneer portal vertikal yang spesifik untuk industri yang menyediakan penyesuaian bisnis dan informasi berkualitas.
  • Tim manajemen yang profesional dengan pengalaman bertahun-tahun di bidang pameran industri.
  • Jaringan global yang kuat dengan perusahaan yang sepenuhnya  di kota-kota seperti Hong Kong, Beijing, Shanghai, Hangzhou, Guangzhou, Chengdu, Shenzhen, Taipei, Tokyo, Seoul, Singapore, Bangkok, Kuala Lumpur, Jakarta, Mumbai, New Delhi, Bangalore, Chennai dan Istanbul di Asia, New York dan San Francisco di Amerika Serikat. (Data tambahan diolah dari beberapa sumber)

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda