Indonesia akan jadi produsen otomotif pada 2012

0
7

Indonesia akan menggandeng pabrikan otomotif internasional untuk mempersiapkan diri menjadi negara produsen mobil dan motor.

Seperti dikatakan Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat, setelah 40 tahun menjadi negara perakit mesin mobil dan motor, diharapkan pada akhir 2011 atau awal 2012 Indonesia sudah menjadi salah satu negara produsen otomotif.

”Keberadaan industri otomotif di Indonesia sudah 40 tahun, tapi hanya perakitan. Kita sedang memikirkan untuk membuat mesin sendiri walau skalanya kecil. Mudah-mudahan pada akhir 2011 atau tahun 2012 sudah terwujud,” ujar Menperin di Jakarta, Kamis (12/8) sebagaimana dikutip Suarakarya-online.com.

Advertisement

Menurut MS Hidayat, keinginan untuk membuat mesin-mesin sendiri bertujuan untuk memperkuat basis industri otomotif, terutama untuk ekspor. Untuk tahap awal, minimal sudah ada motor atau mobil murah asli buatan Indonesia.

”Kalau boleh terus terang, kita mau bersaing dengan Thailand. Saatnya sekarang Indonesia menjadi basis produksi seperti yang dilakukan oleh Thailand. Mulai dengan yang kami sebut low cost engine car dan punya segmen pasar sekitar 300.000 unit,” ungkapnya.

Namun untuk mengembangkan mesin ini, tambahnya, Indonesia perlu menggandeng mitra dari negara yang terdepan di bidang otomotif, seperti Jepang atau Korea Selatan. Apalagi kedua negara juga tengah mencari mitra untuk target ekspansi produksi. Saat ini Indonesia sedang melakukan negosiasi dengan negara calon mitra ini.

”Kita kerja sama juga dengan luar negeri, tidak apa lah. Kita sedang berunding, seperti dengan Jepang dan Korea. Mereka beramai-ramai sedang mencari pasangannya (negara mitra),” jelas mantan ketua umum Kadin itu.

Baca juga :   Wow, Kekayaan 10 Orang Indonesia US$40,5 Miliar

Di lain pihak terkait ekspor dan impor produk industri manufaktur, Menperin mengatakan, memang harus ada keseimbangan. Saat ini diakui bahwa impor Indonesia, khususnya dari China terus meningkat. Spesifikasnya bahkan merupakan produk industri manufaktur di sejumlah sektor.

”Menjelang 2011 mudah-mudahan kita bisa meningkatkan ekspor. Terutama untuk produk atau komoditas yang sedang diupayakan untuk memenuhi kebutuhan pasar dunia. China juga sekaligus menjadi salah satu negara tujuan ekspor untuk mengantisipasi melemahnya perekonomian Eropa dan Amerika Serikat,” jelasnya.

Advertisement

Tulis Opini Anda