TRANSPORTASI UDARA

Garuda Beli 25 Armada ATR dan CN235 Jaga Wilayah

1
132

Garuda terbang semakin tinggi mencapai beberapa negara. Oleh karena bisnisnya makin berkembang, Garuda menginvestasikan Rp7,2 triliun untuk membeli 25 pesawat baling-baling. Sementara itu, PT Dirgantara Indonesia mampu membuat pesawat CN235 yang berfungsi sebagai pesawat patroli maritime.

131015-02a

Perusahaan Garuda Indonesia yang sahamnya dapat kita beli di pasar modal, belum lama ini menandatangani perjanjian kerja sama tripatrit untuk pemesanan 25 pesawat baling-baling (turboprop) berjenis ATR72-600 dengan total nilai US$ 625 juta setara dengan Rp 7,2 triliun.  Dokumen kerja sama tersebut ditandatangani oleh manajemen Garuda, pabrikan pesawat   Avions de Transport Regional (ATR) dan Nordic Aviation Capital (NAC) perusahaan yang berkedudukan di  Prancis dan Italia.

Advertisement

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengatakan,  pemesanan armada terbaru Itu sebagai upaya perusahaan untuk terus mengembangkan dan memperkuat jaringan penerbangannya di pasar domestik.  Pengadaan pesawat tersebut  juga guna mendukung program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

Menurut  Emirsyah, Garuda terus melanjutkan program transformasi dan ekspansi perusahaan sejalan dengan pertumbuhan positif industri penerbangan,  dan seiring rencana pemerintah untuk mengembangkan infrastruktur transportasi udara dengan membuka bandara baru di Indonesia hingga tahun 2033 mendatang.

Dia menjelaskan,  pihaknya memesan 25 pesawat ATR72-600 melalui mekanisme sewa dari perusahaan leasing dan financing Nordic Aviation Capital di Denmark.  Garuda juga memiliki opsi pilihan untuk menambah 10 armada untuk jenisyang sama,  sehingga total armada yang didatangkan mencapai 35 pesawat.

Menurut Emirsyah,  pesawat tersebut akan digunakan untuk melayani penerbangan pada rute jarak dekat.  Dua unit pesawat tiba pada  November 2013, dan sisanya didatangkan secara bertahap hingga tahun 2017.

Turbo propeller/turboprop

Maskapai Garuda Indonesia menggelontorkan dana sebesar US$ 840 juta untuk mendatangkan 25 unit pesawat jenis baling-baling (turbo propeller/turboprop)  ATR 72-600,  dan diharapkan bisa ditambah 10 unit pesawat.  Harga pesawat sekitar US$ 24 juta per unit.

Pengoperasian pesawat turboprop tersebut seiring program peningkatan layanan yang dilaksanakan dengan memberikan lebih banyak pilihan destinasi kepada penumpang.  Kemudian,  kebijakan juga telah sesuai dengan langkah Garuda menjadi anggota aliansi global SkyTeam pada Maret 2014.

Chief Executive Officer (CEO) Avions De Transport Regional GIE (ATR) Filippo Bagnato mengaku bangga dengan adanya kontrak bersama Garuda dan perusahaan leasing asal Denmark (Nordic Aviation Capital) yang bekerja sama untuk pengadaan 25 armada pesanan Garuda. Masa kontrak berlaku selama 10 tahun.

Sementara itu, pihak PT Garuda Indonesia Airlines telah melakukan penandatanganan dokumen perjanjian kerja sama tentang pendanaan lima pesawat Boeing 777-300 ER dan enam pesawat  Airbus A320 dengan Industrial and Commercial Bank of China (ICBC) Limited.  Dengan kerja sama itu, Garuda mendapatkan pendanaan pesawat dengan pola sale and lease back yang terdiri dari lima pesawat Boeing 777-300KR Garuda Indonesia, dan enam pesawat Airbus A320 Citilink. Total nilai kerja sama itu mencapai US$ 1,7 miliar.

131015-02b

Emirsyah menjelaskan,  bahwa pengoperasian Boeing 777-300 ER merupakan bagian dari quantum leap 2011 -2015,  khususnya program pengembangan armada dalam rangka peningkatan kapasitas dan pengembangan jaringan penerbangan internasional serta sebagai bagian dari langkah Garuda sebagai salah satu global player.

