SOLUSI CHIP (3)

Hindarilah Pergaulan Sembarangan

0
86
Chlamydia adalah penyakit menular seksual umum yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Chlamydia menyebabkan penyakit pada mata dan alat kelamin manusia. Infeksi Chlamydia juga menyebabkan penderita mengalami kemandulan. (Sumber foto: //medicalpicturesinfo.com/chlamydia-bacteria/
Chlamydia adalah penyakit menular seksual umum yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Chlamydia menyebabkan penyakit pada mata dan alat kelamin manusia. Infeksi Chlamydia juga menyebabkan penderita mengalami kemandulan. (Sumber foto: //medicalpicturesinfo.com/chlamydia-bacteria/

Chlamydia adalah penyakit menular seksual yang ditularkan melalui hubungan seks tanpa menggunakan kondom. Penyakit ini bisa menjangkiti pria dan wanita dalam segala usia. Namun, sebagian besar kasus chlamydia dialami oleh wanita berusia muda yang aktif secara seksual. Penyakit ini bisa menimbulkan gangguan kesehatan yang lebih serius jika tidak segera ditangani dengan tuntas.

Sebagian besar penderita chlamydia tidak merasakan gejala apa pun saat awal tertular penyakit ini. Setelah 1 sampai 3 minggu,  gejala baru muncul yang seringkali diabaikan karena penderita tidak merasa parah dan segera berlalu. Gejala yang dialami oleh pria berbeda dengan wanita. Satu-satunya gejala yang sama yakni rasa sakit ketika buang air kecil.

Setengah dari pria penderita chlamydia tidak merasakan gejala dan sisanya mengalaminya. Gejala yang muncul berupa rasa sakit pada testikel, sensasi terbakar atau gatal pada saat berkemih, dan keluarnya cairan berwarna putih kental atau encer dari ujung penis. Infeksi masih terjadi dan bisa ditularkan walau gejala yang dialami sudah hilang.

Advertisement

Sedangkan pada wanita, persentase yang tidak mengalami gejala adalah sekitar 70 persen, dan 30 persen mengalami gejala berupa  perdarahan ketika atau setelah selesai melakukan hubungan seks  dan keluarnya cairan yang tidak biasa dari vagina. Selain itu, ada juga yang mengalami menstruasi lebih berat dari biasanya, perdarahan di antara masa menstruasi, dan rasa sakit pada perut bagian bawah.

Chlamydia menyebabkan infeksi alat kelamin dan menjangkiti ke mata yang menyebabkan terjadinya konjungtivitis jika cairan vagina atau sperma yang terinfeksi terkena mata. Mata yang terinfeksi terasa perih, bengkak, teriritasi, dan mengeluarkan cairan. Anus juga bisa terinfeksi dan menyebabkan perdarahan, keluar cairan, serta rasa sakit dan tidak nyaman.

Penderita harus segera temui dokter setelah mengalami gejala  yang dijelaskan di atas.

Cara menghindari dan menyembuhkan Chlamydia

Chlamydia disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Bakteri ini ditularkan oleh penderita melalui hubungan seksual tanpa menggunakan kondom. Penularan chlamydia bisa melalui seks dan saling bersentuhannya alat kelamin. Chlamydia juga bisa menular melalui alat bantu seks yang tidak dilapisi dengan kondom atau tidak dicuci sampai bersih setelah digunakan.

Berhubungan seksual dengan banyak orang atau berganti-ganti pasangan, dapat meningkatkan resiko terjangkit chlamydia. Beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan resiko seseorang terkena chlamydia apabila pernah mengidap penyakit menular seksual, memiliki lebih dari satu pasangan seksual, berhubungan seksual tanpa menggunakan kondom, dan aktif secara seksual sebelum usia 18 tahun.

Chlamydia tidak menular melalui beberapa tindakan seperti berpelukan, duduk di toilet umum, menggunakan peralatan makan yang sama dengan penderita, berbagi handuk dengan penderita, berciuman, berenang di kolam renang yang sama, dan mandi di kamar mandi yang sama.

Baca juga :   Cara Manfaatkan Energi Surya

Sedangkan seorang ibu penderita chlamydia dapat menularkan infeksi pada bayi yang dilahirkannya, dan menyebabkan mata menjadi bengkak dan mengeluarkan cairan atau yang disebut dengan konjungtivitis. Oleh karena itu, ketika merencanakan kehamilan atau pada saat awal kehamilan, pastikan seseorang tidak sedang mengalami infeksi ini dan jika positif, obati secepat mungkin.

Chlamydia dapat didiagnosis dengan cara yang mudah dan tidak menimbulkan rasa sakit, yaitu dengan menggunakan alat penyeka yang berbentuk seperti cotton bud atau melalui tes sampel urine. Alat penyeka tipis dimasukkan ke ujung penis untuk mendapatkan sampel dari saluran pembuangan urine atau uretra. Sedangkan bagi pasien wanita, alat penyeka digunakan pada bagian dalam vagina bagian bawah atau serviks.

Alat penyeka bisa digunakan untuk mengumpulkan sampel cairan dari kelopak mata jika mata Anda mengalami peradangan akibat infeksi chlamydia. Selain itu, alat penyeka juga bisa digunakan untuk mengambil sampel dari tenggorokan atau anus. Tes sebaiknya dilakukan kembali setelah tiga bulan untuk memastikan infeksi chlamydia sudah hilang sepenuhnya. Chlamydia tidak dapat dideteksi dengan tes darah atau pap smear.

Pengobatan Chlamydia diatasi dengan menggunakan kombinasi obat antibiotik. Pengobatan chlamydia disarankan untuk mereka yang hasil tesnya positif terhadap chlamydia, berhubungan seksual dengan penderita chlamydia dalam kurun waktu 2 bulan terakhir, meskipun orang tersebut tidak mengalami gejala apa pun. Bayi baru lahir dengan ibu yang positif menderita chlamydia pada saat kehamilan dan persalinan.

Beberapa obat antibiotik yang biasanya diresepkan oleh dokter untuk mengatasi chlamydia, antara lain, Ofloxacin, Doxycycline, Erythromycin, Azithromycin, dan Amoxicillin.  Segeralah berkonsultasi kepada dokter jika seseorang sedang hamil atau menyusui, memiliki alergi terhadap obat antibiotik, atau sedang menggunakan alat kontrasepsi. Obat antibiotik yang aman untuk dikonsumsi oleh ibu hamil adalah amoxicillin, azithromycin, dan erythromycin.

Pasien disarankan untuk tidak melakukan hubungan seksual selama masa pengobatan yang biasanya berlangsung selama 1-2 pekan atau hingga infeksi telah hilang sepenuhnya. Untuk mencegah penularan kembali, pasangan pun harus melakukan pengobatan walau tidak mengalami gejala chlamydia.

Obat antibiotik memiliki beberapa efek samping, namun biasanya ringan. Efek samping yang mungkin terjadi setelah mengonsumsi obat ini adalah diare, nafsu makan menurun, mual, perut kembung, muntah, sakit perut dan infeksi jamur pada vagina. ( Sumber: http://www.alodokter.com/chlamydia)

 

Advertisement

Tulis Opini Anda