ROL FILM DIGITAL

Digital Driver Menggulung Rol Film yang Panjang

0
32
Universal film digital menentukan standar film yang dapat ditampilkan di seluruh dunia. Para peneliti di Erlangen telah menciptakan prosedur tes untuk memenuhinya. (Sumber foto/©: Kurt Fuchs/Fraunhofer IIS)

Beberapa perusahaan besar mulai mengintegrasikan penggunn software easyDCP ke produk mereka. Perusahaan itu antara  lain Quantel, Drastic, dan Blackmagic Design.

Universal film digital menentukan standar film yang dapat ditampilkan di seluruh dunia. Para peneliti di Erlangen telah menciptakan prosedur tes untuk memenuhinya. (Sumber foto/©: Kurt Fuchs/Fraunhofer IIS)

 

Apakah Anda senang menonton film di gedung bioskop? Mungkin Anda termasuk penonton film yang adegan yang ditayangkan di layar lebar sudah berasal dari “rol digital”—tidak seperti (sebelum) tahun 2010, film yang diputar berasal dari rol film yang berukuran panjang.

Advertisement

Kini film tidak lagi menggunakan rol film yang berat dan bergulung, salinan film sudah terekam dalam digital yang dikirimkan ke gedung bioskop atau teater film. Dengan menggunakan software DCP (Digital Cinema Package), paket digital tersebut lebih mudah dibuat dengan standarnya yang dibutuhkan sehingga film versi digital tersebut dapat diputar di teater mana pun—dan bisa dikirimkan lewat internet.

Lebih dari 100 tahun silam, teknologi analog mendominasi sinema. Gambar bergerak ditangkap oleh film yang terbuat dari seluloid atau poliester, dan standar ini seragam diaplikasikan di seluruh dunia.

Tiap strip film memliki lebar 35 milimeter dan penuh lubang di bagian sisi luar. Dengan menggunakan film tersebut, bisa ditampilkan di seluruh teater. Akan tetapi, distribusi film digital telah mengubah semua keadaan dan standar: selain mengirim rol film analog, teater film menerima DCP (Digital Cinema Package) melalui perangkat keras atau satelit, yang termasuk di dalamnya adalah tidak hanya video digital bersandi dan data audio tetapi juga subtitles dalam berbagai bahasa.

Film versi digital dapat ditampilkan di seluruh sinema di seluruh dunia; Pada tahun 2005, enam studio terbesar Hollywood telah menentukan standar DCI dan spesifikasi teknis untuk kamera digital. Atas permintaan studio, para peneliti di Fraunhofer Institute for Integrated Circuits IIS di Erlangen, Jerman,  menciptakan prosedur tes internasional sebagai pemenuhan spesifikasi standar DCI.

Untuk memastikan salinan film digital sesuai dengan standar, para ahli di Fraunhofer IIS mengembangkan software untuk membuat DCP cocok untuk semua jenis alat pemutar yang dapat dipercaya untuk seluruh sistem sinema.

Pengoperasian simel dan bersih

“Selama mengembangkan easyDCP, kami sangat berkonsentrasi dalam menjaga pengoperasian tetap simpel dan bersih,” kata Dr.Siegfried Foessel, direktur departemen Moving Pictures Technologies di Fraunhofer IIS.

Baca juga :   Teknik Memodulasi Perilaku Seluler Merancang matriks
Rol film yang panjang tinggal kenangan setelah dilahap oleh film digital. (Sumber foto:https://www.123rf.com/)

 

Konsep tersebut meyakinkan para pengguna. Dalam waktu singkat easyDCP menjadi pemimpin di pasaran; lebih dari 1000 kustomer telah menggunakan software tersebut.

Sementara itu beberapa perusahaan besar mulai untuk mengintegrasikan software easyDCP ke produk mereka seperti Quantel, Drastic, dan Blackmagic Design.

“Kami telah menguji paket sinema yang dibuat dengan easyDCP dengan segala jenis alat pemutar dan secara kontinyu meningkatkan kemampuan software tersebut,” jelas Heiko Sparenberg, kepala grup Digital Cinema di Fraunhofer IIS.

Kenapa software tersebut sangat sukses dipasarkan? “Feedback dari para pengguna kami memegang peranan penting,” imbuhnya. Software tersebut tersedia tidak hanya untuk studio besar, tetapi juga untuk studio yang lebih kecil, produser, dan pembuat film independen untuk membuat paket digital sinema milik mereka sendiri.

Perusahaan post-production, produser film, distributor dan festival film–seluruh keuntungan berasal dari fungsi software yang komprehensif, seperti pemberian substitles dan track audio dengan bahasa yang berbeda atau mendukung format 3D atau resolusi 4K.

Di Berlin International Film Festival, software digunakan untuk menguji kualitas salinan film digital dari seluruh dunia agar paket sinema yang rusak dapat dengan cepat diidentifikasi, disiapkan, dan divalidasi untuk screening yang tepat.

Untuk pekerjaan mereka dengan topik Digital cinema conquers the world – software for creating digital cinema packages enables digital cinema’s breakthrough,  Dipl.-Inf. Heiko Sparenberg dan Dr.-Ing. Siegfried Foessel sudah menerima Joseph von Fraunhofer Prize.

Film dengan rol yang panjang digantikan oleh digital. Sekadar mengingat, rol film merek KODAK dan FUJI FILM yang kesohor hingga awal abad ini, tinggal nama sejak tahun 2012.  (Bahan diolah dari The digital film reel tulisan Birgit Niesing, Fraunhofer)

 

Advertisement

Tulis Opini Anda