PERDAGANGAN

Gurihnya Daging Kerbau India

0
18
Shuab Ahmed Chairman Mirha Exports Pvt.Ltd (India) dan Dato’ Dr. Mohd Ali Akbar Chief (kanan) Executive Officer yang mewakili Mirha Exports Pvt.Ltd untuk pasar ASEAN. (Foto: Rayendra L. Toruan) 

Indonesia butuh 200 kontainer daging kerbau per bulan. Menjelang bulan suci, permintaan meningkat hingga 300-350 kontainer. Malaysia siap bersaing.

Shuab Ahmed Chairman Mirha Exports Pvt.Ltd (India) dan Dato’ Dr. Mohd Ali Akbar Chief (kanan) Executive Officer yang mewakili Mirha Exports Pvt.Ltd untuk pasar ASEAN. (Foto: Rayendra L. Toruan) 
Shuab Ahmed Chairman Mirha Exports Pvt.Ltd (India) dan Dato’ Dr. Mohd Ali Akbar Chief (kanan) Executive Officer yang mewakili Mirha Exports Pvt.Ltd untuk pasar ASEAN. (Foto: Rayendra L. Toruan)

Tiap menjelang bulan puasa, Indonesia selalu kekurangan daging sapi. Harganya selalu melesat naik. Pemerintah berusaha menekan harga, namun selalu bertengger di atas Rp100.000-an per kilogram. Bahkan pada bulan-bulan normal, harga daging sapi tak pernah menyusut ke bawah. Bagaimana mengatasinya?

Tanpa banyak bicara, pemerintah mengizinkan untuk mengimpor daging kerbau dari India dan Malaysia. Sebanyak 22 perusahaan pemasok daging kerbau di Malaysia, siap memasarkan produk mereka ke Indonesia. Apakah Bulog akan menunjuk perusahaan lokal untuk menangani impor daging kerbau? Impor daging kerbau jangan sampai menggoda orang berspekulasi.

Advertisement

“Kami pun siap memasok daging kerbau berkualitas terbaik dari India, rasanya gurih dan lezat.” tandas Dato’ Dr. Mohd Ali Akbar Chief (orang Malaysia) Executive Officer  Mirha Exports Pvt.Ltd  yang menangani pasar  ASEAN. Dia mendampingi  Shuab Ahmed Chairman Mirha Exports Pvt.Ltd perusahaan ekspor  makanan beku—termasuk daging kerbau dari India—ketika memperkenalkan produk mereka melalui pameran Food & Hotel Indonesia yang berlangsung di Kemayoran, Jakarta belum lama ini.

Ali Akbar menuturkan bahwa Mirha Ekspor Pvt. Ltd. merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi dan mengekspor daging khususnya daging kerbau—berpengalaman lebih dari 17 tahun. Rumah potong hewan Mirha berlokasi di Punjab sekitar 200 kilometer sebelah utara dari Delhi.

Rumah potong hewan terintegrasi dengan fasilitas modern sesuai dengan spesifikasi pemerintah (India) dan standar internasional. Lokasi pabrik-pabrik berdekatan sumber hewan yang sehat. Iklimnya pun baik dengan air hujan yang cukup sehingga tanaman seperti rumput mencukupi untuk  bahan makanan hewan kerbau sepanjang tahun. Padang rumput yang hijau dan bersih berpengaruh terhadap kesehatan hewan yang tentu saja menghasilkan  daging berkualitas.

Calon pembeli diizinkan  mengunjungi pabrik agar dapat menyaksikan proses produksi daging di pabrik-pabrik yang tertata ramah lingkungan. Sebagian besar segmen perusahaan ini secara otomatis menilai bahwa daging merek MEPL yang diproduksi oleh Mirha Exports memenuhi tingkat good manufacturing practices (GMP). Selama proses produksi dan pengepakan,  faktor kebersihan merupakan hal yang utama. Daging harus selelu segar sejak diproduksi hingga ke tangan pembeli (eceran).

Baca juga :   Us Firms’ to Invest $5 Billion in Infrastructure in Indonesia

Pengawasan kualitas ketat dan harus halal

Seluruh proses manufaktur diharuskan ramah lingkungan dan manajemen proses produksi telah bersertifikat ISO—sesuai ketentuan Government’s Agricultural & Processed Food Products Export Development Authority (APEDA) yang diawasi oleh kementerian Perdagangan dan Industri India. Atas kinerja manajemen yang baik, pemerintah India telah memberikan  predikat Star Export House kepada Mirha.

Bagaimana menyeleksi daging kerbau yang standar ekspor? Perusahaan ini menerapkan norma dan kriteria ketat saat hewan dipilih untuk dipotong. Hewan yang tidak layak atau tidak memenuhi kriteria, dipisahkan. Sedangkan daging hewan diperiksa oleh tim dokter hewan di laboratorium—di bawah pengawasan lembaga bernama Veterinary Officer, Departemen Hewan Peternakan.

Menurut Dato’ Dr. Mohd Ali Akbar  perusahaannya memastikan keunggulan kualitas daging yang diproduksi. Dengan dukungan infrastruktur yang modern dan teknologi yang baik, Mirha mampu  memproduksi  250 ton metrik daging per hari.  Daging-daging disimpan dalam lemari bermesin pendingin sesuai dengan standar internasional.

“Hewan-hewan yang kami sembelih dijaga secara ketat sesuai dengan metode Islam yang menjamin kehalalan daging,” kata Ali Akbar.

Pihaknya berusaha terus menerus untuk memberikan pelatihan para pekerja agar mereka menjaga norma-norma kebersihan, sanitasi, dan kesehatan daging. Produk daging diproses dalam semua leans visual yang berbeda seperti 93 persen vl, 95 persen vl dan 98 persen vl sesuai kebutuhan pelanggan. Staf administrasi yang berpengalaman menerapkan prosedur pengiriman barang dengan aturan logistik secara hati-hati.

Mirha telah mengekspor produknya ke Afrika Barat, CIS, Timer Tengah, Mesir, dan Asia Selatan, dan segera ke Indonesia. Produk Mirha dikenal dengan merek AMBER dan AL-NISAR.

Advertisement

Tulis Opini Anda