POTENSI BIO-BATTERY (1)

Eksploitasi Limbah Menjadi Energi, Ini Teknologinya

0
22
Konsep BIO-BATTERY  ideal untuk membentuk sebuah suplai desentralisasi energi dan bahan mentah. (Sumber foto/©:Fraunhofer)

Material dapat digunakan untuk listrik, bahan bakar transportasi laut, tambahan bahan bakar atau pupuk. Bahkan hasil teknologi ini menyediakan material dasar bagi industri kimia.

Konsep BIO-BATTERY  ideal untuk membentuk sebuah suplai desentralisasi energi dan bahan mentah. (Sumber foto/©:Fraunhofer)

Teknologi bio-battery  adalah sebuah cara ekploitasi energi yang terdapat dalam material biomassa seperti endapan limbah, limbah hijau, sisa dari produksi makanan, jerami, dan kotoran binatang. Aksi terbaru dari Fraunhofer adalah menaruh konsep bio-battery   dalam praktik dengan implementasi instalasi pengujian skala besar.

Fasilitas biogas adalah bagian krusial dari suplai energi yang terdesentralisasi, menghasilkan listrik dari bahan mentah terbarukan dan menyeimbangkan variabel hasil tinggi yang berasal dari fasilitas energi angin dan surya.

Advertisement

Jerman memiliki sekitar 8000 bangunan yang beroperasi, menghasilkan total 3,75 gigswatt–secara kasar setara dengan tiga pembangkit listrik tenaga nuklir. Meski demikian teknologi ini memiliki kekurangan seperti  hanya dapat mengerjakan material organik dalam limit tertentu dan harus bersaing dengan pengolahan pangan.

Para ilmuwan di Fraunhofer Institute for Enviromental, Safety and Energy Technology (UMSICHT) membuat suatu solusi untuk meningkatkan efisiensi fasilitas biogas secara seignifikan. Solusi bio-battery  itu bukan hanya menyuplai energi listrik dan panas tetapi juga produk berharga lainnya seperti gas, minyak, dan biochar.

Material tersebut kemudian dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan: untuk listrik, bahan bakar transportasi laut, tambahan bahan bakar atau pupuk. Bahkan hasil teknologi ini menyediakan material dasar bagi industri kimia.

Terkonstruksi modular, bio-battery  adalah penggabungan serangkaian teknologi ramah lingkungan termasuk di dalamnya fasilitas biogas, sistem penyimpanan panas, pengubah gas, dan motor penghasil istrik.

Fokus konsep ini adalah teknik thermo-catalytic reforming (TCR®) yang digunakan para ahli untuk mengkonversi residu dari fasilitas biogas dan bioetanol dari produksi yang telah ada, limbah biomassa industri, endapan limbah, jerami, serbuk kayu atau kotoran binatang dan mengubahnya ke dalam bentuk minyak, gas, dan biochar.

Mengandung bio-oil dan struktur air

“Manfaat utama dari bio-battery   adalah, kita dapat menggunakan sejumlah bahan mentah yang kadang kala harus dibuang dan seringkali berbiaya besar,” tutur Profesor Andreas Hornung direktur UMSICHT cabang Sulzbach-Rosenberg.

Untuk mendemonstrasikan bahwa konsep tersebut dapat dipraktikkan, para peneliti membangun fasilitas pengujian yang mengolah 30 kg biomassa per jam. Pertama, bahan mentah melewati sebuah pintu air ke dalam sebuah reaktor berputar dengan atmosfer inert. Di sana bahan tersebut dipanaskan dan dihancurkan menjadi biochar dan uap volatil.

Baca juga :   Alam Sebagai Pabrik Kimia Tanpa Mesin?

Uap itu dipanaskan lebih lanjut dan kemudian didinginkan lagi. Dalam proses, bahan tadi terkondensasi ke dalam bentuk cairan yang mengandung bio-oil dan struktur air. Para peneliti mengekstrak minyak berharga untuk digunakan kembali, sementara gas yang dihasilkan dimurnikan dan dikumpulkan.

Produk cairan, gas, dan padat yang dihasilkan dapat dimanfaatkan kembali dengan berbagai cara. Minyak dapat diproses menjadi bahan bakar kapal dan transportasi atau digunakan dalam pembangkit tenaga dan panas–begitu pula dengan gas–untuk menghasilkan listrik dan panas.

Struktur air yang terpisah mengandung sejumlah rantai pendek komponen biodegradable carbon, dan dapat digunakan kembali dalam fasilitas bioga suntuk meningkatkan hasil metana. Biochar digunakan untuk pemelihara tanah.

Apakah penggunaan teknologi bio-battery  efisien? “Bio-battery  mengubah lebih dari 75 persen input energinya menjadi sumber energi berkualitas tinggi dalam proses berkelanjutan, berdaya tahan tinggi. Dan dengan menggunakan akumulator panas laten bergerak, kita dapat meningkatkan lebih efisiensi energinya,” jawab Hornung.

Salah satu manfaat utama dari bio-battery    adalah sistem yang dapat diperluas langkah demi langkah. “Ini sangat menarik secara finansial bagi operator, semenjak tidak terdapat investasi dalam jumlah besar, sesuai dengan analisis keuntungan yang kami demonstrasikan,” penjelasan Hornung.

Perusahaan Susteen Technologies GmbH sebuah proyek lain dari UMSICHT, telah menaruh konsep bio-battery  dalam implementasi instalasi pengujian skala besar dengan bantuan partner Jerman dan luar negeri.

“Kami membutuhkan sebuah campuran dari teknologi yang berbeda-beda apabila kami akan membuat transisi ke sebuah ekonomi energi yang baru. Konsep bio-battery    ini ideal untuk membentuk sebuah suplai desentralisasi energi dan bahan mentah,” tandas Hornung.

Apa keunggulan lainnya bio-battery dan kelemahannya? (Bahan diolah dari The Bio-battery tulisan Marion Horn, Fraunhofer dan www.umsicht-suro.fraunhofer.de/en.html)

 

Simak POTENSI BIO-BATTERY  (2)
Membantu Tim Medis dan Tentara, Apa Kelemahannya?

Advertisement

Tulis Opini Anda