Review

Indonesia Kian Menggiurkan bagi Investor Asing

0
14

Presiden Bank Dunia akan mempromosikan Indonesia tepat berinvestasi bagi negara-negara lain. China menduduki posisi ke-3 dalam jumlah investasi setelah Singapura dan Jepang.

Pendiri dan Chief Executive officer PT Tender Indonesia Commercial, Tito Loho sedang berdikusi dengan beberapa orang karyawannya di booth Tender Indonesia. Tender Indonesia merupakan media official PT MyExpo Kreasi Indonesia penyelenggara pameran Powermax. Tito yang menguasai data tentang tender beragam proyek di Indonesia juga bertindak sebagai pengarah acara pada acara pembukaan yang diresmikan oleh Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, I Gusti Putu Suryawirawan. Peserta pameran lebih dari 100 perusahaan dari 13 negara. Project Director Ira Karen Vernia, Project Executive Elia Yunarta, Marketing Communiacation PT Myexpo Kreasi Indonesia Rahmazudi, dan belasan anak-anak muda (karyawan) bertekad mendatangkan peserta pameran tiga kali lebih banyak dari jumlah peserta 2017 pada Powermax tahun 2018.(Foto: Rayendra L. Toruan)

Minggu ke-4 Juli 2017 telah berakhir. Jika belum sempat menyimak informasi menarik dari sekitar dunia industri selama sepekan, redaksi mmINDUSTRI mengurainya secara singkat. Silakan mendalami detail informasi dengan mengklik judul-judul tulisan.

Sebanyak 12 pakar Faunhofer yang berkolaborasi dengan para pelaku industri untuk menemukan inovasi pengadaan bahan mentah yang akan diolah menjadi produk kebutuhan manusia. Tanpa bahan utama maka mesin tidak akan memproduksi suatu barang.

Advertisement

Apakah pernah dengar suatu benda yang lebih kuat dari baja dan lebih ringan dari helaian sutera? Benda ini bernama Graphene yang diolah dengan teknologi berbasis silikon yang pembentukan elektronik berguna untuk pembuatan komputer, smartphone, kamera digital, pesawat kapal terbang, kendaraan, dan penunjang alat medis. Apa itu Graphene? Apakah Indonesia mempunyai bahan itu?

Kita harus kerja keras membangun pembangkit listrik. Sebanyak 13.000 desa belum teraliri listrik yang tiap desa membutuhkan 500 kilowat tiap desa berarti harus membangun 18.000 pembangkit listrik dan sudah dimulai tahun ini dengan 20 pembangkit.

Alam Indonesia demikian kaya sumber energi yang dapat diolah menjadi pembangkit listrik. Kita punya air panas, sinar matahari, angin, gelombang laut, bahkan sampah yang menjadi masalah kota pun bisa dijadikan bahan energi. Jadi, kita tidak perlu kuatir jika batubara dan minyak (fosil) untuk menggerakkan turbin-turbin raksasa semakin habis. Syaratnya? Ya, kita harus menguasai teknologi agar mampu mengolah sumber energi di hulu dan hilir.

Lagi pula, harga listrik di Indonesia paling mahal di kawasan ASEAN. Bagaimana membuatnya lebih murah? Presiden Joko Widodo pada awal pemerintahannya mencanangkan, Indonesia harus mampu membangun pembangkit listrik sebesar 35.000 MW hingga tahun 2019. Bagaimana kemajuannya? Tunggu beritanya di media ini.

Oleh karena itu, perusahaan Maser & Quartzelec dari Malaysia (cabang dari grup Quartzelec yang bermarkas di Inggeris) mau ekspansi ke Indonesia. “Bisnis energi Indonesia menggiurkan,” kata Matt Brown direktur Quartzelec kepada mmINDUSTRI saat berjumpa di pameran Powermax yang diselenggarakan oleh MyExpo Kreasi Indonesia bekerja sama dengan Tender Indonesia pimpinan Tito Loho.

Sementara itu, perusahaan PT Stainless Steel Primavalve Majubersama yang mempunyai pabrik di Banten, mampu memproduksi beragam katup untuk keperluan beragam industri. “Kami sudah mengekspor produk buatan Indonesia ke Eropa, Asia dan Australia,” imbuh Tumpal P. Situmorang Marketing Suppor Manager perusahaan itu. Bagaimana cara perusahaan Schneider membuat otomasi untuk solar? Kita akan membeberkan rahasianya awal Agustus 2017.

Sedangkan perusahaan dari Jepang yakni Mitsubishi memperkenalkan kendaraan multi fungsi yakni Suzuki, Toyota, Honda, and Daihatsu pada Agustus 2017.

Dalam hal investasi posisi Jepang (US$2.85  miliar) di urutan ke-2 setelah Singapura (US$3.66 miliar), disusul China senilai $1.96 miliar, dan jika digabung dengan investasi dari Hong Kong maka total investgasi China di  Indonesia mencapai US$2.79 miliar.

Kita berharap, negara-negara lain pun akan menanamkan investasinya di Indonesia. Setelah bertemu dengan Presiden Joko Widodo, Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim memuji pertumbuhan ekonomi Indonesia dan menyatakan akan mempromosikan Indonesia sebagai negara yang paling tepat untuk berinvestasi. Dia bakal kembali ke Indonesia pada Februari 2018 untuk menyiapkan pertemuan tahunan Bank Dunia dan IMF di Bali.    

Incoming search terms:

Baca juga :   Produksi Meningkat dan Lebih Hebat, Begini Caranya
Advertisement

Tulis Opini Anda