Cara Cerdas Berbisnis Pertanian dengan Digital

0
15
Gambar di atas adalah tanaman yang tumbuh dengan teknologi berbasis digital butan Korea Digital Co.Ltd. perusahaan Korea Selatan yang baru-baru ini mengikuti pameran di Jakarta. (Sumber foto: Korea Digital Co.Ltd)

Indonesia adalah negara agraris namun sering terjadi kelangkaan beberapa komoditi pangan. Harga cabe, jengkol, bawang, dan sayuran pernah melambung. Salah satu cara menjaga stabilitas sumber pangan, kita terapkan  cara cerdas berbisnis pertanian dengan digital.

Gambar di atas adalah tanaman yang tumbuh dengan teknologi berbasis digital butan Korea Digital Co.Ltd. perusahaan Korea Selatan yang baru-baru ini mengikuti pameran di Jakarta. (Sumber foto: Korea Digital Co.Ltd)

Apakah mungkin bertanam sayur tanpa lahan (tanah)? Dengan teknologi yang diaplikasikan dengan digital hal itu bisa diwujudkan seperti dilakukan oleh OPCOM Farm Cubes yang digelar pada tahun 2016 di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat.

Melalui sebuah pameran bertajuk Consumer Electronics Show, perusanaan OPCOM Farm Cubes asal Taipe, Taiwan ini memperlihatkan sejumlah tumpukan bangku sebagai wadah sayuran yang disinari lampu LED built-in.

Advertisement

Cahaya lampu LED itu telah diatur dengan teknologi sehingga berkas cahaya dapat menyesuaikan kecerahan dan warnanya agar sesuai dengan tahap pertumbuhan tanaman sayur. Cara bertanam itu benar-benar cara cerdas berbisnis pertanian dengan digital. Pengelola tanaman dapat mengetahui pertumbuhan tanamannya melalui aplikasi digital.

Menumbuhkan tanaman sendiri sangat mudah dilakukan dengan penggunaan teknologi. Contoh di atas disebut farm cube dengan ekosistem yang tertutup namun mampu menumbuhkan beragam jenis sayuran di dalam ruangan tanpa cahaya matahari.

Menurut Jack Ting CEO OPCOM yang berbasis di Taipei, pengembang teknologi pertanian otomatis, farm cube berlangsung satu siklus sekitar enam minggu maka sayuran sebanyak 200 batang atau 100 tanaman sayur tumbuh serentak bergantung pada jenis sayuran yang dibudidayakan.

Bibit sayuran dimasatukkan ke dalam kubus (karena itu disebut farm cube). Siklus pertumbuhan berlangsung sepenuhnya secara otomatis dengan menggunakan perangkat lunak pertanian yakni sistem digitalisasi.

Pemilik mudah memantau pertumbuhan tanaman  yang dapat menyesuaikan terhadap lingkungan.  Sistem digital dapat menambahkan jumlah udara, cahaya, dan air sesuai kebutuhan sayuran agar  tumbuh dan berkembang tahap demi tahap seperti di alam sampai tiba saatnya memetik (panen).  Cara ini benar-benar cara cerdas berbisnis pertanian dengan digital yang juga berbasiskan bisnis.

Baca juga :   Apa Kaitan Siemens dengan FC Bayern Munich?

Dengan kamera dan sensor memungkinkan kita mudah memantau segala hal mulai dari tingkat PH hingga pengaturan lampu LED yang dapat kita lakukan dari mana pun tentu dengan koneksi Internet. Apakah kita tidak memanfaatkan cara cerdas berbisnis pertanian dengan digital  daripada mengelola pertanian dengan cara konvensional?

Pertumbuhan sayuran di dalam kubus bahkan lebih baik jika kita bandingkan dengan sayuran yang kita beli di pasar.  Sedangkan air  yang digunakan untuk kebutuhan tanaman disinar dengan Ultra Violet yang murnikannya demikian baik agar tanaman aman, bersih, dan sehat. Saat mau mengonsumsinya—sebagai lalapan atau sayur—kita tidak perlu mencucinya lagi.

Jika FarmCube dikaitkan dengan bisnis, artinya produk sayuran dapat kita jual, maka dibuatlah Farm Container (banyak kubus).  Dengan sistem multi-kubus yang menggunakan cahaya surya, kita dapat menumbuhkan 2.000 tanaman sekaligus misalnya selada untuk memberi makan bagi ratusan karyawan manufaktur. Sungguh  cara cerdas berbisnis pertanian dengan digital.

Kita tentu tertarik mengetahui Korea Digital Co. Ltd., yang mempunyai cara cerdas berbisnis pertanian dengan digital. Jika kita menerapkan ScienceCube, SenseCube, AWSCube, dan MotorCube, maka kelangkaan beberapa komoditi seperti beras, cabe, jengkol, sayuran yang pernah terjadi di Indonesia akan terhindarkan.

Saatnya para petani diberdayakan untuk tahu cara cerdas berbisnis pertanian dengan digital. Di Indonesia Korea Digital Co.Ltd. diwakili oleh PT Kornesia.

 

Simak Teknologi dan Pengelolaan Sistem FarmCube

Advertisement

Tulis Opini Anda