TELEPON GENGGAM BEKAS

Berapa Ton Emas Kita Buang Tiap Tahun?

3
241

Pengguna telepon seluler di Indonesia 250 juta, melebihi jumlah penduduk  240  juta jiwa. Kandungan emas 41 buah telepon genggam bekas setara dengan kandungan satu ton bijih emas yang belum ditambang. Ironisnya, kita membuang emas tiap ganti telepon genggam.

140227-01a

Peralatan-peralatan elektronik berisikan banyak bahan seperti emas yang sangat berguna. Bagaimana jika alat elektronik seperti telepon genggam itu dibuang? Semoga para ahli—para insinyur—segera memberikan panduan untuk mendaur ulang bahan berharga dari telepon genggam/peralatan elektronik bekas. Perhatikan gambar di sebelah kanan, emas batangan yang menjadi bahan baku untuk pembuatan telepon genggam dan alat elektronik lainnya.

Advertisement

Anda pasti termasuk pengguna salah satu telepon genggang atau selular. Jangan-jangan Anda mempunyai lebih dari satu. Belum termasuk tablet, Laptop, komputer, dan barang-barang elektronik lainnya. Dalam setiap benda elektronik itu, terdapat benda-benda logam yang sangat berharga seperti emas.

Menurut Research On Asia Group, Indonesia menyerap 133 juta telepon genggam pada tahun 2010 yang dilayani oleh 10 operator.  Sedangkan Ketua Asosiasi GSM Asia Pasifik, Shigeyasu Suenaga, Indonesia adalah salah satu negara dengan pengguna ponsel terbanyak di Asia Pasifik–Indonesia menempati peringkat ke-3 di nawah China dan India di belahan Asia Pasifik. Jumlah pengguna telepon genggam diperkirakan mencapai 250 juta meski jumlah penduduk hanya 240 juta jiwa.

Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI), menyebutkan hingga akhir 2011,  jumlah pelanggan selular jauh lebih besar ketimbang jumlah penduduk Indonesia. Indonesia memiliki penetrasi telepon seluler sebesar 110 persen. Di antara orang Indonesia, ada yang memiliki dua jenis telepon genggam yang dilayani operator GSM dan CDMA yang tentu saja GSM mendominasi hingga 95 persen.

Penggunaan telepon selular tingkat dunia pun meningkat. Menurut International Telecoms Union (ITU),  jumlah telepon genggam di seluruh dunia akan melampaui jumlah penduduk dunia yakni tujuh miliar pada  2014. Akhir tahun 2013, terdapat  6,8 miliar nomor ponsel yang aktif, sedangkan jumlah penduduk dunia 7,1 miliar. ITU menandaskan, sepertiga populasi dunia  sudah online—termasuk Anda sendiri.

Bahan baku logam yang mahal

Telepon genggam terbuat dari bahan baku logam seperti emas, palladioum, tembaga, dan sebagainya. Pabrikan-pabrikan terus berlomba membuat telepon genggam dengan spesifikasi dan fitur-fitur baru untuk menggoda calon pembeli. Uniknya, terutama kalangan muda, demikian mudah menjadikan telepon genggamnya menjadi bekas tergusur telepon genggam seri baru.

Membuat kaca yang sangat transparan (dalam gambar berada di latar belakang, berwarna putih) membutuhkan bahan-bahan mentah yang sangat murni, atau suatu metode baru untuk mendaur ulang kaca datar yang biasa—pada gambar berada di latar depan, berwarna hijau. (Sumber foto/@: Fraunhofer ISC)
Membuat kaca yang sangat transparan (dalam gambar berada di latar belakang, berwarna putih) membutuhkan bahan-bahan mentah yang sangat murni, atau suatu metode baru untuk mendaur ulang kaca datar yang biasa—pada gambar berada di latar depan, berwarna hijau. (Sumber foto/@: Fraunhofer ISC)

Sekitar 60 metrik ton bahan mentah (logam) yang digunakan di seluruh dunia setiap tahun. Kebutuhan bahan baku diprediksi naik 140 metrik ton pada tahun 2050 sementara sumber daya bahan baku kian terbatas. Bagaimana mengatasinya?

