TRANSPORTASI

Dua Konsorsium Bangun Proyek MRT Lebak Bulus-HI Rp3,6 triliun

0
34

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan proyek jalur mass rapid transit fase pertama Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia sepanjang 15,7 kilometer dimulai pembangunannya Mei 2013.  Perusahaan daerah PT Mass Rapid Transit mengumumkan dua konsorsium pemenang tender konstruksi sipil tiga paket pekerjaan senilai Rp3,6 triliun paket bawah tanah Bundaran Hotel Indonesia – Blok M.

130506-01a

Direktur Utama MRT Dono Boestami mengatakan fase pertama pembangunan MRT ini terbagi dalam delapan paket konstrukti sipil,  perinciannya tiga konstruksi sipil bawah tanah,  tiga konstruksi sipil layang,  dan dua paket pengadaan sistem dan rolling stock (pengadaan kereta) semuanya membutuhkan biaya 125 miliar yen.

Advertisement

Dono mengumumkan pemenang tender pekerjaan fase pertama jalur bawah tanah adalah konsorsium joint venture Simitzu-Obayashi-Wijaya Karya-Jaya Konstruksi,  yang mengerjakan dua paket jalur bawah tanah,  dan konsorsium joint operation Sumitomo Mitzui – Hutama Karya yang mendapat satu paket pekerjaan jalur bawah tanah.

130506-01b

“Kami umumkan pemenang tender tetapi proses tender proyek masih berlanjut.  Kami akan melanjutkan proses pemberian letter of acceptance (surat penunjukan) tiga paket pekerjaan bawah tanah,” katanya.

Pihak pemberi pinjaman Japan International Cooperation Agency (JICA) akan mendukung seluruh proses tender sampai tanda tangan difinitif kontrak dengan kontraktor.

Untuk dimulainya proyek ini diawali penyusunan Detail Engineering Design (DED) lebih dulu sebelum konstruksi fisik.  PT MRT mengharapkan dukungan publik pada saat awal pembangunan MRT karena dipastikan lalu lintas akan terganggu.

130506-01c

Sementara itu, sejumlah perusahaan dalam dan luar negeri berminat mengikuti lelang proyek monorel dan trem di Surabaya senilai Rp10 triliun yang akan dilelang Juli 2013.

Baca juga :   Dunia Pesan Buatan Bandung

Kepala Bidang Fisik dan Prasana,  Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Dwijaya Warda mengatakan perusahaan yang menjajaki kemungkinan proyek antara lain PT Bukaka Teknik Utama,  PT Adhi Karya Tbk serta perusahaan asal Prancis dan Jerman.  Bila memenangi tender,  perusahaan wajib membiayai proyek dan mendapat hak mengelola hingga 30 tahun.

“Tapi mereka masih penjajakan hanya komunikasi belum tentu ikut,” jelasnya.

Dia menambahkan studi kelayakan tengah dilakukan.  Meski demikian,  persoalan skema integrasi tiket kereta cepat,  trem,  dan angkutan pengumpan belum diputuskan.  Kami harus masih matangkan soal integrasi tiket.”

Kereta monorel di Surabaya sedianya melewati Surabaya bagian Timur ke Barat dengan panjang sekitar 23 kilometer.  Titik paling timur berada di daerah Kejawan dan Lidah Kulon di paling Barat.  Ada 24 stasiun di lintasan itu.

Adapun,  trem melewati Surabaya utara menuju selatan dengan jalur sepanjang sekitar 16,7 kilometer.  Titik paling utara di daerah Joyoboyo dan Sonokembang di selatan dengan 26 stasiun pemberhentian di jalur itu.  “Pemkot berharap salah satu koridor dari dua proyek itu bisa beroperasi 2015.”   (Sumber: tender-indonesia.com)

Advertisement

Tulis Opini Anda