INDUSTRI PESAWAT TERBANG

Dirgantara Indonesia & Airbus Military Jual Pesawat NC-212 Terbaru ke Pasar Dunia

0
39

Perusahaan Dirgantara Indonesia (DI) dan Airbus Military menandatangani kesepakatan kerjasama untuk meluncurkan Airbus Military NC212-400 versi upgrade terbaru.  Kesepakatan dan kerjasama ini sebagai langkah lebih lanjut dalam perjanjian bisnis jangka panjang. Dalam kesepakatan baru itu,  DI dan Airbus Military bekerja sama untuk memproduksi dan memasarkan pesawat  NC-212 ke seluruh dunia, demikian Direktur Utama PTDI Budi Santoso belum lama ini.

Kesepakatan bisnis itu bernilai investasi US$14-15 juta yang dilakukan oleh  kedua perusahaan itu sejak Juli 2011 dalam bentuk kerjasama pengembangan,  manufaktur,  komersial dan untuk memenangkan kompetisi akan kebutuhan pasar di segmen pesawat kecil baik sipil,  militer dan kargo.

Advertisement

“Kita menawarkan pesawat terbang sipil dan militer kelas kecil yang moderen dan kompetitif.  Nilai investasinya US$14-15 juta,” katanya.

Pesawat NC-212 upgrade ini akan dilengkapi dengan avionik digital dan sistem autopilot terkini.  Pesawat ini juga memiliki interior sipil terbaru yang mampu membawa sampai dengan 28 penumpang dibandingkan seri lama yang hanya memuat 25 penumpang saja.  Diperkirakan 10 tahun mendatang,  permintaan pesawat ini akan mencapai 400-450 pesawat.

“Kerjasama ini akan memperkuat kedudukan DI terdepan di wilayah Asia Pasifik seperti yang kami rencanakan dalam perjanjian kerjasama dengan Airbus Military,” tutupnya.

CN-295 perkuat alutsista TNI AU

Pada kesempatan lain, Dirgantara Indonesia siap melakukan kontrak terbaru untuk membuat pesawat.  Lima kontrak untuk membuat 5 pesawat dengan jenis yang berbeda siap dilakukan tahun 2013 seperti dituturkan oleh asisten Direktur DI Sonny Saleh Ibrahim.

Lima kontrak yang dimaksud salah satunya adalah pembuatan pesawat Cassa jenis CN-235.  Pesawat yang mampu terbang dengan ketinggian 25.000 kaki dan dengan kecepatan 245 kt/454 km/jam ini rencanya akan diproduksi 2 unit.   Sebanyak 5 pesawat Cassa,  2 untuk CN-235, 2  untuk CN-295 dan 1 untuk C-212-400—semuanya buatan Dirgantara Indonesia.

Selain pesawat jenis Cassa,  DI juga akan memproduksi 25 helikopter dan 1 unit pesawat Superpuma.  Rencananya jumlah investasi yang meliputi 5 kontrak yang akan dilakukan pada tahun 2013 dan nilai bisnisnya sebesar Rp 3 triliun.

Dua unit pesawat CN-295 resmi memperkuat alat utama sistem senjata (Alutsista) di jajaran TNI Angkatan Udara (AU),  khususnya Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma,  Jakarta.

Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima kedua pesawat itu dari Kementerian Pertahanan kepada Mabes TNI,  dan selanjutnya diterima Mabes TNI AU,  di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma,  Jakarta Timur.

Baca juga :   Dukung Proyek KS, 40 Perusahaan Korea Siap Investasi di Cilegon

“Penyerahan dua pesawat hasil kerja sama Airbus Military Spanyol dengan PT Dirgantara Indonesia itu merupakan bagian dari sembilan unit yang dipesan Kemhan pada 14 Februari 2012 lalu,” kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.

Tujuh pesawat sisanya bakal diserahterimakan paling lambat akhir 2014 mendatang. Menhan mengatakan,  porsi pekerjaan yang dilaksanakan DI dalam pembuatan pesawat ini meningkat secara signifikan dari pesawat pertama hingga pesawat ke sembilan.

“Proses produksi tujuh pesawat dilakukan di Airbus Military dan dua unit lainnya dibuat di PT Dirgantara Indonesia,” kata Purnomo.  Selain itu,  komponen maupun vendor items yang dibuat di Airbus Military,  akan dikirim ke PT DI untuk diintegrasikan.

Purnomo mengatakan,  pesawat CN-295 sangat efektif untuk melakukan operasi militer selain perang,  seperti penanggulangan bencana alam.

Pesawat CN-295 adalah pesawat angkut taktis (medium airfilter) generasi terbaru yang sudah menggunakan full glass cockpit,  digital avionic dan sepenuhnya kompatibel menggunakan night vision googles (NVG).

Pesawat ini akan menggantikan pesawat Fokker-27 yang sudah dilarang terbang oleh pemerintah pascakecelakaan di Halim beberapa bulan lalu.  CN-295 merupakan pesawat pengembangan dari tipe CN-235 yang juga telah dioperasikan di Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma.

CN-295 mampu membawa 71 personel atau total 9 ton cargo.  Pesawat ini mampu terbang hingga ketinggian 25 ribu kaki dengan kecepatan jelajah maksimal 260 knot atau 480 kilometer perjam.  Pesawat ini juga dapat diterbangkan dan dikendalikan dengan aman dan sangat baik pada kecepatan rendah hingga 110 knot atau 203 kilometer perjam.

Dengan menggunakan dua mesin Turboprop Pratt dan Whitney Canada (PW 127G),  pesawat ini mampu melaksanakan lepas landas dan pendaratan pada landasan pendek sekitar 670 meter atau setara 2.200 kaki dengan berat tertentu. (Sumber: Tender-Indonesia.com)

Advertisement

Tulis Opini Anda