BISNIS GALANGAN KAPAL

Daya Radar Membidik Kontrak Rp1,8 triliun

0
21

Perusahaan Daya Radar Utama (DRU) optimis dapat meraih target kontrak pengerjaan kapal Rp1,8 triliun hingga tutup tahun 2012.  Maklum,  kendati hingga Oktober 2012 baru berhasil meraih 70 persen dari target kontrak tersebut atau setara Rp1,26 triliun—perusahaan galangan kapal yang berdiri sejak 1972 ini mengaku sudah mengantongi sejumlah kontrak.  “Masih ada dua bulan lagi,  kami yakin bisa mengejarnya sesuai dengan target,” kata Amir Gunawan  Presiden Direktur PT Daya Radar Utama.

Menurut Amir,  kontrak terbaru dan terbesar yang berhasil diraih adalah pengadaan dua kapal perintis tipe 1.200 GT untuk Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.  Tender senilai Rp 144,7 miliar dimenangkan perusahaan pada 2 November 2012.

Advertisement

Perusahaan akan mengerjakan dua unit kapal yang mampu mengangkut sekitar 400 penumpang dan muatan kargo seberat 50 ton yang pengerjaannya sekitar 14 bulan.  “Saat ini sudah kami kerjakan dan akan diserahkan pada Januari 2014,” ujar Amir.

Sebelumnya,  pada pertengahan tahun ini,  Daya Radar juga mengantongi pesanan pengerjaan tiga kapal tanker berbobot 3.500 deadweight tonnage (DWT) pesanan Pertamina.  Nilai proyek satu kapal US$11,8 juta.  Jadi,  dari Pertamina saja,  Daya Radar mendapat proyek senilai US$35,4 juta.

Selain itu,  Daya Radar juga mendapat order pembuatan kapal dari Kepolisian RI,  Kementerian Pertahanan,  dan beberapa BUMN serta perusahaan swasta yang terkait dengan minyak dan gas.  Kapal yang dibangun beragam,  mulai dari jenis ro-ro penyeberangan (ro-ro ferrie),  ro-ro perintis,  hingga jenis kapal cepat.

Menurut Amir,  pengerjaan setiap kapal bervariasi bergantung pada  jenisnya,  berkisar 8 bulan hingga lebih dari setahun.  Dari semua jenis kapal yang dibangun,  permintaan terbanyak untuk kapal angkutan.

Perbaiki beberapa tipe kapal

Sepertinya,  target akhir tahun Daya Radar bisa tercapai.  Pasalnya,  sekarang ini perusahaan sedang mengikuti tender pengadaan kapal untuk perusahaan migas swasta nasional.  Namun,  Amir enggan menyebut nama perusahaan dan nilai proyek yang diincar.  Yang jelas,  tender itu membutuhkan enam kapal jenis angkutan kargo dan penumpang.  “Masih negosiasi,  mudah-mudahan akhir tahun ini deal,” ungkap Amir.

http://www.dayaru.com/

Saat ini,  kontribusi terbesar pendapatan Daya Radar disumbang dari pembuatan kapal,  yakni 90 persen.  Sisanya,  10 persen dari bisnis perbaikan kapal.

Baca juga :   Siemens dan Nusantara Resmikan Pabrik Turbin Uap di Bandung

Sekadar gambaran,  Daya Radar saat ini memiliki tiga unit galangan kapal,  yaitu dua unit di Jakarta dan satu unit di Lampung.  Setiap tahun,  ketiga galangan itu mampu memproduksi 8-10 unit kapal berbobot 500-3.500 DWT,  dan 20-30 unit kapal berbobot ringan,  seperti speed boat.

Nah,  demi mengerek kapasitas produksi,  Daya Radar saat ini sedang membangun satu galangan baru di Lamongan,  Jawa Timur.  “Ini akan jadi galangan kami yang terbesar.  Paling tidak kapasitas produksinya bisa dua kali lipat dari saat ini,  untuk semua jenis kapal,” papar Amir.

Galangan tersebut bakal memakan lahan 40 hektare.  Rencananya,  pembangunan dibagi menjadi tiga tahap.  Sejak awal kuartal IV-2012,  pembangunan tahap pertama sudah dimulai,  yaitu dengan penambahan fasilitas workshop,  pembangunan dermaga.

Perusahaan ini menyiapkan Rp400 miliar untuk pembangunan tahap I.   Sekitar 70 persen dari pinjaman bank dan 30 persen dari kas perusahaan. “Tahap I, pihaknya menargetkan selesai tahun 2015.  Sedangkan tahap III akan rampung pada tahun 2020.

Dengan adanya galangan kapal baru itu,  nantinya Daya Radar bisa membangun kapal berkapasitas 50.000-70.000 DWT.  Saat ini,  perusahaan baru bisa membuat kapal berbobot 500-3.500 DWT.

Amir menyebut,  pasar bisnis pembuatan kapal di Indonesia masih sangat besar.  Selama ini,  pemain domestik baru bisa memasok sekitar 10 persen,  sisanya dari asing.  Selain itu,  jika ada perbaikan kapal-kapal besar selama ini larinya masih ke luar negeri.

Perusahaan ini telah mampu memperbaiki kapal berukuran hingga 8000 DWT antara lain, kapal Tanker, Ferry, Dredgers, Tug Boat, Bulk Carriers, kapal cepat Ferry dan kapal konversi dari kapal container ke kapal Accomodation Offshore SUpport dengan kapasitas 200 crew dan heli-deck. (Diolah dari berbagai sumber).

Advertisement

Tulis Opini Anda