APLIKASI PENELITIAN

Dampak Mutu Bahan Baku pada Kualitas Hidup Kita

0
14
Mesin berkualitas tinggi memanen hasil pertanian (gandum) yang juga berkualitas. Gandum berkualitas ini dihasilkan dari bibit—hasil penelitian yang baik—bulirnya menjadi bahan makanan, dan pelepahnya bisa diolah menjadi berbagai produk untuk makanan ternak atau jadi bahan baku lainnya. (Sumber foto: dow.com)

Suatu negara mencapai kemajuan berkat kontribusi hasil penelitian yang diimplementasikan pada berbagai sektor industri—seperti  industri kimia dan pertanian. Simak pemecahan glukosa dan gula menjadi poliol yakni bahan baku mineral dan plastik.

Mesin berkualitas tinggi memanen hasil pertanian (gandum) yang juga berkualitas. Gandum berkualitas ini dihasilkan dari bibit—hasil penelitian yang baik—bulirnya menjadi bahan makanan, dan pelepahnya bisa diolah menjadi berbagai produk untuk makanan ternak atau jadi bahan baku lainnya. (Sumber foto: dow.com)
Mesin berkualitas tinggi memanen hasil pertanian (gandum) yang juga berkualitas. Gandum berkualitas ini dihasilkan dari bibit—hasil penelitian yang baik—bulirnya menjadi bahan makanan, dan pelepahnya bisa diolah menjadi berbagai produk untuk makanan ternak atau jadi bahan baku lainnya. (Sumber foto: dow.com)

Perusahaan Dow yang tentu saja berfokus menciptakan pertumbuhan berkelanjutan setiap tahun. Untuk itu, manajemen menyiapkan program produk-produk inovatif.  Manajemen Dow yang pabriknya berlokasi dekat sungai Rhine, Jerman, mendapatkan bantuan  dari tim ahli Fraunhofer—sejenis lembaga pengetahuan.

Daftar paten yang dimiliki perusahaan Dow demikian panjang. Perusahaan ini  memasok alat industri yang digunakan di berbagai sektor  yang meliputi tekstil, transportasi, telekomunikasi, dan produk cat—termasuk kemasan dan produk perawatan pribadi seperti kosmetik wanita.

Advertisement

Fasilitas milik Dow itu  sangat dihargai di kantor pusat perusahaan di Midland, Michigan, Amerika Serikat. Di Dow Rhine Center, sering dilakukan sejumlah program  penelitian dan pengembangan yang menjadi tulang punggung strategi inovasi perusahaan itu. Bergelut dengan pengetahuan atau sains merupakan way of life bagi para peneliti, seperti diungkapkan oleh Dr. Rainer Busch, kepala departemen di Rhine Center yang menjadi basis pusat penelitian Dow di Jerman.

Sejak tahun 1965 hingga sekarang, Dow telah menginvestasikan sejumlah dana untuk pengadaan  berbagai fasilitas yang digunakan di Rhine Center—lintas batas Rheinmunster yang berlokasi di sisi sungai Rhine dan Drusenheim, Jerman—sejauh 6 kilometer di sisi Prancis. Sebuah kompleks pabrik untuk produk perlindungan tanaman di Drusenheim termasuk dalam situs riset.

Kedua lokasi tersebut berada di bawah tim manajemen tunggal. Laboratorium di Rheinmunster tidak hanya terkait dengan formula kimia untuk produk berorientasi masa depan, tetapi juga dengan teknologi proses dan pabrik dan perlindungan lingkungan. Penggunaan bahan baku alternatif sama pentingnya dengan materi pelapis atau teknik coating.

Salah satu instalasi industri kimia (Sumber foto: http://www.trccompany.com/)
Salah satu instalasi industri kimia (Sumber foto: http://www.trccompany.com/)

Kolaborasi menguntungkan

Salah satu kekuatan Dow adalah strategi khasnya yakni berdasarkan pada kemitraan dan aliansi. Manajemen Dow sering duduk bersama dengan para pesaing terdekatnya untuk membahas kolaborasi potensial. Misalnya kerja sama dengan BASF yang membangun sebuah pabrik untuk propilena oksida—sebuah  komponen penting dari produk anti-beku dan anti-korosi. Sedangkan proses produksi pokok dikembangkan melalui sebuah program penelitian gabungan.

Waktu itu CEO dijabat oleh Dow Andrew Liveris yang pernah menyatakan bahwa manajemen Dow membuat keputusan yang tepat. Dia mengatakan bahwa kerja sama dengan para pesaing Dow merupakan simbol komitmen  Dow untuk meningkatkan keberlanjutan.

Kesiapan untuk mendekati pihak lain dan untuk mencari solusi bersama merupakan bagian integral dari budaya perusahaan di Dow. Namun, perusahaan raksasa kimia itu tidak kekurangan kepercayaan diri—perusahaan yang sehat dan mampu. Manajemen melakukan yang terbaik untuk memastikan bahwa perusahan itu akan menjadi perusahaan kimia yang terbesar, yang paling menguntungkan dan paling dihormati di dunia. Oleh karena itu, wajar saja bahwa mereka tidak harus bergantung sepenuhnya pada usaha mereka sendiri di bidang penelitian.

“Kami secara terus-menerus mengupayakan sinergi yang dapat dimanifestasikan menjadi aplikasi atau produk baru,” imbuh Busch.

http://www.bruker.com/
http://www.bruker.com/

Di perusahaan Dow, penelitian selalu menjadi kekuatan pendorong bagi kemajuan dan masa depan. Dow melalukan kolaborasi dengan Fraunhofer sejak tahun-tahun awal. Dengan Institut Fraunhofer untuk Realibilitas dan Integrasi Mikro IZM di Berlin dan dengan Institut Fraunhofer dengan topik penelitian Rekayasa Proses dan Kemasan IVV di Freising—meskipun kerja sama tersebut hanya bersifat sporadis dan terbatas pada bidang penelitian spesifik.

Dalam sepuluh tahun terakhir, Institut Fraunhofer untuk Riset Polimer Terapan IAP di Golm, dengan pabrik percontohan sintesis dan pengolahan polimer di Dow Value Park di Schkopau, dan Institut Fraunhofer untuk Teknologi Kimia ICT di Pfinztal telah membuktikan menjadi mitra riset berharga.

Baca juga :   Apartemen Cerdas Penghemat Biaya
Hasil penelitian yang diperbesar (Sumber foto: Freshplaza.com)
Hasil penelitian yang diperbesar (Sumber foto: Freshplaza.com)

Kontak pertama dengan para ilmuwan di ICT terjadi ketika Dow menjual pusat pengembangan polimer di Tägerwilen, Swiss, pada pertengahan 1990-an. Pada saat itu, para insinyur  yang bekerja di ICT mencari pabrik percontohan untuk membantu meningkatkan produksi komponen-komponen plastik. Kolaborasi pada proyek ini berujung pada perluasan aktivitas gabungan untuk menyertakan bidang-bidang teknologi lainnya.

Gula bisa menggantikan minyak mineral

Ini teknologi primer dengan prospek masa depan yang membangkitkan minat perusahaan. Seluruh bidang bahan baku terbarukan, misalnya, membuka kemungkinan baru yang menarik bagi ahli kimia. Ketika ilmuwan menyadari bahwa gula bit adalah sumber bahan baku yang dapat digunakan untuk memproduksi plastik, hal ini juga membangkitkan minat yang cukup besar di Dow.

Pihak Dow dan ICT mengembangkan metode canggih pemecahan glukosa dan gula menjadi poliol yang dibutuhkan. Masih belum jelas apakah teknologi ini suatu hari nanti akan menuju ke produksi massal. Namun demikian, tim pengembangan menyebabkan kehebohan, karena jelas ada pengganti minyak mineral dalam manufaktur poliuretan.

Lokasi perusahaan Dow di dekat sungai Rhine (Sumber foto : Dow.com)
Lokasi perusahaan Dow di dekat sungai Rhine (Sumber foto : Dow.com)

Konservasi sumber daya dan promosi pertumbuhan berkelanjutan dinyatakan sebagai target  para insinyur dan teknisi di Dow. Budaya perusahaan yang terbuka dan kooperatif  menggantikan citra lama ahli kimia yang bekerja sendirian di laboratorium dengan citra perusahaan modern yang dikelola dengan baik. Mereka yang bertanggung jawab tahu betul bahwa kegiatan yang berorientasi riset menjadi kunci bagi produk inovatif, yang membantu menjelaskan pentingnya menjaga kontak dengan para ilmuwan dan pengetahuan praktis lembaga Fraunhofer.

Di delapan pabrik di tepi kiri dan kanan sungai Rhine, sekitar 900 karyawan dari 25 negara mengembangkan, memroduksi dan menjual hampir satu juta meter kubik bahan isolasi dan busa, dan lebih dari 300.000 metrik ton produk kimia setiap tahun. Sekitar 130 ilmuwan dan teknisi mendedikasikan diri mereka untuk pengembangan produk dan pencarian proses manufaktur yang inovatif untuk produk-produk baru. Pasar sangat kompetitif. Terobosan teknologi dan ide-ide inovatif adalah yang paling penting. “Masalah-masalah fundamental harus dilakukan pendekatan secara ilmiah,” kata Busch.
Setiap perusahaan yang memasok lateks yang dapat diproses tanpa masalah dalam mesin kertas yang berputar dengan cepat, atau menghasilkan lembar isolasi polystyrene yang dapat menahan sebuah truk forklift seberat beberapa ton, menunjukkan kekuatan inovasi yang patut diperhitungkan bahkan di masa mendatang.

Akan tetapi, The Dow Chemical Company yang berdiri di Amerika Serikat tahun 1897 itu, tidak percaya berhenti pada posisi menang. Manajemen tim peneliti di Rheinmunster mengalihkan perhatian terutama pada dua tren penting masa depan: bioteknologi industri dan bahan baku alternatif seperti batu bara, kayu dan selulosa.

“Kami memiliki kontak yang sangat baik dengan beberapa lembaga Fraunhofer,” Busch menekankan, “dan akan terus seperti itu di masa mendatang.” (Bahan diolah dari tulisan Andreas Beuthner; fraunhofer.de/magazine)

Advertisement

Tulis Opini Anda