Baca juga :   Restrukturisasi Mesin Tekstil, Bangun Pabrik Kertas dan Penambahan Mesin Baja

Garuda mendapatkan pendanaan senilai US$ 1,7 miliar dari Industrial and Commercial Bank of China Limited untuk membeli lima pesawat Boeing 777-300 ER dan enam pesawat Airbus A320.  Pendanaan itu diberikan dengan pola sale and lease back, demikian Emirsyah.

Lima pesawat Boeing 777- 300ER,  lanjut Emir, diterima pada Mei 2014 hingga September 2015.

Sedangkan enam Airbus A320 diterima anak perusahaan Garuda,  PT Citilink Indonesia,  pada Juni – Desember 2014.  Boeing 777-300ER itu  nantinya dioperasikan untuk beberapa rute penerbangan.  Di antaranya,  Denpasar-Jepang,  Denpasar-Korea.  Kemudian,  Denpasar-China,  Denpasar- Sydney.  Selain itu,  pesawat ini akan dioperasikan juga untuk rute langsung Jakarta-London pada tahun 2014,  dan Jakarta-Amsterdam tahun 2015.

Sedangkan Airbus A320 dioperasikan oleh Citilink pada rute-rute domestik seperti destinasi Surabaya,  Medan,  Denpasar,  dan wilayah Indonesia lainnya untuk mendukung konektivitas antardaerah.  Sebagian pesawat lainnya terbang ke rute regional seperti  Singapura,  Kuala Lumpur,  dan Perth (Australia).

Buatan Dirgantara Indonesia

Perusahaan pesawat yang digagas dan didirikan oleh Prof.Dr. B.J. Habibie—ketika menjabat Menristek dan Kepala BPPT tahun 1980-am, PT Dirgantaea Indonesia semakin dilirik oleh berbagai negara, seperti perusahaan swasta dan instansi pemerintah dari dalam negeri dan negara-negara lain. Sejak aktif mengikuti pameran dan promosi di luar negeri—seperti di Singapura dan Kuala Lumpur (Malaysia), kualitas produk buatan Dirgantara Indonesia   mampu bersaing dengan produsen pesawat dari negara-negara maju dalam posisi yang setara.

131015-02c

Kepercayaan dan dukungan yang terus menerus pada Dirgantara Indonesia direalisasikan dan diwujudkan sebagai komitmen dan kerja keras untuk menghasilkan produk yang berkualitas,  tepat harga dan tepat waktu (deliver) sehingga para pelanggan merasakan kepuasan seperti pesawat yang digunakan untuk menjaga pertahanan wilayah kepulauan  Indonesia.

Pesawat seperti  CN235 Patmar  yang diproduksi Digantara Indonesia digunakan oleh TNI AL untuk mengawasi wilayah Indonesia yang luas itu. Oleh karena itu, manajemen Diargantara Indonesia berharap agar pihak lain memercayai kualitas dan kinerja pesawat buatannya. Kebutuhan pesawat Patmar cukup banyak yang digunakan untuk pertahanan wilayah  laut Indonesia.

Produk  CN235 Patmar adalah pesawat patroli kelas medium yang cocok dan unggul untuk mengemban misi patroli maritim karena mampu mengawasi dan menjaga laut  wilayah Indonesia yang demikian  luas itu. (Sumber: tender-indonesia.com dan lain-lain)

Incoming search terms:

Advertisement

1 KOMENTAR

  1. HARUSNYA PT GARUDA INDONESIA MEMBELI PESAWAT BUATAN PT DI YANG TELAH TERUJI DAN HARGANYA JUGA MURAH, SELAIN ITU AKAN MENUMBUHKAN PERKEMBANGAN PT DI UNTUK LEBIH MELEBARKAN SAYAPNYA DI ANGKASA DAN BERSAING DENGAN PERUSAHAN LAIN PEMBUAT PESAWAT TERBANG, AYO KAPAN MASKAPAI INDONESIA YANG LAIN MENCONTOH MERPATI AIRLINE DAN LION AIR

Tulis Opini Anda