PRODUK

Hindari Kecelakaan di Pabrik, Sediakan Gel Silika

0
9
Serat gel silika membuka peluang baru untuk perawatan luka. (Foto/© : Fraunhofer ISC)

Luka besar dan parah tetap sulit diobati. Serat gel silika memberikan alternatif pengobatan baru.  Luka bakar, luka besar akibat gesekan atau luka yang sangat parah, seperti yang dialami oleh penderita diabetes, sering diobati dengan bahan berbasis bio. Di pabrik-pabrik juga sering terjadi kecelakaan. Bagaimana menghindari akibat fatal ?

Serat gel silika membuka peluang baru untuk perawatan luka. (Foto/© :  Fraunhofer ISC)
Serat gel silika membuka peluang baru untuk perawatan luka. (Foto/© : Fraunhofer ISC)

Apa usaha Anda, bengkel atau pengelasan atau pabrikasi yang menggunakan mesin dan alat industri besar—baik manual dan canggil yang dilengkapi dengan Computer-aided design (CAD), Computer-aided engineering (CAE); Computer-aided industrial design (CAID); dan Computer-aided manufacturing (CAM)—sebaiknya sediakanlah selalu serat gel silika.

Jika ada karyawan yang kecelakaan, misalnya kulit terkena alat/benda tajam yang menyebakan terjadi suatu luka, segeralah taruh benda serat gel silika pada luka seperti plester atau perban raksasa agar darah tidak mengucur atau benda asing masuk melalui luka yang menyebabkan inveksi.

Advertisement

Serat gel silika itu berfungsi sebagai tindakan pertama walau dokter (medis) hanya memiliki beberapa pilihan. Saat ini, bahan pembawa berbasis kolagen atau PLA (Poliasamlaktat) menjadi penentu pengobatan.

“Bahan-bahan ini tidak selalu bisa melakukan semuanya. PLA, misalnya, menimbulkan peningkatan keasaman secara lokal yang sering menimbulkan reaksi imunologi dari tubuh, sementara bahan berbasis kolagen dapat menyusut dan tidak lagi memberikan pengobatan optimal terhadap luka,” jelas Dr. Jörn Probst, kepala unit bisnis Life Science dari Institut Fraunhofer untuk Penelitian Silikat ISC di Würzburg, Jerman.

Akan tetapi, hal ini tidak terjadi pada lembaran bulu yang terbuat dari serat gel silika yang dikembangkan oleh ISC. “Serat gel silika memiliki kadar pH netral dan konstituen dasarnya telah lama digunakan dalam tablet atau kapsul. Terlebih lagi, lapisan yang kami buat ini tidak membusuk ketika mengalami penurunan,” kata Probst.

(Sumber foto : http://cdn.medgadget.com/img/46534wo.jpg)
(Sumber foto : http://cdn.medgadget.com/img/46534wo.jpg)

Bulu serat gel silika dapat dipintal menjadi panjang seperti kain konvensional. Gel silika terjadi secara alami dalam bentuk cair. Ketika diekstrusi di bawah tekanan, enam sampai tujuh benang diproduksi melalui nozel kecil. Serat-serat ini dikeringkan dan kemudian diolah. Lembaran bulu diletakkan di atas luka seperti jembatan.

Baca juga :   Bagaimana Menghadapi Ulah Para Pembajak?

Kemudian “mengkait” dirinya ke tepi luka dan menutupnya lebih cepat dibandingkan dengan kasus proses penyembuhan secara normal – tanpa harus dikeluarkannya jaringan tambahan dari tubuh pasien. “Terutama pada pasien dengan luka bakar parah, sering ada terlalu sedikit jaringan yang tersedia dan karena itu metode ini memberikan manfaat besar,” jelas Probst.

Kolaborasi dengan industri

Bersama Bayer Innovation GmbH, anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Bayer AG, para peneliti Fraunhofer telah memproduksi bahan lapisan yang dapat digunakan dalam uji klinis.

Bayer menyediakan dana yang diperlukan untuk memastikan kegiatan penelitian dan pengembangan dapat terus berlanjut di ISC. Sementara itu, Bayer juga berinvestasi secara besar-besaran untuk membangun  fasilitas di Leverkusen, guna mendapatkan persetujuan regulasi atas produk baru secepat mungkin.

“Setelah kami mendapat persetujuan untuk produk perawatan luka baru kami dalam beberapa tahun ke depan,” kata manajer proyek Bayer Innovation, Iwer Baecker.

Seorang peneliti di Bayern AG (Sumber foto : http://www.bayer.com/)
Seorang peneliti di Bayern AG (Sumber foto : http://www.bayer.com/)

“Dengan aplikasi yang dikatakan tadi, kami memiliki landasan untuk seluruh produk baru. Di masa depan, dimungkinkan untuk menggunakan serat selama produksi dengan agen yang akan mengaktifkan proses penyembuhan tambahan,” papar Probst dan Baecker.

“Kami juga bisa memproduksi bahan perawatan luka cerdas lainnya yang disesuaikan dengan jenis luka tertentu.”

Secanggih apa pun obat atau alat kesehatan, lebih baik kita—utamanya sektor industri yang mempekerjakan banyak buruh dan karyawan–sebaiknya menghindari kecelakaan. Safety firts, jangan pernah ceroboh bekerja jika tidak ingin kehilangan salah satu anggota bagian badan atau kena luka akibat kecelakaan. (Diolah dari beberapa sumber dan tulisan Jörg Röthlingshöfer; www.fraunhofer.de/magazine)

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda