TEKNOLOGI TÜV SÜD-DEG

Cara Menghemat Energi pada Sektor Industri TPT

0
16
President Director PT TÜV SÜD Indonesia, Eric Paulsen menyerahkan plakat apresiasi kepada Suresh Kabra, Project and Engineering Head PT Asia Pasific Fibers salah satu dari 11 perusahaan percontohan yang ikut  program TÜV SÜD-DEG Dialogue Competence Competitive (Sumber foto: PT TÜV SÜD Indonesia)

Hampir 80 persen produsen tekstil dan produk teksil menggunakan mesin tua. Pemakaian energi sangat boros—berdampak terhadap daya saing. Cara menghemat energi?

President Director PT TÜV SÜD Indonesia, Eric Paulsen menyerahkan plakat apresiasi kepada Suresh Kabra, Project and Engineering Head PT Asia Pasific Fibers salah satu dari 11 perusahaan percontohan yang ikut  program TÜV SÜD-DEG Dialogue Competence Competitive (Sumber foto: PT TÜV SÜD Indonesia)

 

(kiri ke kanan) Arief Hendra Ariyana Deputy General Manager PT TÜV SÜD Indonesia, Eric Paulsen President Director TÜV SÜD Indonesia, Ramli Wijaya Engineering Manager PT Panarub Industry, Suresh Kabra Project and Engineering Head PT Asia Pasific Fibers,  Subramanian Vairavan Manager for Inspection Service TÜV SÜD Singapore, dan Tan Lee Heng  Assistant VP of Product Service TÜV SÜD Singapore. (Foto: Rayendra L. Toruan)

 

Advertisement

Kita apresiasi upaya yang dilakukan oleh PT TÜV SÜD Indonesia dan DEG yang membantu para pelaku industri tekstil dan produk tekstil (TPT) agar lebih menghemat energi. Seperti dikeluhkan banyak pelaku industri TPT, listrik untuk menghidupkan mesin produksi sangat mahal. (Mungkin) harga listrik di Indonesia termahal di ASEAN. Hal itu berdampak terhadap daya saing komoditi.

Project and Engineering Head PT Asia Pacific Fibers (APF) Suresh Kabra menuturkan, pihaknya harus membayar listrik sebesar Rp30 miliar per bulan. Perusahaan yang berlokasi di Kendal, Jawa Tengah, memproduksi 12.000 ton polyester yarn per bulan. Suresh dan kerabatnya mengikuti pelatihan hemat energi yang dilakukan oleh PT TÜV SÜD Indonesia dengan dana dari  DEG (Deuthsche Investitions-und Entiwicklungsgesellschaft) sebuah organisasi nirlaba milik pemerintah Jerman.

Setelah mengikuti pelatihan, ujar Suresh,  APF mampu menghemat Rp300 juta per bulan. Meski penghematan energi baru satu persen, namun jumlahnya cukup signifikan untuk sebuah perusahaan yang mempekerjakan ribuan orang. Ramli Wijaya Engineering Manager  PT Panarub Industry Ramli Wijaya yang mengikuti pelatihan, mengaku dapat menghemat listrik sebesar Rp650 juga per tahun.

Peserta pelatihan hemat energi tentu bukan hanya kedua perusahaan di atas.  Sejak Januari 2016 hingga Maret 2017, PT TÜV SÜD Indonesia telah melatih 80 perusahaan (36 perusahaan dari Jabodetabek, 20 dari Jawa Barat, dan 24 perusahaan dari Jawa Tengah). Sedanglan pilot company mencapai 11 perusahaan. Sedangkan peserta diwakili oleh senior manajer, karyawan dari divisi lingkangan,  keamanan dan kesehatan kerja, dan manajer fasilitas atau penyuplai. Tahun 2015, PT TÜV SÜD Indonesia melatih peserta dari 150 perusahaan.

Memahami rumah kaca dan jejak karbon

Materi pelatihan meliputi, efisiensi energi pada peralatan (mesin) seperti kualitas tenaga, peralatan kelistrikan, menara pendingin, kompresor udara, sistem pencahayaan, dan penggerak mesin jahit. Peserta juga dilatih untuk memahami gas rumah kaca dan dampak jejak karbon pada produksi tekstil. Analisis mendalam tentang tenaga matahari terhadap pabrik manufaktur tekstil—juga didalami oleh peserta.

President Director PT TÜV SÜD Indonesia Eric Paulsen menjelaskan, setelah para peserta mengikuti pelatihan dan mengimplementasikan ilmu teknologi yang didapatkan maka penurunan konsumsi energi berpotensi 15 hingga 30 persen—bergantung pada energi alternatif yang lebih bersih di lingkungan pabrik tekstil. Eric yakin, tiap perusahaan yang menerapkan ilmu yang diberikan oleh perusahaannya mampu menghemat biaya energi hingga US$50.000 setiap tahun.

Sementara Deputy General Manager PT TÜV SÜD Indonesia, Arief H Ariyana menjelaskan, bahwa untuk mengganti mesin-mesin tua yang digunakan oleh para pelaku industri TPT butuh modal sangat besar. Oleh karena itu, pihaknya membantu para produsen TPT agar mampu menghemat energi. Arief dan Eric sependapat bahwa mengubah mind set—untuk mau menerapkan hemat energi—bukan pekerjaan mudah. “Kita mendekati top management,” ujar Arief.

Baca juga :   Energi Berbasis Baterai Ion Litium

Tiga pejabat TÜV SÜD Singapura, Subramanian Vairavan (manajer), Tan Lee Heng (asisten wakil presiden direktur) dan Cindy Octavia (asisten manajer) berpendapat senada, bahwa penghematan energi merupakan salah satu kunci peningkatan daya saing di pasar global. Subramanian menjelaskan, elemen sektor TPT itu sangat luas. Banyak elemen yang bisa ditangani untuk lebih hemat energi.

Eric Paulsen menambahkan, pihaknya menyadari, kenaikan tarif listrik untuk industri tekstil dan alas kaki menjadi perhatian yang serius untuk menentukan daya saing perusahaan. Kegiatan pelatihan ini dirancang untuk membantu perusahaan mengatasi kekuatiran akan hal tersebut dalam proses manufakturing serta menemukan solusi yang efektif.

Setelah mengikuti pelatihan, peserta mendapatkan informasi terkini dan pengetahuan mengenai praktik bisnis hijau dan standar industri. Peserta pun mampu mengidentifikasi ketidakefisienan pada operasional, kekurangan, serta potensi resiko yang mungkin terjadi, sambil memperlengkapi perusahaan dengan petunjuk langkah-langkah untuk memenuhi kebutuhan perusahaan, tandas  Arief H Ariyana.

Grup TÜV SÜD berkantor pusat di Munich, Jerman. Tahun 2016, TÜV SÜD berusia 150 tahun, dan mempunyai kantor perwakilan di 800 lokasi di seluruh dunia. Didukung oleh 24.000  karyawan,  TÜV SÜD telah menerbitkan 574.000 sertifikat. “Kami lebih menyasar perusahaan skala menangah,” ujar Eric Paulsen.

Sumbangan PT TÜV SÜD Indonesia dan DEG cukup besar agar perusahaan-perusahaan lebih mampu menghemat energi. Jika pemerintah memberikan semacam penghargaan kepada PT TÜV SÜD Indonesia dan DEG, kedua lembaga itu pasti berusaha meningkatkan kontrubusi yang berdampak baik bagi perkembangan industri TPT di Indonesia.

Perusahaan Anda berniat mengikuti pelatihan hemat energi? Anda juga dapat meningkatkan nilai brand mengenai praktik bisnis hijau dan keberlangsungan bisnis serta  referensi untuk mendapatkan standar industri internasional seperti ISO 14025 dan ISO/TS 14067—semuanya diberikan oleh PT TÜV SÜD Indonesia dan DEG.

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda