KERJA SAMA

Bukit Asam Gunakan Teknologi Catalytic Hydrothermal Australia

0
15
Proses Catalytic Hydrothermal Reactor Technology (Cat-HTR). (Sumber foto/@: www.bcinnovation.com)

Teknologi Catalytic Hydrothermal Reactor mampu mengolah dan memanfaatkan batubara kalori rendah (lignite) menjadi minyak mentah sintetis (synthetic crude oil) dan batubara kualitas tinggi. Selanjutnya dapat diproses sebagai crude oil menjadi bensin dan kerosin.

Proses Catalytic Hydrothermal Reactor Technology (Cat-HTR). (Sumber foto/@: www.bcinnovation.com)
Proses Catalytic Hydrothermal Reactor Technology (Cat-HTR). (Sumber foto/@: www.bcinnovation.com)

Perusahaan Tambang batubara PT Bukit Asam (Persero) Tbk menandatantani nota kesepakatan (memorandum of understanding, MOU) dengan perusahaan Australia bernama Ignite Energy Resources (IER). Kedua perusahaan itu akan mengembangkan proyek-proyek yang terintegrasi dengan menggunakan teknologi Reaktor Catalytic Hydrothermal (Cat-HTR) yang digunakan oleh Ignite dalam proses peningkatan tambang batubara. Teknologi Cat-HTR mengubah bentuk lignite atau disebutkan dengan istilah batubara coklat secara kimia menjadi dua produk bertenaga tinggi, yaitu batubara metalurgi dan minyak rnentah sintetis.

Batubara metalurgi sebagai tipe batubara untuk proses injeksi batubara tepung dapat digunakan untuk memproduksi besi baja dan juga sebagai batubara emisi rendah untuk pembangkit tenaga listrik. Sedangkan minyak mentah sintetis dapat diproses di pabrik-pabrik minyak yang ada untuk menjadi berbagai produk termasuk gasoline/bensin. minyak tanah dan solar.

Advertisement

Ignite juga mempunyai lisensi eksplorasi di tenggara negara bagian Victoria, Australia, di mana 16,6 milyar ton sumber lignit yang diakui Joint Ore Reserves Committee (JORC) yang bisa didapatkan di pasar bebas.

Batubara kadar rendah Bukit Asam dari Sumatra telah dikirim ke pabrik besar percobaan Ignite di New South Wales dan telah dapat ditingkatkan untuk memprodusir minyak mentah sintetis dan batubara kadar matalurgis dengan nilai kalorifik melebihi 7000kcal/kg.

Dengan kerja sama itu—MoU ditandatangani oleh Dirut Bukit Asam, Milawarma dan Len Humphreys CEO Ignite—memungkinkan Bukit Asam membeli sampai 30 persen Ignite.

Bukit Asam juga melaksanakan due diligence (uji tuntas) mengenai proyek teknologi proses trans-formasi batubara berkalori rendah menjadi minyak mentah dan batubara tepung injeksi (PCI). Milawarma mengharapkan due diligence itu selesai pada akhir Nopember 2014.

“Setelah itu, kita akan masuk sebagai pemegang saham atau partner. Tentu saja untuk beberapa waktu kami bukanlah pemegang saham mayoritas, tapi maksud kami akhirnya sebagai empunyanya.” Artinya, setelah PT Bukit Asam Tbk melakukan penelitian dan pengembangan tambang di Australia, hal itu bertujuan untuk mengakuisisi perusahaan Ignite Energy Resources Ltd.

Milawarm mengatakan perusahaan sedang memperhatikan kembali apakah akan ikut serta dalam pengembangan teknologi atau dalam memproses sumber batubara Ignite di Victoria, atau melakukan keduanya sekaligus. Bukit Asam juga sedang melaksanakan due diligence terhadap dua konsesi batubara di Sumatra dan Kalimantan.

Baca juga :   Perbedaan Speaker Internal dan Eksternal

Manajemen Bukit Asam berharap langkah mengakuisisi Iginite bertujuan untuk mempercepat perusahaan menjadi perusahaan energi kelas dunia. Dengan penggunaan teknologi Catalytic Hydrothermal Reactor (Cat-HTR) maka pengolahan dan pemanfaatan batubara kalori rendah (lignite) menjadi minyak mentah sintetis (synthetic crude oil) dan batubara kualitas tinggi dapat ditingkatkan. Selanjutnya bahan itu dapat diproses sebagai crude oil menjadi bensin dan kerosin. Sementara batubara kualitas tinggi dapat langsung digunakan untuk industri baja dan pembangkit listrik emisi rendah.

Uji coba yang dilakukan pleh Bukit Asam dengan mengirimkan batubara kalori rendah ke pabrik percontohan milik IER, dan hasilnya mampu menghasilkan minyak mentah sintetis dengan kualitas menyerupai minyak mentah biasa (crude oil). Teknologi IER ini juga dapat menghasilkan batubara berkualitas tinggi dengan nilai kalori lebih dari 7.000 kkal/kg.

Selain itu, IER memiliki teknologi bioenergi yang dinamai dengan Nusela, dan mempunyai properti aset batubara atau wilayah pertambangan dengan sumber daya sekitar 16 miliar ton.

Di Australia, batubara kalori rendah (lignite) saat ini tengah mendapat perhatian yang besar. Lignite yang dihasilkan dari batubara berwarna coklat merupakan kategori sumber bahan bakar yang banyak menghasilkan ekses karbon dioksida. Australia sendiri merupakan negara kedua terbesar di dunia yang mengandung batu bara coklat. Tetapi saat ini tingkat penggunaan teknologi masih belum ramah terhadap ekses tersebut. Pemerintah daerah Victoria, tempat projek IER dilaksanakan, baru-baru ini memberikan bantuan untuk pengembangan tambang dan pengolahan lignite yang ramah lingkungan.

Dikutip dari situs berita Latrobe Valley Express, IER mendapat bantuan senilai AUS$20 juta untuk membangun AUS$84,3 juta pertambangan yang mampu menghasilkan minyak dari batubara. Pemerintah Victoria sendiri hanya memberikan bantuan kepada dua perusahaan dari 21 perusahaan yang diseleksi. Kedua perusahaan itu ialah IER dan Coal Energy Australia.

IER sendiri merupakan perusahaan yang berada di kategori perusahaan yang sedang berkembang. Artinya bukan perusahaan yang sangat besar atau tidak bisa disebut sebagai perusahaan kecil yang berhasil mengembangkan teknologinya. (Sumber: tender-indonesia.com dan Warta Ekonomi.com)

Advertisement

Tulis Opini Anda