EKSPANSI BISNIS SIEMENS

Cilegon Produksi Ruang Bakar Terbesar di Dunia

0
138
Pembuatan kondenser raksasa yang dikerjakan putra-putra Indonesia (Foto: Rayendra L. Toruan)

Siemens Indonesia tidak kuatir terhadap turbin buatan China yang harganya lebih murah  dan membanjiri pasar Indonesia. Perubahan demografi, iklim, urbanisasi, menyusutnya bahan energi (fosil), dan perubahan struktur populasi para pekerja merupakan peluang bisnis yang harus diantisipasi oleh Siemens.

Pembuatan kondenser raksasa yang dikerjakan putra-putra Indonesia (Foto: Rayendra L. Toruan)

Cara menghadapi produk kompetitor, Siemens konsisten menghasilkan  produk berkualitas, dan meningkatkan nilai lebih (added-value) dalam fungsi, dan menganut unsur global friendly. Untuk mencapai produk yang kualitasnya lebih baik—dibanding produk perusahaan-perusahaan dari negara lain, PT Siemens Indonesia mengalokasikan dana sebesar 5 juta euro yang diinvestasikan di pabrik Cilegon, Banten, yang berlokasi di lahan seluas 43.000 m2 .

Menurut Josef Winter yang menjabat Presiden Direktur merangkap CEO (chief executive officer) PT Siemens Indonesia, sejak Oktober 2012, pihaknya melakukan ekspansi Siemens Power Generation agar pabrik yang mempunyai fasilitas produksi di atas area seluas 24.000 m2 itu mampu meningkatkan kualitas produksi dan kapasitas terpasang guna memenuhi permintaan pasar internasional yang terus meningkat.

Advertisement

Pabrik Siemens di Cilegon memproduksi  lp-outer casing, lp-inner casing, blade ring (pemutar turbin), combustion chamber, dan kondenser raksasa—terbesar di dunia dengan berat satu kondenser  mencapai 250 ton—untuk memenuhi kebutuhan proyek-proyek Siemens di berbagai negara termasuk proyek PLN di Indonesia. Grup Siemens AG yang berkantor pusat di Berlin, Jerman itu, menentukan standar kualitas yang tinggi dan hal itu dapat diwujudkan di  pabrik Cilegon.

Winter menandaskan bahwa Siemens Indonesia harus mampu memenuhi produk berkualitas yang berstandar tinggi sesuai tuntutan dan pesanan proyek internasional Siemens AG di Jerman,. Menurutnya, persaingan bisnis pembangkit tenaga listrik tidak lepas dari faktor biaya, kualitas, waktu pengiriman (delivery) yang singkat kepada pemesan.

Oleh karena itu, fasilitas produksi pabrik di Cilegon ditambah dengan mesin-mesin baru dan alat-alat produksi yang baru agar bisa mengerjakan pesanan-pesanan baru—utamanya dari proyek internasional yang sedang dan akan dikerjakan oleh Siemens di berbagai negara.

“Dari Cilegon ini, kami mengapalkan kondenser raksasa sesuai dengan kebutuhan pabrik pemasok dalam jaringan manufaktur Siemens,” ujar Helmut Schmitt General Manager pabrik Cilegon PT Siemens Indonesia yang kemudian ditarik ke Jerman dan digantikan oleh pejabat (baru) Christof Cichon.

Sebanyak 98 % komponen pembangkit listrik—seperti kondenser—untuk memenuhi permintaan pasar internasional diproduksi di pabrik PT Siemens Indonesia. Di pabrik Siemens di Cilegon bekerja 500 orang karyawan yang 92 % adalah orang Indonesia dan sisanya ekspatriat asal Jerman.

Kepada belasan wartawan, Helmut Schmitt menjelaskan bahwa pihaknya berhasil memperluas portfolio produk seperti perakitan ruang pembakaran secara menyeluruh untuk berbagai proyek internasional Siemens. Setelah berhasil melalui proses kualifikasi untuk produk baru itu,

Pengelasan kondensor raksasa (Foto: Rayendra L. Toruan)

Siemens Indonesia telah mengirimkan 150 unit kondenser  ke berbagai negara. Dia menambahkan akan terus meningkatkan kapasitas produksi kondenser buatan Cilegon yang bahan bakunya (baja) menggunakan buatan Denmark. Dalam setahun, pabrik di Ciolegon mampu memproduksi 6 unit kondenser.

Bengkel  servis konponen turbin uap

Pabrik yang berusia 24 tahun itu awalnya dibangun pada tahun 1989 sebagai bengkel servis untuk komponen turbin uap dan gas berskala kecil. Dari tahun ke tahun, pengelola pabrik melakukan tahapan investasi di bidang teknologi agar dapat bersaing dan berhasil menjadi salah satu pusat kompetensi internasional Siemens untuk fabrikasi baja besar dan pembuatan kondenser berat bagi pembangkit tenaga listrik serta perakitan turbin.

