BETON BAJA

Ducon Inovasi Teknologi Beton anti Bom

0
5
(Gambar kiri): Tipe beton baja baru melindungi One World Trade Center di Ground Zero-beton tidak patah, hanya terdeformasi. (Foto/ ©: Fraunhofer IAF). (Gambar kanan): Panel yang berukuran lebar dan langing (hanya 15 mm namun sangat ampuh terhadap tekanan bom. Panel ini bisa ditekuk/bengkokkan sesuai dengan keinginan pengguna. (Sumber foto/@: DUCON Europe GmbH & CoKG)

Beton hanya terdeformasi dalam sebuah ledakan dan tidak mengalami fraktur–hal ini mungkin saja terjadi pada campuran khusus yakni sangat keras, beton performa tinggi, dan beton hancuran halus dengan tulang baja.

(Gambar kiri): Tipe beton baja baru melindungi One World Trade Center di Ground Zero-beton tidak patah, hanya terdeformasi. (Foto/ ©: Fraunhofer IAF). (Gambar kanan):  Panel yang berukuran lebar dan langing (hanya 15 mm namun sangat ampuh terhadap tekanan bom. Panel ini bisa ditekuk/bengkokkan sesuai dengan keinginan pengguna. (Sumber foto/@: DUCON Europe GmbH & CoKG)
(Gambar kiri): Tipe beton baja baru melindungi One World Trade Center di Ground Zero-beton tidak patah, hanya terdeformasi. (Foto/ ©: Fraunhofer IAF). (Gambar kanan): Panel yang berukuran lebar dan langing (hanya 15 mm namun sangat ampuh terhadap tekanan bom. Panel ini bisa ditekuk/bengkokkan sesuai dengan keinginan pengguna. (Sumber foto/@: DUCON Europe GmbH & CoKG)

Salah satu contoh gedung yang menggunakan beton tahan bom ini adalah One World Trade Center berlokasi di New Yorl City, Amerika Serikat. Beton ini dominan digunakan untuk menjaga keamanan gedung yang betonnya kuat terhadap ledakan bom. Para ahli di FRaunhofer Institute for High Speed Dynamics, Ernst-Mach-Institut (EMI) di Freiburg, Jerman mendukung upaya DUCON Europe GmbH & CoKG yang bertahun-tahun mengoptimalkan inovasi teknologi dan telah dipatenkan.

Para peneliti EMI mengadakan tes kualifikasi dinamis pada material di bawah beban ekstrim.Hal ini termasuk karakterisasi material dan menghitung profil kurva karakteristik. Mereka telah mengembangkan formula matematika yang simpel dan cepat untuk menghitung ketebalan yang diperlukan beton inovatif untuk setiap aplikasi. Dengan shock tube mereka yang baru di Efringen-Kirchen, para peneliti dapat mensimulasikan kekuatan detonasi – tanpa harus menggunakan efek ledakan. Beton perfoma tinggi juga diujikan di sana. (Birgit Bindnagel, [email protected])

Baca juga :   Robot Bawah Air dengan Sensor Sentuhan
Advertisement

Tulis Opini Anda