Salah satu cara adalah dengan melakukan daur ulang telepon genggang bekas. Daur ulang harus dilakukansecara sistematis—memastikan persediaan bahan mentah yang berasal dari benda-benda elektronik yang bekas, yang kemudian diolah sebagai bahan untuk produk-produk baru pada masa depan.Para peneliti sedang mengerjakan generasi lanjutan—merupakan bagian  dari manajemen pendaur ulangan siklus tertutup sebagai bagian dari proyek Sesudah Hari Esok atau disebutkan sebagaui Penyortiran Molekuler.

Kita mempunyai lebih dari 100 juta euro yang mengendap di dalam lemari penyimpanan. Menurut perkiraan  Agen Lingkungan Hidup Federal Jerman, sekitar 72 juta telepon genggam bekas dan rusak tergeletak di tempat tinggal kita—merupakan suatu tambang emas. Tiap telepon bekas itu terdiri dari kira-kira 250 miligram perak, 24 miligram emas, sembilan milligram palladium, dan sembilan gram tembaga. Kedengarannya tidak begitu berharga, tetapi ketika dikalikan dengan nilai total dari bahan-bahan mentah yang berharga ini maka hasilnya melebihi 100 juta euro.

Menurut laman situs Id Geeks menunjukkan, dalam setiap 1 juta telepon genggam terdapat sebanyak 9 kg palladium, 24 kg emas, 250 kg perak, dan 9000 kg tembaga. Kalau 1 gram emas bernilai Rp500.000, maka nilai 24 kg emas mencapai Rp12 miliar rupiah—nilai ini masih di luar bahan logam lainnya yang tentu saja harganya sangat mahal.

Coba hitung, berapa juta telepon genggang bekas di Indonesia? Kita harus mendapatkan data dari perusahaan impor telepon genggam yang jumlahnya pasti ratusan dan mungkin ribuan juta—sejak orang Indonesia menggunakan telepon genggam (tahun 1980-an?).

Bagaimana dengan peralatan-peralatan elektronik lama yang mengandung bahan-bahan berguna? Uni Eropa (UE) memastikan bahwa pemanggang roti, alat pembuat jus, pembuat kue wafel atau pengering rambut yang sudah rusak biasanya kita buang saja. Contohnya orang-orang di Eropa menghancurkan nilai berharga dari sampah-sampah elektronik hingga dua miliar euro setiap tahun.

Jumlahnya terus meningkat pada tahun-tahun mendatang. Menyadari menipsisnya sumber daya—akan menjadi sebuah ancaman yang nyata untuk pertumbuhan ekonomi di Eropa Barat—Uni Eropa  meluncurkan sebuah inisiatif untuk mengatasi kelangkaan sumber daya itu. Pengembangan daur ulang  sampah elektronik merupakan tindakan awal dan harus terus ditingkatkan melalui berbagau usaha.

Komisi UE menjelaskan bahwa ketersediaan 14 bahan mentah yang dibutuhkan sektor industri memasuki suatu tingkat  yang kritis. Bahan-bahan baku itu termasuk cobalt—digunakan di dalam baterai-baterai berion lithium, germanium—untuk manufaktur kabel-kabel serat optik dan sensor-sensor infra merah, dan tantalum, yang terdapat di dalam telepon-telepon seluler.

Para ahli meramalkan suatu kenaikan sebesar tiga kali lipat di dalam permintaan bahan-bahan mentah itu pada tahun 2030, dan kenaikan ini tidak bisa terjadi kecuali kita mengimplementasikan strategi-strategi pendaur ulangan yang sistematis. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga menekan agar negara-negara industri mengubah secara radikal cara mengatasi sumber daya—jika  ingin menghindari krisis yang akan menimpa dunia.

“Sampah seseorang adalah bahan mentah bagi orang lain. Sektor sampah dan pendaur ulangan akan memainkan peran yang menentukan di dalam Perekonomian Hijau pada abad ke-21,” kata Achim Steiner, Direktur Eksekutif dari Program Lingkungan Hidup Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations Environment Program (UNEP).

Achim meminta kepada pengembang untuk berpikir maju dan mempertimbangkan kemampuan untuk mendaur ulang  peralatan-peralatan yang sedang mereka rancang. Mendaur ulang logam adalah dua hingga sepuluh kali lebih efisien daripada mengekstraknya dari dalam tanah.” Emas yang berada di dalam 41 buah telepon seluler sama jumlahnya dengan kandungan yang berada di dalam satu ton bijih emas.

Contohnya Jerman negara dengan sumber daya alam yang terbatas ,  dipengaruhi oleh meningkatnya kekurangan bahan-bahan mentah. Maka Fraunhofer-Gesselschaft tidak hanya bekerja secara intensif untuk mengembangkan proses-proses baru yang akan mengembangkan efisiensi di dalam hal energi dan sumber daya yang digunakan hari ini—termasuk   generasi lanjutan dari pendaur ulangan dengan siklus yang tertutup. Sebagai contoh, “Peralatan Elektronik Hijau”  sejak cukup lama menjadi sebuah topik penelitian penting di Fraunhofer Institute for Reliability and Microintegration IZM di Berlin. Institut tersebut merupakan salah satu dari beberapa institut di dunia yang mempelajari tentang kemapanan sistem-sistem elektronik dalam hal konteks teknologi dewasa ini.

Fraunhofer Project Group for Materials Recycling and Resource Strategies IWKS di Alzenau dan Hanau ditugaskan untuk menemukan solusi-solusi yang akan mengamankan pasokan sumber-sumber daya untuk industri di dalam jangka waktu yang panjang. Para peneliti menyusun dan menganalisis data-data yang sah mengenai siklus bahan-bahan di dunia untuk kemudian dikembangkan menjadi strategi-strategi yang berhubungan dengan sumber daya. Selama kegiatan-kegiatan itu, para ahli  mengembangkan proses-proses yang baru, ramah lingkungan, dan bernilai komersial untuk pendaur ulangan bahan-bahan yang dilakukan secara kritis.

Pemisahan bahan-bahan pada level molekuler

Proyek Sesudah Hari Esok yang dinamai Penyortiran Molekuler untuk Efisiensi Sumber Daya merupakan salah satu jalan utama di mana para pakar mencoba mengendalikan lebih lanjut konsep pendaur ulangan yang  sistematis dan produksi di dalam aliran siklus yang tertutup (baca Penyortiran Molekuler)

Tujuan penelitian adalah untuk mengembangkan sebuah sistem produksi yang tidak mensyaratkan penggunaan bahan-bahan mentah yang baru, dengan membuat penggunaan yang berulang dari bahan-bahan mentah sekunder dan mengembalikannya untuk diproduksi di dalam sebuah proses yang mengalir.

Saringan-saringan keramik yang memiliki penyerap akan membuat bahan-bahan mentah dapat dipulihkan dengan menggunakan proses gas panas. (Sumber foto/@: Fraunhofer IKTS)
Saringan-saringan keramik yang memiliki penyerap akan membuat bahan-bahan mentah dapat dipulihkan dengan menggunakan proses gas panas. (Sumber foto/@: Fraunhofer IKTS)

Namun, cara ini lebih mudah untuk diucapkan daripada dilakukan. Para peneliti harus menghadapi tantangan yang diakibatkan kenyataan bahwa sebagian besar produk moderen mengandung bahan-bahan dengan suatu campuran penuh warna. Sebuah telepon seluler mengandung  60 bahan mentah yang berbeda—seperti tembaga, perak, emas, nikel, zinc, palladium, dan cobalt—di dalam jumlah yang paling kecil.

“Distribusi yang baik dari bahan-bahan ini mensyaratkan bahwa kita menghadapi teknik-teknik baru untuk memisahkan dan menyortirnya,” kata Koordinator Proyek Professor Jörg Woidasky dari Fraunhofer Institute for Chemical Technology ICT di Pfinztal, yang terletak di dekat Karlsruhe. Selain memberikan metode-metode pendaur-ulangan, para peneliti ingin memproses bahan-bahan mentah yang langka dan berharga.

“Untuk pertama kalinya kita sangat bermaksud untuk mendasarkan proses-proses pemisahan pada skala terkecil dari penyortiran yang bisa kita gunakan, yang berarti menurunkan semuanya pada level molekuler atau bahkan atomis,” jelas Woidasky yang  menggambarkan tentang penyortiran molekuler. Para peneliti yang bekerja pada proyek penelitian  mengembangkan konsep-konsep pendaur ulangan yang baru untuk logam dan bahan-bahan mentah seperti mineral, unsur-unsur biologis, organis, dan silika.