Lingkup kerjanya secara sistematis ditingkatkan dengan kompleksitas yang lebih tinggi melalui investasi pada mesin serta pelatihan dan peningkatan kualifikasi karyawan secara terus-menerus untuk mencapai kandungan lokal yang lebih tinggi.

Pabrik ini juga memasok sub-rakitan yang siap di pasang untuk turbin gas dan turbin uap, generator dan kompresor pada lokasi perakitan utama yang dioperasikan oleh Siemens AG, Jerman.

Baca juga :   Produksi dan Ekspor Meningkat

Produk yang dihasilkan sangat mengutamakan sustainabilitas bahkan jauh sebelum sampai pada tahap operasional. Proses kami dibentuk oleh berbagai kriteria lingkungan yang relevan, mulai dari pengembangan, perakitan, sampai proses komisioning.

“Kami menerapkan prinsip produksi LEAN yang didasarkan pada peningkatan efisiensi yang mengoptimalkan proses produksi,” jelas Helmut Schmitt.

Selain itu, pabrik menghasilkan lebih sedikit gas karena telah memasang tungku perawatan panas baru yang sangat efisien. Pada tahap renovasi, atap pabrik dilengkapi skylight dan mulai menggunakan lampu LED untuk penerangan di bagian prefabrikasi sehingga konsumsi listrik dapat berkurang hingga 20 %. Selain itu jendela berlapis ganda dipasang untuk penghematan tambahan sampai 5 %.

Pabrik Cilegon juga telah memiliki sertifikasi sistem manajemen terpadu (IMS) pada tahun 2012 yang mencakup ISO9001:2008 untuk sistem manajemen kualitas, ISO14001:2004 untuk sistem manajemen lingkungan dan ISO 18001:2007 untuk sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja.

Oleh sebab itu, ekspansi bisnis yang dilakukan oleh menajamen Siemens lebih pada pembelian mesin dan peralatan baru agar kualitas produk sesuai dengan stadar dan ketentuan Simens AG.

Siemens Indonesia ingin memantapkan posisi pabriknya di Cilegon sebagai salah satu pusat kompetensi internasional Siemens untuk fabrikasi baja besar dan pembuatan kondensor raksasa t bagi pembangkit tenaga listrik, termasuk perakitan turbin. Oleh karena itu, manajemen Siemens tidak hanya menambah peralatan namun manajemen perusahaan pun meningkatkan kualitas karyawan melalui program pelatian dan pendidikan.

“Saya harus mengikuti pelatihan di bidang teknologi terbaru agar bisa menerapkannya di lapangan,” ujar Iman Rehatsyah Head of Order Management Sektor Energi saat melakukan plant tour yang juga didampingi oleh Ahmad Juwandi Safety Officer.

Kiri > kanan: Helmut Schmitt, Christof Cichon, Christian Pahlke, Anton Tinambunan, Josef Winter, dan Iman Rehatsyah. (Foto: Rayendra L. Toruan)

Selain melakukan ekspansi pabrik, manajemen Siemens Indonesia juga serius memerhatikan peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan tidak hanya karyawan perusahaan itu sendiri—juga pendidikan anak-anak muda di sekitar pabrik. Untuk itu, Siemens Indonesia memberikan sumbangan berupa peralatan pelatihan teknik kepada Politeknik Krakatau yang jumlahnya lebih dari 200 unit peralatan pelatihan laboratorium kelistrikan dan bengkel mekanik.

Laboratorium listrik terdiri dari instalasi panel, sistem daya, pengukuran listrik, dan bagian instrumentasi. Sementara bengkel mekanik merupakan mesin kerja, peralatan pengelasan gas, dan listrik.

“Saya sangat bahagia karena baru pertama kali ini menerima bantuan sebanyak ini,” ujar Anton Tinambunan Direktur Politeknik Krakatau setelah menerima bantuan itu dari Josef Winter. Tinambunan mempunyai 160 orang murid yang mengikuti program studi D3 meliputi bidang studi teknik mekanik, teknik elektro, elektronika, dan perhotelan. Politeknik Krakatau didirikan oleh PT Krakatau Steel dan Institut Teknologi Bandung pada tahun 1997.

Winter mengakui Siemens memfokuskan kegiatan sosial melalui pendidikan yang merupakan kunci utama bagi kemajuan hidup seseorang selama hidup yang akan dijalani.

“Peralatan pelatihan ini merupakan elemen penting untuk mendukung program pendidikan politeknik sesuai bidang pendidikan anak didik,” ujar Josef Winter yang tak sungkan-sungkan berbaur dengan wartawan saat mengikuti plant tour di pabrik Cilegon.

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda