PETROCHEMICAL & BAJA

Celanese Corporation Bangun Pabrik Etanol

0
14

Perusahaan teknologi dan bahan baku khusus kimia asal Amerika Serikat (AS),  Celanese Corporation  akan membangun pabrik etanol di Palembang, Sumatera Selatan dengan investasi mencapai USD2,2 miliar atau kurang lebih Rp21,34 triliun.

130506-03a

Direktur Industri Kimia Dasar Kementerian Perindustrian Tony Tanduk mengatakan,  pabrik tersebut akan dibangun di Palembang atau Bontang.  Lahan yang dibutuhkan untuk pabrik sekitar 150 hingga 200 hektare.

Advertisement

“Kalau membangun pabriknya di Palembang,  maka Celanese akan menggandeng Pertamina sebagai mitra lokal,” kata Tony.

Proyek ini sangat diperlukan untuk mendukung  bahan bakar dan industri kimia. Tony mengatakan,  pabrik itu akan mengolah 5 juta ton batu bara per tahun.  Dengan kapasitas tersebut,  pabrik tersebut akan menghasilkan 1 juta sampai 1,1 juta ton etanol per tahun.

Ia mengungkapkan pengembangan proyek bahan bakar sintesis etanol dengan teknologi mutakhir itu akan menghasilkan bahan baku plastik,  campuran BBM (bahan bakar minyak),  dan bahan bakar.

Pembangunan pabrik diperkirakan memakan waktu 2-3 tahun.  Tony mengatakan,  kepastian ketersediaan lahan akan diselesaikan hingga akhir Juni 2013.   Menurut dia,  satu pabrik memerlukan lebih dari 4 hingga 5 juta ton batu bara per tahun.  Kapastitas satu pabrik bisa menghasilkan 1 hingga 1,1 juta ton etanol per tahun atau ekuivalen 1,3 miliar liter per tahun.

Menteri Perindustrian MS Hidayat siap mengupayakan insentif bagi Celanese yang akan merealisasikan investasinya tahun ini.  “Pemerintah akan memberikan insentif pengurangan pajak berupa tax holiday.”

Baca juga :   Drydocks World dan BBB Bangun Galangan Kapal di Batam

Selain Celanese,  pemerintah menyebut perusahaan manufaktur asal China,  Fosun International Ltd,  juga berencana bekerja sama dengan perusahaan baja nasional,  PT Gunung Gahapi Sakti,  untuk membangun pabrik baja sistem tanur tinggi (blast furnace) di Medan,  Sumatera Utara.

Nilai investasi yang akan ditanamkan di proyek ini USD200 juta (sekitar Rp 1,94 triliun).  Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian Panggah Susanto mengatakan,  dalam realisasinya,  kedua perusahaan tersebut akan mendirikan sebuah perusahaan baru.  Pabrik baja di bawah perusahaan patungan itu akan memiliki kapasitas produksi 1 juta ton per tahun.

(Sumber foto: http://www.google.com/)
(Sumber foto: http://www.google.com/)

Perusahaan tersebut akan menggunakan bahan baku bijih besi (iron ore pellet) untuk menghasilkan produk baja setengah jadi (slab) dan billet.  Produk tersebut bisa digunakan dalam industri kapal dan automotif.  Diharapkan dengan adanya pabrik ini,  produksi besi baja Indonesia melebihi tahun sebelumnya,  yakni 10 juta ton per tahun.   (Sumber: tender-indonesia.com)

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda