KABEL BAWAH LAUT (1)

Hubungkan Pekanbaru – Malaka

1
18
Pemasangan kabel listrik di pedalaman laut. (Sumber foto: www.riauindikator.com)

Giliran pemadaman di Sumatera mungkin akan berakhir segera, setelah pembangunan kabel bawah laut yang menghubungkan Pekanbaru dengan Penang, Malaka, Malaysia selesai pada tahun 2017.

Pemasangan kabel  listrik di pedalaman laut. (Sumber foto: www.riauindikator.com)
Pemasangan kabel listrik di pedalaman laut. (Sumber foto: www.riauindikator.com)

Sejak tahun 2002, Malaysia dan Indonesia sepakat membangun kabel listrik yang membentang dari Pekanbaru (Indonesia) ke Malaka (Malaysia). Proyek senilai US$300 juta itu direncanakan selelsai pada 2017. PLN yang mewakili Indonesia bekerja sama dengan peruahaan Malaysia. Proyek itu dinamai Melaka-Pekanbaru Power Interconnection.

Melalui kerja sama itu, kedua negara direncanakan mampu memenuhi kebutuhan listrik misalnya pada saat Pekanbaru mengalami kekurangan pasokan listrik, secara otomatis Malaka segera menyuplai kebutuhan listrik untuk Indonesia utamanya di wilayah Pekanbaru. Sebaliknya, Pekanbaru akan memasok kekurangan listrik ke Malaya pada saat dibutuhkan.

Advertisement

Perkembangan pembangunan kabel bawah laut itu telah dibahas oleh para pejabat senior terkait dari kedua negara pada Pertemuan Menteri Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle beberapa waktu lalu di hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Nangroe Aceh Darussalam (NAD).

Untuk mendukung proyek itu dibentuklah Malaka-Pekanbaru highway voltage power connection yang sumber listrik dapat dari Malaysia atau dari Indonesia. Pada saat peak hours (beban puncak) di Indonesia yang umumnya berlangsung pada malam hari, maka Malaka akan memasok kebutuhan Indonesia. Sedangkan kebutuhan listrik memuncakdiMalaysia pada siang hari karena kebutuhan industri yang meningkat. Pembiayaan proyek itu berasal dari kedua negara.

Pembangunan kabel listrik bawah laut membentang dari Pekanbaru menuju Penang, Malaka. Kedua belah pihak melakukan perhitungan yang cermat tentang besaran kebutuhan listrik agar menguntungkan masing-masing negara. Perjanjian pembelian listrik antara PLN dan Malaysia sedang dibahas, dan diharapkan purchase agreement dapat segera direalisasikan dan menjadi complementary yang menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Kapan hubungkan Sumatera dengan Jawa?

Sementara itui, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung bertatap muka dengan tamu dari Khazanah National Berhad Malaysia. Pada pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas bidang kelistrikan yang akan digarap oleh perusahaan dari Malaysia itu di Indonesia.   CT sapaan akrab Chairil Tanjung memastikan pembangun jaringan kabel bawah laut yang menghubungkan antara Malaysia dan Sumatera.

Baca juga :   Hubungan Bisnis Malaysia-Indonesia Kian Berkibar
Kegiatan menurunkan kabel  bawah permukaan  air laut. (Sumber foto: www.kabarenergi.com)
Kegiatan menurunkan kabel bawah permukaan air laut. (Sumber foto: www.kabarenergi.com)

CT menuturkan, Indonesia dan Malaysia akan membangun kabel bawah laut, yang me-link-kan Sumatera ke Malaysia. Kenapa? Karena jarak dari Sumatera ke Malaysia tidak begitu jauh sehingga akses bawah laut mudah dilakukan. Setelah pemabngunan kabel lbawah laut itu selesai, demikian CT, kerja sama antara Indonesia dan Malaysia untuk saling membantu mengalirkan listrik mudah dilakukan.

CT menjelaskan alasan kerja sama karena kedua negara mempunyai spesifik yang berbeda. Di kala PLN listrik di Indonesia mengalami beban puncak pada malam hari maka Malaysia dapat membantu. Dan di kala Malysia mengalami beban puncak pada siang hari maka Indonesia dapat mejual listrik ke Malaysia. Nilai bisnis tentu dapat dihitung dari jumlah voltase listri yang digunakan oleh masing-masing perusahaan.

CT menambahkan bahwa kerja sama bidang kelistrikan itu menciptakan semacam win-win solution. Selain membangun kabel listrik bawah laut, Khazanah National Berhad sangat berminat mendapatkan proyek jalan tol Trans Sumatera. Menko Perekonomian yang menduduki jabatannya tidak sampai setahun itu menyatakan, Indonesia membuka opportunity  menyambung Pulau Sumatera dengan Semenanjung Malaysia.

Malaysia juga berminat membangun kabel listrik yang menghubungkan Sumatera dengan Pulau Jawa. Kapan? “Setetah pembangunan kabel dari Sumatera ke Malaka, maka kesempatan itu terbuka,” sahut Chairil Tanjung kepada wartawan yang menemuinya di Jakarta belum lama ini. (Diolah dari berbagai sumber).

Advertisement

1 KOMENTAR

Tulis Opini Anda