Cara Menghasilkan Lebih Sedikit Sampah

0
18
Banyak produk kemasan berakhir di tempat sampah meskipun isi produk-produk tersebut masih bisa dimakan. (Sumber foto/@: © Fraunhofer ISC)

Negara-negara industri Barat membuang banyak makanan yang sebetulnya masih baik. Hal ini telah dikonfirmasi oleh penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di grup proyek Fraunhofer Materials Recycling and Resource Strategies IWKS dan University of Giessen.

Banyak produk kemasan berakhir di tempat sampah meskipun isi produk-produk tersebut masih bisa dimakan. (Sumber foto/@: © Fraunhofer ISC)
Banyak produk kemasan berakhir di tempat sampah meskipun isi produk-produk tersebut masih bisa dimakan. (Sumber foto/@: © Fraunhofer ISC)

Para ahli menginvestigasi lima ton sampah residu untuk menentukan presentasi bahan yang berasal dari hewan atau tumbuhan. Fokus penelitian adalah bahan makanan yang masih dapat dimakan saat dibuang, yang berjumlah hingga sekitar setengah dari sampah biogenik. 28 persen dari berat sampah tersebut terdiri dari buah dan sayuran yang dibuang, sementara makanan yang dipanggang berjumlah 20 persen.

Daging berkisar 11 persen dari keseluruhan jumlah sampah; produk dairy (terbuat dari susu) berkisar sekitar 10 persen. Bagaimana kita bisa menghentikan arus makanan agar tidak langsung masuk ke tempat sampah? Para peneliti percaya bahwa titik awal yang baik adalah meningkatkan informasi konsumen tentang cara yang tepat untuk menyimpan produk-produk segar dan arti dari menjual-dengan tanggal.

Advertisement

Para produsen juga dapat membantu dengan meminimalisasi sampah makanan. Untuk membantu perusahaan-perusahaan, peneliti Fraunhofer telah mengembangkan sistem sertifikasi yang disebut “s:lim–say: lebih sedikit adalah lebih banyak.” Sistem ini meneliti cara-cara mengoptimalkan proses manufaktur dan arus material, mengidentifikasikan bagaimana produsen bisa mengurangi emisi yang merusak lingkungan atau mengurangi penggunaan energi dan air, dan menyatakan poin-poin dalam proses produksi saat ini dimana sampah yang tidak diperlukan bisa dihindari.(Sumber: Fraunhofer)

Baca juga :   Bioplastic untuk Rekayasa
Advertisement

Tulis Opini Anda