FUNGSI DIGITISASI 3D (3)

Drone Mendigitalisasikan Situs Arkeologi dari Udara

0
4
Dua kontrol oleh komputer, lengan sensor lengkung semi sirkular menggunakan kamera digital intuk menangkap detail terbaik dari figur aslinya. (Sumber foto/© Boris Roessler/dpa)

Forum Culture in 3D bertujuan untuk bersama membawa perwakilan dari bidang-bidang penelitian, industri, budaya, dan politik. Bagaimana robot melakukan pekerjaan arkeologi yang memandai kecantikan patung kuno dengan kedua matanya?

Dua kontrol oleh komputer, lengan sensor lengkung semi sirkular menggunakan kamera digital intuk menangkap detail terbaik dari figur aslinya. (Sumber foto/© Boris Roessler/dpa)
Dua kontrol oleh komputer, lengan sensor lengkung semi sirkular menggunakan kamera digital intuk menangkap detail terbaik dari figur aslinya. (Sumber foto/© Boris Roessler/dpa)

Kesulitan lain dihadapkan pada ambiguitas yang mengelilingi hak-hak legal untuk produk proses digitisasi 3D bagi objek warisan kebudayaan. Apakah mereka untuk pemilik artifak ? Dan bagaimana dengan pindaian barang pinjaman ?

“Kami memutuskan untuk menghindari menemukan diri kami dalam posisi, beberapa tahun setelahnya, memiliki solusi teknis yang siap diluncurkan tetapi tidak dapat digunakan karena masalah hukum yang tidak terselesaikan,” Santos menjelskan.

Advertisement

“Oleh sebab itu, kami bermaksud untuk mendesain sebuah keseluruhan ekosistem, boleh dikatakan demikian.” Salah satu bagian dari sistem ini baru-baru ini menyelenggarakan forum Culture in 3D, yang bertujuan untuk bersama membawa perwakilan dari bidang-bidang penelitian, industri, budaya, dan politik dua kali dalam setahun untuk mengerjakan syarat yang dibutuhkan dan garis besar rangka untuk mengimplementasikannya.

Terdapat rencana untuk sebuah prototipe fasilitas pemindaian bergerak dikerjakan kemudian tahun ini, mengarsipkan objek di lima museum di Jerman dengan tujuan untuk menunjukkan betapa baik, dan secara khusus betapa cepatnya, CultLab3D bekerja dalam praktiknya. Empat museum di Berlin dan Liebieghaus di Frankfurt akan mengambil kesempatan untuk menggunakan teknologi ini, dan hasilnya kemudian akan dibandingkan dengan hasil sistem digitisasi konvensional.

Pengkorespondesian referensi data telah tersedia, dikumpulkan tahun 2014 dengan bantuan pelajat yang menggunakan pemindai structured-light yang tersedia secara komersial untuk memetakan danmerekam secara digital berbagai objek seni di setiap museum yang berpartisipasi.

Baca juga :   Microsoft Berikan Windows 10 Anniversary Secara Gratis

Kecantikan kuno pemilik dua mata

CultLab3D saat ini mampu untuk memproses objek hingga maksimum memiliki tinggi 60 cm dan memiliki lebar 60 cm yang memiliki berat maksimum 50 kilogram. Tujuan menengah ilmuwan adalah menawarkan keseluruhan rangkaian teknologi digitisasi yang berbeda.

Pada akhir 2014, mereka ingin mendesain dan membangun sebuah sistem robotik yang akan mampu untuk memindai dan mendigitisasi patung hingga dua buah dan memiliki tinggi setengah meter. Mereka juga mengerjakan sistem drone otonom yang akan dapat mendigitalkan dokumen situs arkeologi ekstensif dari udara.

Kedua ahli ini hanya membutuhkan beberapa detik untuk memandai kepala patung. (Sumber foto/© Boris Roessler/dpa)
Kedua ahli ini hanya membutuhkan beberapa detik untuk memandai kepala patung. (Sumber foto/© Boris Roessler/dpa)

Akan tetapi, para peneliti Fraunhofer merencanakan lebih jauh: Competence Center 3D Printing Technology sedang mengembangkan penyalin 3D inovatif yang suatu hari nanti dapat mencetak model 3D aktual yang dapat mereplika properti material optikal aslinya seperti translucence atau seberapa mengkilat permukaannya.

Siapa tahu, mungkin suatu hari nanti kita akan melihat pengunjung museum membawa replika yang tampak realistis dari Nefertiti ke rumah atau sebagai preferensi pribadi, mungkin sebuah salinan dari kecantikan patung kuno dengan kedua mata lengkap. (Bahan diolah dari Cultural treasures in 3D tulisan Ulrike Zechbauer, Fraunhofer 1/15)

Simak artikel selanjutnya dengan topik FUNGSI DIGITISASI 3D (1)
Menyelamatkan Harta Karun Kebudayaan Kita

Advertisement

Tulis Opini Anda