Grup Kalla Ajak Perbankan Biayai Proyek Monorel

0
2

Grup Kalla yang bermarkas di Makassar, Sulawesi Selatan, mengaku mengajak sektor perbankan turut membiayai proyek monorel di kawasan Makassar,  Sungguminasa, Gowa,  Maros,  dan Takalar (Mamminasata).  Megaproyek sepanjang 30 kilometer pertama di Indonesia itu diperkirakan akan menghabiskan anggaran hingga Rp4 triliun.

“Soal pendanaan akan ditentukan setelah tim menyelesaikan pembahasan proyek.  Perbankan menunggu hasil perumusan feasibility study dari tim,” kata Direktur Pengembangan Kalla Group,  Solihin Kalla.

Advertisement

Tim yang dibentuk terdiri atas unsur pemerintah kota/kabupaten,  pemerintah provinsi,  dan kelompok Kalla Group.   Dalam pertemuan internal itu telah dibentuk tim bidang hukum,  keuangan,  dan pemetaan lokasi.

Proyek yang akan dikerjakan PT Bukaka Steel dan PT Bumi Karsa,  Solihin menjelaskan, membutuhkan pendanaan dari perbankan.   Namun besaran pinjaman bergantung pada hasil perumus feasibility study yang sudah mulai bekerja.   Solihin mengaku belum ada bank pemerintah dan swasta yang didekati untuk menawarkan proyek sepanjang 30 kilometer tersebut.  “Hasil rumusan tim yang akan kami sodorkan ke bank untuk mendapatkan pinjaman.   Sejauh ini kami masih mengandalkan investasi dari keuangan Kalla Group,” ucapnya.

Tim akan membahas sistem konsorsium dengan pihak Grup.   Sistem konsorsium nantinya bergantung pada kebijakan dari masing-masing daerah yang dilewati proyek tersebut.   Model kerja sama bisa dalam bentuk penyertaan dana,  kebijakan pemerintah,  dan penentuan lokasi monorel.   “Kami tidak selamanya harus menyertakan dana.   Regulasi pemerintah sudah merupakan bentuk konsorsium.

Baca juga :   Japfa Bangun Pabrik Rp100 miliar di Palu & Terbitkan Obligasi Rp1,5 triliun

PT Bukaka Teknik, salah satu anak perusahaan Kalla Group, akan mengerjakan monorail dengan sistem bagi hasil untuk jangka waktu 30-40 tahun. Rencana ini tekah dibahas di Kantor Balai Kota Makassar beberapa waktu lalu.

Komisaris PT Bukaka, Solihin Kalla hadir pada pertemuan di balai kota ini. Salah satu putra mantan Wapres Jusuf Kalla ini menargetkan proyek ini bisa rampung tiga tahun mendatang.

Pembahasan detil mengenai megaproyek ini akan dilakukan 25 Juli nanti. “Kami butuh visibility study kurang lebih enam bulan untuk mengurus semuanya,” kata Solihin.(Sumber: tender-indonesia.com & tribun-timur.com)

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda