PENGERAS SUARA SMARTPHONE

Cingo Memuaskan Selera Penggemar Rock dan Pop

0
4
Gambar kiri: Di mana pun dan kapan pun, suara berkualitas bioskop bisa terdengar baik sehingga pengalaman kita demikian impresif. (Sumber foto/©: Fraunhofer IIS)/ Gambar kanan: Surround Sound buatan Yamaha mempunyai 11.2 alat penerima sehingga suara menjadi jelas. (Sumber foto: http://j-walkblog.com/)

Anda ingin mengalami Surround sound ? Anda harus menempatkan sejumlah pengeras suara di seluruh ruangan. Gunakan softwareCingo —perangkatmobileyang dapat membungkus Anda dalam selimut surround sound.

Gambar kiri:  Di mana pun dan kapan pun, suara berkualitas bioskop bisa terdengar baik  sehingga pengalaman kita demikian impresif. (Sumber foto/©: Fraunhofer IIS)/ Gambar kanan: Surround Sound buatan Yamaha mempunyai 11.2 alat penerima sehingga suara menjadi jelas. (Sumber foto: http://j-walkblog.com/)
Gambar kiri: Di mana pun dan kapan pun, suara berkualitas bioskop bisa terdengar baik sehingga pengalaman kita demikian impresif. (Sumber foto/©: Fraunhofer IIS)/ Gambar kanan: Surround Sound buatan Yamaha mempunyai 11.2 alat penerima sehingga suara menjadi jelas. (Sumber foto: http://j-walkblog.com/)

Aksesorisnya hanya menggunakan tidak lebih dari headphone normal atau pengeras suara perangkat sendiri.Surround sound telah lama menjadi fitur di bioskop dan ruang hiburan keluarga. Sekarang perangkat mobile seperti smartphone dan PC tablet menawarkan pengalaman suara surround, baik melalui pengeras suara stereo built-in mau punheadphone yang normal.Semua berkat teknologi yang dikembangkan di Fraunhofer Institute for Integrated Circuits IIS di Erlangen.

Perangkat Cingo adalah software yang memproses soundtrack film dan musik hingga dapat memberikan kesan bagi penggunanya bahwa mereka dikelilingi oleh pengeras suara, meskipun dalam kenyataannya kesan tersebut dibangun dari dalam perangkat mobile itu sendiri.

Advertisement

Bagaimana para ilmuwan mencapai efek ini? “Seperti suara perjalanan dari pengeras suara di telinga kita, hal itu akan berubah dalam banyak hal, misalnya ketika gelombang suara memantul balik karena ada dinding,” jelas Jan Plogsties kepala kelompok Semantic Audio Rendering di IIS.

“Akibatnya, sinyal audio yang mencapai telinga kita tidak hanya membawa musik atau pembicaraan, tetapi juga berisi informasi tentang lingkungan di sekitar kita. Terlebih lagi, gelombang suara yang berbeda dipengaruhi secara berbeda oleh kepala dan telinga luar tergantung pada arah datangnya gelombang. Perubahan inilah yang sekarang sudah berhasil kita ciptakan dengan menggunakan filter digital. Jika kita menerapkan filter ini untuk sinyal audio yang diputar melalui perangkat kecil atau headphone, suara diubah agar mirip dengan apa yang kita harapkan untuk didengar dari sistem bioskop rumah.”

Volume baik di lingkungan yang bising

Memiliki Surround sound pada tablet menjadi masuk akal hanya jika suaranya itu cukup keras untuk didengar. Akan teetapi, PC tablet dan smartphone ini justru bisa mengecewakan, karena pengeras suara terintegrasi mereka kecil dan tidak begitu kuat. Artinya, suara sering terlalu pelan, terutama jika ada banyak kebisingan pada latar belakangnya.

Soundtrack film memiliki rentang dinamis yang lebar, yang berarti beberapa bagian sangat pelan sementara yang lain benar-benar keras,” kata Plogsties. Namun,soundtrack yang terdengar bagus di bioskop dapat menyebabkan masalah pada PCtablet. “Softwarebuatan kami melakukan pekerjaan proses kisaran dinamis ini untuk meningkatkan kontrol volume,” jelas Plogsties. Untuk mengawalinya, Cingo menganalisis bagian dari soundtrack yang sangat pelan dan menguatkannya. Namun, langkah itu sebenarnya tidak mengutak-atik bagian suara yang keras, karena jika diutak-atik, maka akan terdengar terdistorsi. Kontrol volume otomatis ini adalah berita baik bagi penggemar musik, bahkan meskipun perbaikan yang masih ada dalam kualitas suara untuk rock dan pop membuat tidak mengesankan sebagaimanahalnya pada film.

Keunggulan lain yang dimilikisoftware ini adalah bahwa kualitas suara yang dicapai dioptimalkan oleh pengeras suara yang terintegrasi. Pada frekuensi tertentu, speaker standar di smartphone atau tablet mulai bergetar atau mencicit. Dan pengeras suara yang lebih kecil mengalami kesulitan khususnya mereproduksi suara frekuensi rendah. Dengan menghindari semua suara gemeretak, mencicit dan mengaum ini, Cingo membuat pemutaran suara terdengar lebih alami. Apa yang dilakukan oleh peneliti adalah memeriksa semua jenis pengeras suara yang terintegrasi ke dalam tablet dan smartphone dan kemudian menyesuaikan software yang tepat kepada hardware-nya. Jika produsen ingin Cingo yang pra-instal pada perangkat mereka, para ilmuwan dapat menyediakan mereka dengan versi ideal dari software tersebut.

Baca juga :   Meredam Suara Bergaung saat Telekonferensi

Para peneliti juga telah berhasil mengoptimalkan kualitas suara dari headphone. Plogsties menggambarkan pendekatan yang mereka lakukan dengan mengatakan, “Kami mengambil berbagai macam pengaturan yang berbeda dari headphone dan memeriksa semuanya untuk menentukan nilai mediannya.Lalu, kita sesuaikanCingo untuk nilai ini, dengan hasil bahwa hal itu meningkatkan kualitas suara untuk semua headphone yang kami pelajari.”Dalam kasus headphone yang disertakan dengan perangkat tertentu, kualitas suara dapat disesuaikan persis seperti yang bisa dilakukan oleh pengeras suara.

Nexus 7 dan Nexus 10 menggunakan surround sound

Perangkat pertama yang memiliki fitur Surround sound akhirnya hadir di pasar.Cingo sudah diinstal pada tablet Nexus 7 dan Nexus 10 yang dikeluarkan oleh Google, serta sejumlah smartphone dan PC tablet dari produsen lain yang juga telah diumumkan untuk segera menyusul. Karena produsen tidak harus mengubah hardware dengan cara apapun agarsoftwaredapat melakukan tugasnya, maka produsen dapat terus menggunakan pengeras suara standar dan headphonemereka.

Cingo juga merupakan penemuan yang menarik bagi penyedia aplikasi. Jika mereka mengintegrasikan software tersebut ke dalam aplikasi mereka, misalnya saja aplikasi untuk men-download dan menonton film, maka pengguna akan dapat menikmati video pada perangkat mobile mereka dengan surround sound. Aplikasi ini tetap bekerja bahkan jika Cingo tidak diinstal pada smartphone atau PC tablet mereka, karena perangkat lunak audio yang bekerja sebagai bagian dari aplikasi.

Penyedia IPTV terkemuka Korea Selatan, SK Broadband, telah mengintegrasikan teknologi ini ke dalam aplikasi mobile BTV, yang memberikan akses pelanggan kepada penyedia seluruh cakupan konten, dari televisi ke film, sementara mereka bergerak. “Pelanggan kami lalu menjadi berharap akan kualitas tertinggi dimanapun mereka berada. Kami yakin bahwa rasa menarik realisme yang dibuat akan sangat meningkatkan kepuasan pelanggan,” kata Han-Su Kim, Kepala Grup Bisnis Media di SK Broadband.

Download cepat dengan HE-AAC

Cingo memungkinkan untuk menikmati Surround sound yang sempurna pada perangkat mobile. Apakah cara yang terbaik untuk men-download sejumlah besar data yang diperlukan untuk tablet dan smartphone ? Jawabannya adalah dengan menggunakancodec audio multi-channel High Efficiency AAC (HE-AAC). Sebagai pengembangan tambahan oleh IIS di Moving Picture Experts Group (MPEG), codec ini sudah digunakandalam lebih dari enam miliar perangkat dan didukung oleh sistem operasi yang besar seperti Android, iOS dan Windows.

Untuk melengkapi perangkat Nexus 7 dan Nexus 10, Google sekarang menawarkan film dengan HE-AAC standar dan dengan surround sound. “Kombinasi yang sempurna,” kata Plogsties, “karena sebagian besar pengguna akan memilih untuk menonton film dengan Surround sound pada tablet atau smartphone mereka.” (Diolah dari Surround sound from a smartphone tulisanJanine van Ackeren, Fraunhofer)

Advertisement

Tulis Opini Anda