Cara Menyembuhkan Jaringan yang Rusak

0
23
Material fibrosa berteknologi tinggi dapat digunakan untuk menggantikan jaringan manusia. Gambar ini diambil dengan sebuah pindaian mikroskop elektron yang menunjukkan sel melekat pada substrat electrospin. (Sumber foto/©: Fraunhofer IGB)      

IProtein ditambahkan ke material polimerik selama proses electrospinning yang tergabung dalam menghasilkan serat setipis rambut.

Material fibrosa berteknologi tinggi dapat digunakan untuk menggantikan jaringan manusia. Gambar ini diambil dengan sebuah pindaian mikroskop elektron yang menunjukkan sel melekat pada substrat electrospin. (Sumber foto/©: Fraunhofer IGB)

 

Bagaimana cara menyembuhkan suatu jaringan yang rusak dalam tubuh? Tim medis melakukan suatu tindakan yang memiliki  kekuatan dan proses regeneratif untuk memperbaiki suatu jaringan atau organ dalam tubuh yang mengalami kerusakan. Tindakan medis berusaha menyembuhkan atau mengaktif  jaringan kembali normal dan aktif berfungsi secara nyata.

Advertisement

Kerusahan jaringan atau organ disebabkan penyakit regreneratif merupakan penyakit yang menyebabkan terjadinya kerusakan atau penghacuran terhadap jaringan atau organ tubuh. Proses dari kerusakan ini dapat disebabkan oleh faktor usia atau  gaya hidup yang menyebabkan seseorang tidak sehat.

Bagaimana pengobatan regeneratif dilakukan? Tim medis biasanya menggunakan sel yang diambil dari tubuh pasien sendiri yang untuk menyembuhkan jaringan yang rusak.

Organ donor atau implan sintetis biasanya adalah satu-satunya opsi perawatan bagi pasien yang menderita kerusakan organ internal atau jaringan tubuh yang tidak dapat diperbaiki lagi.

Akan tetapi, transplantasi tersebut seringkali ditolak oleh tubuh. Implan berbasis sel autologous lebih mudah diterima oleh organ manusia. Dan  untuk tumbuh, sel tersebut membutuhkan bidang struktural yang cocok. Bagaimana mengatasinya?

Para peneliti di Fraunhofer Institute for Interfacial Engineering and Biotechnology (IGB) di Stuttgart, Jerman,  mengerjakan sebuah proyek untuk mengembangkan substrat yang cocok yakni  scaffold.

Daya listrik

Tim IGB berkolaborasi dengan rumah sakit universitas yang dikelola oleh Tübingen dan University of California di Los Angeles (UCLA), Amerika Serikat.

Solusi yang mereka buat berbasis pada teknologi electrospinning, sebuah proses di mana polimer sintetis dan biodegradable seperti polilaktida membentuk serat menggunakan daya listrik. Serat ini kemudian digunakan untuk membuat struktur dalam tiga dimensi yang tak teranyam.

Sementara itu menurut laman PT Tarifa Indonesia teknologi elektrospinning (electrospinning) merupakan salah satu bidang nanoteknologi yang berkembang pesat.

Teknologi elektrospinning digunakan untuk memproduksi serat nano (nanofiber) dan partikel nano (nano particle) dari bahan organik, anorganik dan komposit (2).

Secara sederhana proses elektrospining dibangun dengan menggunakan arus listrik bertegangan tinggi dan kemudian dilarutkan di charging dengan tegangan tinggi tersebut. Apa bila daya dorong mekanik dan listrik mampu mengalahkan gaya tegangan permukaan maka terbentuk polimer jet.

Polimer jet ini bergerak ke arah kolektor. Dalam pergerakan menuju kolektor terjadi pengurangan diameter jet dan pada saat sampai di kolektor polimer sudah hampir kering dan diameter serat menjadi seukuran  nano.

Sedangkan para ilmuwan yang bergabung dalam Fraunhofer Institute for Interfacial Engineering and Biotechnology (IGB) memilih pendekatan baru. Protein ditambahkan ke material polimerik selama proses electrospinning, dan tergabung dalam menghasilkan serat setipis rambut.

Bagaimana lanjutan hasil uji coba tim ahli? (Bahan diolah dari Novel tissue substitute made of high-tech fibers tulisan Britta Widmann, Fraunhofer)

Simak TEKNOLOGI ELECTROSPINNING (2)

Teknik Memodulasi Perilaku Seluler

Baca juga :   Memutahirkan dan Mengefisienkan Mesin

 

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda