KESELAMATAN KERJA (1)

Bos, Patuhilah Aturan Bekerja agar Selamat

0
12
Managing Director Funamaya Co.Ltd Masato Kaneko (kiri) dan Kaori Minaki memperlihatkan jaket yang tahan terhadap api. (Foto: Rayendra L. Toruan)

Orang yang tak memperdulikan prosedur keselamatan mengancam keselamatan diri dan  orang lain. Pekerja yang diupah tak bisa semaunya membuat aturan sendiri. Ingat kerja ya ingat K3.

Managing Director Funamaya Co.Ltd Masato Kaneko (kiri) dan Kaori Minaki memperlihatkan jaket yang tahan terhadap api. (Foto: Rayendra L. Toruan)

Usia di tangan Tuhan. Akan tetapi, ancaman terhadap keselamatan jiwa dan fisik bisa terjadi di mana saja, kapan saja—lebih-lebih bagi pekerja di sektor industri yang sarat prosedur dan harus dipenuhi. Oleh  karena itu, manajemen perusahaan berupaya memprioritaskan keselamatan kerja melalui pelatihan praktis  mau pun panduan yang mudah dipahami oleh para pekerja.

Sumber acanaman terhadap keselamatan fisik beragam seperti industri manufaktur,  konstruksi dan perawatan bangunan, pertambangan, kehutanan, transportasi, pertanian bahkan dari alat yang digunakan—termasuk bahan kimia, ekstraisi, dan elektronik serta beragam ancaman terhadap keselamartan dan kenyamanan pekerja.

Advertisement

Ancaman lainnya dari bahan biologis seperti bakteri, virus, fungi, patogen bawaan darah, dan tuberkulosis. Sedangkan bahaya yang bersifat kimiawi meliputi asam, basa, logam berat, pelarut, petroleum, partikulat, asbestos, silica, asap, bahan kimia reaktif, api, bahan yang mudah terbakar, dan ledakan.

Keselamatan juga bisa terancam dari faktor psikologis dan social—terjadinya stres akibat jam kerja terlalu lama—tidak sesuai waktunya dengan perundang-undangan. Kekerasan di dalam organisasi disulut penindasan, pelecehan seksual, dan keberadaan bahan candu yang tidak sesuai dengan lingkungan kerja  seperti rokok, penggunaan alhohol, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, pemerintah menerapkan peraturan yang harus dilaksanakan oleh pemberi pekerjaan, manajemen perusahaan dan para pekerja itu sendiri—semualah pemangku kepentingan yang berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan kerja (K3)—meliputi aspek kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan orang yang bekerja di perusahaan/organisasi termasuk di lokasi proyek.

Jaket tahan api dari Jepang

Semua stakeholders baik secara moral, legalitas, finansial, dan sosial wajib melaksanakan kondisi kondusif atas keselamatan para pekerja dalam suatu aktivitas baik sendiri-sendiri atau bersama sama mengerjakan pekerjaan itu.

Pelaksanaan K3 berarti mewujudkan upaya pencegahan terhadap ancaman keselamatan, pemberian sanksi bagi pihak pelanggar, memberikan konpensasi bagi pihak yang dirugikan, dan melakukan tindakan medis bagi yang luka karena kecelakaan serta merawat yang sakit dan pemberian cuti sakit. K3 berterkaitan dengan ilmu kesehatan kerja, teknik keselamatan, teknik industri, kimia, fisika kesehatan, psikologi organisasi dan industri, ergonomika, dan psikologi kesehatan kerja.

Sektor manufaktur, pertambangan, konstruksi (di darat dan di bawah permukaan air laut), perkebunan, dan pertanian pada umumnya menggunakan peralatan industri  seperti mesin yang beresiko atas keselamatan para pekerja. Sektor otomotif misalnya, menggunakan beragam mesin produksi, tools, pengelasan, dan asembling.

Banyak pekerjaan yang yang masih dilakukan secara manual seperti memindahkan dan memasang beragam komponen yang dilakukah dengan kecepatan tinggi dan tepat waktu. Bentuk komponen pun beragam seperti ujung atau batang yang tajam dan runcing, permukaannya pun panas, dan bentuk lainnya—semua berpotensi terhadap keselamatan jika terjadi panas, atau benda (komponen) industri itu bisa menimpa, membakar, memotong, menusuk, dan membentur yang tentu saja dapat menyebabkan pekerja terluka atau menderita cacat dan bahkan mengancam nyawa.

Baca juga :   Menyuntikkan Jarum yang Presisi pada Tubuh Wanita

Memasuki era digital driver yakni era penerapan industri 4.0, peruahaan-perusahaan yang modern telah menggunakan robot untuk melakukan beragam pekerjaan yang tadinya dilakukan oleh manusia. Resiko terhadap ancaman keselamatan makin berkurang atau lebih diminimalisasi. Akan tetapi, ancaman terhadap keselamatan pekerja selalu (mungkin) terjadi.

Misalnya saat orang (pekerja) naik lift atau escalator, jika fasilitas alat angkut itu rusak, kecelakaan bisa saja terjadi. Demikian pula tempat kerja yang sempit dan ventilasi serta pintu masuk/ke luar terbatas, ancaman bahaya bisa terjadi. Bahkan orang yang bekerja di proyek pembuatan saluran air, dan kebisingan suara mesin di pabrik dapat beresiko hilangnya atau berkurangnya pendengaran.

Temperatur panas yang demikian ekstrim atau tekanan di bawah laut bisa menyebabkan pekerja mengalami stress, lelah, kram, ruam, pandangan mata terganggu, terjadi dehidrasi, badan panas dan  berkeringat, pusing, dan masih beragam kejadian yang mengancam dan membahayakan para pekerja. Sedangkan temperatur ekstrim dingin, menimbulkan hipotermia, frostbite, dan sebagainya. Arus listrik menimbulkan bahaya seperti tersengat, luka bakar, dan atau jatuh dari fasilitas saat bekerja di instalasi listrik.

Demikian juga pekerjaan di bidang kontruksi bangunan tinggi atau jalan layang bisa terjadi bahaya jatuh atau tertimpa benda bahan dan alat bangunan. Menurut sebuah sumber, pekerjaan di  bidang konstruksi merupakan bidang pekerjaan yang paling berbahaya dengan tingkat kematian yang paling banyak dibanding  sektor-sektor lainnya.

Oleh karena itu, penggunaan peralatan keselamatan seperti guardrail dan helm mutlak dilakukan oleh para pekerja. Demikian pula pelaksaan prosedur pengamanan seperti pemeriksaan tangga nonpermanen dan scaffolding akan mengurangi resiko kecelakaan. Sebuah lembaga bernama National Health Interview Survey (Amerika Serikat)  mengidentifikasi faktor organisasi kerja dan psikososial dan paparan kimiawi/fisik pekerjaan yang mampu meningkatkan beberapa resiko terhadap K3.

Salah satu perusahaan penyedia beragam alat safety (keselamatan) adalah Funayama Co.Ltd. yang bermarkas di Tokyo, Jepang. Perusahaan ini menawarkan beragam peralatan untuk melindungi ancaman (bahaya) dari kebakaran. Funayama mengikuti pameran Indowater dan IndoFirex & IndoSecurity yang diselenggarakan oleh PT  Napindo Media Adhitama di Jakarta belum lama ini.

Apa saja produk andalan Funayama dan bagaimana mesin WATERAX buatan Kanada memadamkan kobaran api? Manajemen PT Wilfana Mulia Tama dan perusahaan lain membeberkannya untuk Anda.

 

 

Advertisement

Tulis Opini Anda