Bahan logam mulia dan bahan-bahan galian yang langka, secara umum hanya ditemukan di dalam jumlah yang terurai dengan baik dan bentuknya pun kecil. Jumlah kecil dari logam-logam tersebut terdapat tidak hanya di dalam telepon seluler, tetapi juga di dalam kepingan-kepingan RFID atau gel-gel pancuran perak mikroskopis (nanosilver shower gel – pen.). Pengembalian logam-logam mulia dan bahan-bahan galian langka yang terjarang dan paling mahal sepertinya menjadi suatu hal yang penting di dalam tahun-tahun ke depan. Para peneliti Fraunhofer Institute for Interfacial Engineering and Biotechnology IGB di Stuttgart tekah  mengerjakan teknologi-teknologi pendaur ulangan dan proses pengintegrasian yang baru.

Pendaur ulangan dilakukan dalam tiga tahap. Peneliti menempatkan harapan pada pelumeran biologis, di mana organisme-organisme mikro digunakan untuk mengekstraksi logam-logam dari bijihnya, ampas pembakaran atau kayu-kayu yang masak dipenuhi dengan garam-garam berkandungan logam melalui pencampuran unsur-unsur logam yang tidak dapat dipisahkan terdapat di dalamnya ke dalam garam yang dapat dipisahkan dengan air. Polimer-polimer khusus atau bahan-bahan mentah yang mapan seperti keratin atau lignin kemudian digunakan untuk mengikat dengan rapih logam-logam atau bahan-bahan galian langka yang dilarutkan. Bahan-bahan mentah berharga kemudian bisa dipisahkan elektroforesis.

Ion-ion logam yang dapat diuraikan dengan menggunakan zat-zat organisme mikro.(Sumber foto/@: Fraunhofer IGB)
Ion-ion logam yang dapat diuraikan dengan menggunakan zat-zat organisme mikro.(Sumber foto/@: Fraunhofer IGB)

“Meskipun metode-metode sudah eksis untuk memperbanyak yang disasarkan secara khusus, yakni solusi untuk logam-logam, elektroforesis ini agak mahal dan tidak bisa diaplikasikan secara universal,” ungkap Dr. Thomas Schiestel dari IGB. “Untuk menutup siklus produk, teknologi-teknologi yang baru membutuhkan pengembangan yang terintegrasi dengan mudah dan bisa digunakan secara fleksibel untuk kelompok-kelompok logam yang berbeda.”

Para peneliti melakukan pengujian seimbang yang mendemonstrasikan bahwa organisme-organisme mikro memisahkan dan bisa mengurai ion-ion dari unsur logamnya. Pengayaan ini diberikan oleh polimer-polimer fungsional sintesis dengan kelompok-kelompok phosponate, iminodiacetate dan mercaptan—seluruhnya mempunyai suatu daya tarik-menarik yang sangat tinggi terhadap perak, tembaga, neodymium dan lead, suatu logam berat.

Tim memodifikasi keratin dengan jalan yaitu mengikat yang rapi emas pada kapasitas yang tinggi. Ion-ion logam dipisahkan dengan menggunakan elektroforesis yang mengalir bebas. “Percobaan-percobaan sebelumnya menegaskan bahwa penguraian itu mungkin,” kata Schiestel. Para peneliti berharap untuk menerapkan proses-proses yang telah mereka kembangkan pada logam-logam lainnya, terutama bahan-bahan galian langka dan logam-logam mulia lainnya.

Kaca yang sangat bening terbuat dari kaca datar daur ulang

Seperti apa pemisahan unsur-unsur pada level molekuler ditunjukkan oleh para ahli dengan menggunakan kaca berkualitas tinggi yang bebas dari alat-alat yang berwarna. Kaca yang sangat bening itu mampu ditembusi sinar secara maksimal. Karena itu digunakan di dalam alat-alat yang menggunakan teknik pencahayaan, contohnya kabel-kabel serat optik atau layar-layar pertunjukan. Unsur tersebut haruslah semurni mungkin, karena pengotoran sekecil apa pun bisa mengurangi kualitasnya. Bahkan kandungan besi yang paling kecil sekalipun (0,1 persen) sudah cukup untuk dianggap mengurangi transparansinya.

Baca juga :   Membuat Struktur Komponen Pesawat, Apa Rahasia Teknologinya?

“Dinamika tingkat pertumbuhan pada bidang alat pencahayaan terutama sangatlah besar, di mana permintaan akan kaca datar dengan transparansi tingkat tinggi pada tahun-tahun mendatang melampaui ketersediaan alamiah bahan-bahan mentah bebas besi. Ketika jumlah kaca dengan transparansi tingkat tinggi termasuk pengunaan modul-modul alat pencahayaan “bekas”,” ungkap Dr. Jürgen Meinhardt dari ISC.

