TEKNOLOGI MOBILE

Cerdaskan Diri dengan Ponsel, Bukan Sekadar Main Game

0
5
Matt Thompson, Project Director F&E Education penyelenggara pameran pendidikan  yang  berlangsung di Jakarta Convention Center pada 27-29 September 2017 (gambar kiri), dan gambar kanan yang mengilustrasikan betapa alat komunikasi demikian penting untuk mengedukasi dan mencerdaskan warga. (Sumber foto:  http://foothilltechnology.org/)

Pengguna smartphone di Indonesia mencapai 65,2 juta (2016) menjadi 92 juta (2019), sementara pengguna internet 132,7 juta tahun 2016. Awasi anak Anda, jangan kecanduan main game.

Matt Thompson, Project Director F&E Education penyelenggara pameran pendidikan  yang  berlangsung di Jakarta Convention Center pada 27-29 September 2017 (gambar kiri), dan gambar kanan yang mengilustrasikan betapa alat komunikasi demikian penting untuk mengedukasi dan mencerdaskan warga. (Sumber foto:  http://foothilltechnology.org/)

Indonesia merupakan salah satu negara terdepan di Asia yang mengadopsi teknologi mobile learning di sektor pendidikan. Oleh karena itu, kondisi itu menjadi fokus utama PT GESS Indonesia , sebuah perusahaan penyelenggra pameran dan konferensi pendidikan yang  diselenggarakan di Jakarta Convention Center pada tanggal 27-29 September 2017.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Ambient Insight, negara-negara di kawasan Asia membelanjakan sekitar US$7,7 miliar untuk aplikasi mobile learning dan teknologi pada tahun 2017 yang naik sebesar US$4,5 miliar dibandingkan tahun 2016. Disebutkan Indonesia merupakan negara ketiga dengan pengeluaran terbesar di bawah China dan India. Pertumbuhan itu dipengaruhi meningkatnya penggunaan smartphone di Indonesia yang mencapai 47 persen pada tahun 2016.

Advertisement

​​Sementara berdasarkan data yang dikemukakan oleh laman Databoks.katadata pengguna smartphone mencapai 65,2 juta pada tahun 2016, dan diprediksi menjadi 74,9 juta tahun 2017, naik lagi ke 83,5 juta tahun 2018, dan kemudian meningkat menjadi 92 juta pada tahun 2019. Sedangkan pengguna internet pada tahun 2016, menurut Kompas.com mencapai 132,7 juta orang.

Data di atas tentu merupakan peluang bisnis yang demikian potensial. Untuk itulah, PT GESS Indonesia menyelenggarakan workshop EdTech dan pameran agar pertumbuhan pengembangan dan penggunaan aplikasi di bidang pendidikan lebih tepat sasaran.

 

Hadiah Rp5 juta bagi guru pemenang

Sesuai dengan estimasi  Matt Thompson, Project Director F&E Education yang bekerja sama dengan PT GESS Indonesia, banyak anak usia dini yang keinginan mereka kurang terpenuhi dalam memelajari edugames dan aplikasi language learning di Asia. Hal itu merupakan fenomena yang terlihat khususnya di Indonesia, dan berdasarkan penelitian  sekitar 67 persen anak yang berusia 8 hingga 18 tahun sudah menggunakan  mobile phone, sedangkan 27 persen menggunakan smartphone.

Berdasarkan tren yang berkembang itu, GESS Indonesia memperkenalkan rangkaian workshop dan berbagai sesi yang berfokus pada mobile learning terkait teknologi untuk membantu pertumbuhan mobile learning dan pengembangan aplikasi mobile learning di sektor pendidikan khususnya sekolah-sekolah di Indonesia.

Beberapa sesi yang menjadi bagian dari workshop EdTech antara lain, Hour of Coding Facilitation dan Android Apps and Gadgets di kelas matematika. Guru sekolah dasar, kepala sekolah, dan orangtua murid juga akan mendapatkan manfaat dari sesi Membuat Games Pendidikan dengan mudah. Hal itu memungkinkan partisipan untuk mengembangkan permainan yang menyenangkan dan informatif—dapat dipraktikkan oleh para siswa di di kelas dan di rumah.

Sebuah seminar bertajuk Mengubah Kecanduan Bermain Games dengan Kecanduan Belajar merupakan salah satu program workshop EdTech. Baik guru dan orangtua  dapat memanfaatkan pengaruh game bagi para siswa untuk pengajaran dan pemanfaatan yang lebih  produktif.

Penyelenggara juga  memberikan Penghargaan Guru Millennia 21CA sebagai bentuk pengakuan bagi para pendidik di Indonesia. Penghargaan itu bagi pihak yang berhasil menerapkan 21st Century Skills dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.

“Penghargaan ini adalah bagian dari upaya kami untuk mendukung pertumbuhan metodologi advanced learning di Indonesia. Kompetisi ini terbuka untuk semua guru dari sekolah swasta atau negeri, dan sekolah-sekolah yang terkait dengan millenia sangat dianjurkan untuk ikut bergabung,” imbuh Thompson.

Penghargaan diberikan pada acara pameran dan konferensi dengan hadiah utama sebesar Rp5 juta bagi seorang guru pemenang.

Pameran 2017 ini merupakan tahun ketiga bagi PT GESS Indonesia terdiri dari 100 sesi, workshop, dan presentasi yang mencakup berbagai topik untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran di kelas. Peserta pameran menggelar berbagai macam produk dan solusi dari educational suppliers terkemuka dari berbagai negara.

Mari awasi anak-anak agar menggunakan smartphone lebih produktif untuk mencerdaskan dan mengembangkan diri, bukan sekadar main game, apa lagi sampai anak kecanduan. Kita tunggu pameran pendidikan yang diselenggarakan PT Gess Indonesia bersama F&E Education.

Advertisement

Tulis Opini Anda