PROTEKSI INFEKSI (1)

Cara Membekuk Kuman Paling Nyaman

0
10
Para peneliti mempelajari apa dan hingga berapa derajat substansi memiliki efek anti-mikroba dengan cara pemindaian di mana material substitusi tulang diinfeksi berbagai spesies bakteri. (Sumber foto/©: Fraunhofer IGB)

Antibiotik yang dibawa darah dalam tubuh mencapai implan hanya dalam konsentrasi yang sangat lemah. Bagaimana cara mengatasi?

Para peneliti mempelajari apa dan hingga berapa derajat substansi memiliki efek anti-mikroba dengan cara pemindaian di mana material substitusi tulang diinfeksi berbagai spesies bakteri. (Sumber foto/©: Fraunhofer IGB)

Kuman yang menimpa pasien-pasien di rumah sakit dapat mematikan karena tahan (kebal) terhadap antibiotik. Bagaimana mengatasinya. Kalangan medis memerlukan suatu metode aternatif untuk melawan atau mengatasi serangan bakteri tersebut.

Hasil penelitian tim peneliti kerja sama Jerman-Perancis sangat melegakan kalangan medis. Tim ahli dari kedua negara itu sukses mengembangkan implan tulang yang mencegah patogen di permukaan kulit.

Advertisement

Angka (data) menunjukkan bahwa setiap tahun, ratusan dari ribuan pasien yang dirawat di rumah sakit di Jerman terinfeksi dengan kuman yang resisten terhadap semua jenis antibiotik umum.

Hasil penyembuhan membutuhkan waktu yang lebih lama, luka sukar untuk sembuh. Infeksi  menyebar justru memperlemah tubuh pasien dan bisa menyebabkan kematian.

Lembaga Robert Koch Institute memperkirakan paling tidak empat orang meninggal setiap hari akibat infeksi yang diperoleh dari rumah sakit di Jerman. Jumlahnya dapat meningkat jika tidak ditemukan cara atau metode penyembuhan. Bagaimana caranya?

Keadaan itu  merupakan permasalahan yang jarang ditangkal oleh dunia farmasi. Upaya pengembangan antibiotika yang baru merupakan proses yang mahal, rumit, dan membutuhkan waktu lama .

Setelah  produk farmasi dibuat dan diproduksi dan kemudian masuk ke pasar, namun kuman tidak memerlukan waktu lama untuk bermutasi dan menjadi resisten terhadap antibiotik tersebut.

Keadaan itu digambarkan  seperti balapan antara kura-kura dengan kelinci. Para peneliti tidak pernah menang untuk mengatasi serangan kuman.

Salah satu kesempatan bagi kuman masuk ke tubuhmanusia ketika dokter bedah menanamkan material substitusi tulang. Bisa terjadi infeksi dalam tulang dan hal itu sangat bermasalah karena sangat sulit untuk ditangani. Antibiotik yang dibawa darah dalam tubuh mencapai implan hanya dalam konsentrasi yang sangat lemah. Bagaimana cara mengatasi?

Bakteri tidak memiliki kesempatan

Tubuh harus diberdayakan dan lebih baik menghindari infeksi sejak awal dengan menyiapkan implan sebagai pelindung antimikrobial, jelasa Dr. Iris Trick, microbiologist di tim ahli  Fraunhofer Institute for Interfacial Engineering and Biotechnology (IGB).

Baca juga :   Pegawai Sering Sakit? Pensiun Dini bukanlah Solusi

Bersama dengan ilmuwan material Carnot CIRIMAT Institute di Toulouse, Perancis, tim Fraunhofer mengembangkan sebuah substitusi tulang yang dintegrasikan dengan proteksi terhadap infeksi.

Sekilas, material implan berserat harus seperti tepung. Hanya di bawah mikroskop sifat naturalnya tampak jelas: granula individu terbentuk dari kristal apatite. Bahan tersebut bila dibandingkan dengan komposisi dan struktur dari apatite tulang asli dan terbentuk dari elemen kimia yang sama, kalsium, dan fosfor.

Dokter bedah telah menggunakan granula apatite selama bertahun-tahun, contohnya untuk rekonstruksi material tulang pasien atau mempercepat penyembuhan setelah kecelakaan.

Pada kenyataannya, tubuh manusia mengenali apatite sebagai material pembangun dan menyatukannya ke dalam material tulang terbentuk setelah mengalami kerusakan. Hal ini membuat granula ideal untuk digunakan dalam implan.

Beberapa manufaktur melapisi substitusi tulang mereka dengan antibiotik dengan tujuan untuk mencegah komplikasi, tetapi tentu saja hal tersebut tidak dapat menjamin proteksi menyeluruh karena bakteri resisten masih bisa menyebar.

“Kami ingin mengambil pendekatan yang berbeda,” lapor Dr. Michaela Müller, ahli kimia tim penelitian interdisipliner IGB.

Tujuan penelitian dan percoban itu adalah menggunakan substansi yang alami untuk mengurangi, menekan atau membunuh bakteri dalam kristal kalsium fosfat. Apaklah tim ahli berhasil?  (Bahan diolah dari Implanted infection proyection tulisan Monika Weiner, Fraunhofer)

Simak Proteksi Infeksi (2)

Rahasia Kristal Mistis Penghalau Bakteri

Advertisement

Tulis Opini Anda