INDUSTRI PENERBANGAN (1)

Hebat, Bandung Produksi Drone

2
150
Pesawat tanpa awak atau nirawak (drone) buatan PT Dirgantara Indonesia yang bermarkas di Bandung, Jawa Barat, dapat melakukan tugas patroli topografi dan alat bantu patroli di wilayah perbatasan dan daerah pulau terluar wilayah Indonesia. (Sumber foto: http://archive.kaskus.co.id/)

Pesawat nirawak drone atau Wulung  mampu mengerjakan aktivitas intelijen, pengawasan, pengintaian, pengangkut barang, pembikin video dan foto, dan pemancing ikan. Salut kepada anak-anak bangsa Indonesia. Apa kaitan Wulung dengan batu kecubung (akik)?

Pesawat tanpa awak atau nirawak (drone) buatan PT Dirgantara Indonesia yang bermarkas di Bandung, Jawa Barat, dapat melakukan tugas patroli topografi dan alat bantu patroli di wilayah perbatasan dan daerah pulau terluar wilayah Indonesia. (Sumber foto: http://archive.kaskus.co.id/)
Pesawat tanpa awak atau nirawak (drone) buatan PT Dirgantara Indonesia yang bermarkas di Bandung, Jawa Barat, dapat melakukan tugas patroli topografi dan alat bantu patroli di wilayah perbatasan dan daerah pulau terluar wilayah Indonesia. (Sumber foto: http://archive.kaskus.co.id/)

Satu karya gemilang anak bangsa adalah pesawat terbang tanpa awak atau drone yang nama versi Indonesia disebut  Wulung . Pesawat Wulung  ini bisa mengangkasa tanpa pilot hingga ketinggian maksimal 5.500 kaki. Atas prestasi itu, Wulung  mendapat pengakuan berupa   sertifikat type certificate (TC) dari Indonesia Military Airworthinnes Authority (IMMA). Artinya  PT Dirgantara Indonesia pembuat Wulung  diizinkan memproduksi Wulung  sebanyak mungkin sesuai jumlah pesanan (pembeli). Produksi missal dimulai sejak Mei 2016.

Keberhasilan itu merupakan wujud pretasi para insinyur dan sarjana lain yang bekerja di PT Dirgantara Indonesia, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pertahanan serta lembaga lain milik bangsa kita.

Advertisement

Pesawat Wulung  yang disebut Unmanned Aerial Vehicle (UAV) itu dirancang guna dimanfaatkan untuk keperluan badan intelijen, pengawasan daerah perbatasan, dan pengintaian seperti di perairan teritorial Indonesia. Pesawat  Wulung    leluasa terbang hingga radius 100 kilometer dari pusat pengendali misalnya berlokasi di Bandung lokasi pabrik PT Dirgantara Indonesia perusahaan yang didirikan oleh B.J. Habibie presiden ke-3 itu.

Pemberian nama Wulung barangkali terinspirasi dari nama batu kecubung Wulung yang tergolong sangat unik karena warnanya hitam pekat dan jika disinari cahaya, batu akik ini bisa tembus pandang. Terdapat di dalam warna merah yang sangat eksotis. Batu ini konon menyimpan misteri yang mampu mendatangkan khodam dan memiliki khasiat bagi pemakainya yang tampak lebih berwibawa.

Kewibawan pesawat Wulung  tentu saja tampak dari kemampuannya menjelajahi udara selama 2-3 jam tanpa pernah berhenti—misalnya untuk isi bahan bakar—hingga ketinggian  maksimal 5.500 kaki. Oleh karena pesawat  Wulung  dilengkapi kamera setara high definition agar mampu memotret dan merekam video berbasis teknologi jenis infra merah, maka kondisi suatu daerah dapat kita ketahui sedemikian cepat. Tentang rencana penggunaan drone di perbatasan Indonesia dengan negara-negara lain, Jokowi pernah menjelaskannya saat debat kampanye pada Pilpres 2014. Presiden Joko Widodo memenuhi salah satu janjinya.

Pertama di ASEAN

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dirgantara Indonesia  Andi Alisjahbana yang menerima sertifikat tipe pesawat nirawak dari Kepala Pusat Kelaikan Badan Sarana Pertahanan Kemenhan Laksamana Pertama (Laksma) TNI M Sofyan, merasa bangga karena kemampuan Indonesia  membuat drone atau Wulung. Peristiwa itu  merupakan satu langkah maju pada sektor industri penerbangan di Indonesia.

Baca juga :   Siantar Top akan bangun pabrik tepung terigu

Pembuatan Wukung yang memenuhi spesifikasi militer merupakaj pertama kalinya di wilayah ASEAN. PT Dirgantara Indonesia yang sudah mengantongi Type Certificate itu merupakan bukti bahwa perusahaan plat merah ini  diizinkan memproduksi dan menjual pesawat nirawak sebanyak-banyaknya sesuai pesanan para pembeli.

PT Dirgantara Indonesia memproduksi pesawat nirawak Wulung  dengan kode registrasi NW01. Kementerian Pertahanan telah memesan tiga pesawat  drone yang terbang sebagai sebuah pesawat dengan autopilot system—menggunakan konsep modular composite structure, ruang akses yang luas, dan perakitan yang cepat dan mudah.

Pesawat nirawak Wulung   memiliki bobot maksimal 125 kilogram, berkapasitas tangki bahan bakar 35 liter, dan menggunakan single piston engine tipe pusher dan bertenaga 22 Horsepower (Hp).

Oleh karena pesawat ini mampu terbang secara autopilot system yang terintegrasi di pesawat, Wulung  sanggup dimanfaatkan secara otomatis untuk merealisasi misi.Pesawat Wulung  diproduksi dengan menggunakan komponen yang sesuai standar industri penerbangan, dan kualifikasi yang berlaku pada industri pesawat terbang.

Pesawat Wulung  adalah salah satu tipe pesawat sebagai trademark buatan anak-anak Indonesia. Meski sudah mengantongi sertifikat Type Certificate, manajemen PT Dirgantara Indonesia  terus melakukan improvementsecara teknis seperti tes kemampuan jam terbang dari empat jam hingga menjadi delapan jam. Untuk itu, perusahaan terus  melakukan riset bertahap—step by step yang dilakukan berdasarkan analisis  yang tepat. (Bahan diolah dari berbagai sumber antara lain, KOMPAS.com, http://www.indonesian-aerospace.com/, dan lain-lain)

Simak artikel selanjutnya dengan topik INDUSTRI PENERBANGAN (2)
Wulung Awasi Pencuri Ikan dan Pembabat Hutan

Incoming search terms:

Advertisement

2 KOMENTAR

Tulis Opini Anda