AXA MANDIRI (3)

Berharap Perlindungan Lebih Banyak, Begini Perencanaannya

0
48
Mulai usia balita hingga dewasa butuh perlindungan yang salah satu sarananya adalah asuransi. Sayangnya, orang yang sudah berusia di atas 60 tahun, kurang mendapat pelayanan dari perusahaan asuransi—termasuk dari AXA Mandiri. (Foto: Rayendra L. Toruan)

Nasabah dan calon pemegang polis  mudah mengakses informasi tentang manfaat berasuransi. Bagaimana penyelenggara asuransi melindungi nasabahnya agar terhindari dari penipuan?

Mulai usia balita hingga dewasa butuh perlindungan yang salah satu sarananya adalah asuransi. Sayangnya, orang yang sudah berusia di atas 60 tahun, kurang mendapat pelayanan dari perusahaan asuransi—termasuk dari AXA Mandiri. (Foto: Rayendra L. Toruan)

Apakah program Fit Nation yang diselenggarakan AXA Mandiri untuk menjadikan nasabahnya lebih sehat sehingga klaim pertanggungan berkurang? “Oh no, tujuan program Fit Nation bukan hanya masyarakat yang sudah menjadi nasabah AXA Mandiri,” sahut  Presiden Direktur AXA Mandiri Financial Services, Jean-Philippe Vandenschrick.

JP (baca ji-pi) panggilan akrab Jean-Philippe Vandenschrick, manajemen AXA Mandiri justru sudah memulai pengembangan asuransi digital—untuk melayani para nasabah melalui ponsel pintar dengan cara mudah pada saat nasabah melakukan klaim via aplikasi chat Whatsapp.

Advertisement

Manajemen AXA Mandiri memanfaatkan sebaik mungkin peran digital  driver  yang demikian  berkembang pesat  sehingga pelayana kepada nasabah pemilik asuransi Jiwa AXA Mandiri lebih cepat, berkualitas, dan nasabah lebih mandiri. Menurut JP, AXA Mandiri tengah mengembangkan sistem e-polis dilengkapi dengan aplikasi-aplikasi lainnya yang relevan   untuk memudahkan para nasabah memberikan data sesuai dengan sistem pengembangan  yang berbasis internet dan  customer care.

Melalui asuransi digital yang berlaku untuk produk baru dan produk lama, maka nasabah lebih mudah mengkses informasi dari AXA Mandiri. Selain bertujuan meningkatkan pelayanan kepada nasabah, JP berharap pelayanan asuransi dengan digital berpeluang meningkatkan potensi jumlah nasabah yang didapatkan oleh AXA Mandiri.

Dengan pelayanan yang lebih mudah serta jaminan keamanan investasi maka para nasabah (warga yang belum menjadi nasabah) akan lebih mudah memahami dan mempercayai manfaat berasuransi yang ditawarkan perusahaan asuransi seperti AXA Mandiri. Artinya, calon nasabah dapat belajar tentang produk-produk asuransi yang ditawarkan.

Asuransi digital

Warga yang berasuransi tentunya berharap mendapatkan lebih banyak atau beragam perlindungan (proteksi) dari asuransi yang diikutinya. Akan tetapi, masyarakat yang hanya mendengarkan informasi secara sepihak—misalnya dari agen asuransi—kadang tidak punya banyak kesempatan untuk mempelajari informasi tersebut. Fon tulisan pada polis pun demikian kecil.

Salah satu cara untuk mendapatkan informasi produk asuransi, masyarakat dapat memperolehnya melalui  layanan digital. Oleh karena itu, perusahaan asuransi harus mampu mengembangkan bisnis asuransi digital dengan mengimplementasikan sistem fintech sebagai salah satu sarana bagi perusahaan untuk mengembangkan asuransi digital perusahaan. AXA Mandiri berupaya menggunakan perangkat fintech agar mampu menciptakan inovasi-inovasi baru untuk melayani nasabah dan calon nasabah.

Baca juga :   Gerak Kontrol Optimal Kurangi Konsumsi Energi Mesin

Sebagai catatan, AXA Mandiri pernah mendapat penghargaan seperti Top Brand Award kategori perusahaan asuransi jiwa, Top Agent Bancassurance dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia 2016, Golden Trophy Award (Infobank Insurance Award 2015) atas prestasi kinerja keuangan yang baik selama 5 tahun berturut-turut), dan Excellence Service Award 2016.

Masyarakat dan penyelenggara asuransi sebaiknya memahami kecenderungan yang disebabkan oleh era digitalisasi seperti hubungan antara masyarakat dan perusahaan asuransi. Hubungan pelanggan yang bersifat digital mengubah bentuk layanan dan bisnis asuransi modern.

Keterlibatan media sosial yang demikian cepat, real-time, mudah berinteraksi dengan aplikasi seluler, dan timbulnya kesadaran dari sensor yang membentuk Internet of Things (IoT) maka informasi yang mendetail harus lengkap dan harus dipelajari oleh masyarakat dengan baik.

Baik calon nasabah dan  penyelenggara asuransi harus memahami manfaat infrastruktur integrasi modern yang menggunakan API web, layanan cloud, dan konektivitas sadar IoT, serta infrastruktur integrasi tradisional (konvensional) dan integrasi data.

Perusahaan asuransi mudah mendapatkan data baru dari  internet seperti data perangkat yang dapat dipakai yang memungkinkan perusahaan asuransi menawarkan diskon bagi orang yang  perilaku sehat. Oleh karena itu, perusahaan asuransi harus mampu memproses dan menganalisis sejumlah informasi streaming (data) dengan menggunakan teknologi yang inovatif.

Perusahaan asuransi harus piawai menggunakan data streaming dan menganalisisnya secara efisien yang kemudian  diarsipkan sebagai data yang potensial yang harus disimpan dan dijaga (dilindungi). Semoga AXA Mandiri tidak mendiskriminasi calon nasabah yang telah berusia di atas 60 tahun yang cenderung ditolak sebagai nasabah—tentu berdasarkan usia dan produktivitas.

 

 

 

Advertisement

Tulis Opini Anda