Sebuah sumber bahan mentah alternatif kemungkinan dengan menggunakan kaca datar, yang hingga saat ini masih “didaur ulang” ke dalam wadah murah dari kaca dan wol mineral. Akan tetapi, kandungan besi menghadapi suatu masalah karena secara sederhana masih sangat tinggi. Tim peneliti ingin memisahkan besi dari kaca pada level molekuler, dengan mengubah sejumlah residu kecil dari besi melalui suatu cara tertentu sehingga transmisi dari cahaya tidak lagi berpengaruh. Untuk melakukannya, mereka melelehkan kaca pada suhu sekitar 1500 °C. Untuk menggambarkan prosesnya, Meinhardt menjelaskan bahwa “Apa yang kami lakukan adalah mengeluarkan atom-atom besi yang ada di dalam tungku pembakaran dari kaca tersebut.”

Pendaur ulangan kayu yang cerdas

Permintaan akan sumber daya terus meningkat. Pengambilan kayu contohnya, yang tidak hanya meminta kayu dengan kualitas tinggi dari sisi pertumbuhan perusahaan-perusahaan mebel, tetapi juga permintaan akan bahan bakar yang meningkat. “Ketersediaan sumber daya kayu di Jerman  benar-benar memenuhi tingkat permintaan yang diramalkan terhadap kayu sebagai suatu bahan dan sebagai sumber energi di masa depan,” kata Fisikawan Peter Meinlschmidt dari Fraunhofer Institute for Wood Research, Wilhelm-Klauditz-Institut WKI di Braunschweig. “Karena itulah sangat penting bagi industri penghasil kayu dan industri kertas di Eropa untuk mendaur ulang kayu sisa-sisa industri, seperti sisa-sisa dari pabrik-pabrik kayu dan triplek, kayu  palet-palet bekas pelukis, industri kemasan, mebel, atau kayu bakar.”

 

Sebuah pisau baling-baling dengan isi busa (gambar kiri), dan hasil dari pencampuran dengan menggunakan sebuah reaktor yang berpengaruh seperti pada gambar kanan. (Sumber foto/@: Fraunhofer ICT)
Sebuah pisau baling-baling dengan isi busa (gambar kiri), dan hasil dari pencampuran dengan menggunakan sebuah reaktor yang berpengaruh seperti pada gambar kanan. (Sumber foto/@: Fraunhofer ICT)

Hingga saat ini sekitar 33 persen dari 8 juta metrik ton kayu sisa dihasilkan di Jerman setiap tahun yang digunakan kembali. Sebagai perbandingan,  di Italia yang dipakai lagi sebanyak 89 persennya. Salah satu alasan dari jumlah pendaur ulangan yang rendah di Jerman adalah peraturan tentang Kayu Sampah (Waste Wood Ordinance – pen.), yang melarang atau sepenuhnya membatasi penggunaan kayu yang telah dilapisi dengan campuran-campuran organik yang terhalogenisasi atau diobati dengan bahan-bahan pengawet kayu.

Teknik-teknik pemisahan yang baru pada level molekuler seharusnya membantu mengatasi persoalan tanpa mengganggu pemikiran-pemikiran tentang pencegahan di balik peraturan tersebut. Agar dapat mendaur ulang kayu yang lebih tua, langkah yang pertama adalah mengenali berbagai zat yang merugikan di dalamnya.

“Kami bermaksud untuk mendeteksi zat-zat ini dengan memindai permukaan kayu dan menggunakan teknik-teknik yang beragam, termasuk spektroskopi yang menyerupai infra merah, spektroskopi yang berbahan laser dan spektroskopi masal, setelah kayu bisa untuk disortir,” jelas Peter Meinlschmidt menjelaskan pendekatan yang diambil oleh para pakar WKI. Kayu-kayu dibersihkan. “Kayu diobati dengan bahan-bahan pengawet kayu organik yang bisa dibersihkan dengan menggunakan cairan-cairan superkritis. Kami merencanakan untuk menggunakan bahan kimia basah, pembakaran dan proses-proses pyrolysis untuk menghapuskan atau membersihkan logam-logam berat.”

Plastik organik, selulosa, bahan-bahan kimia dasar, dan produk-produk baru lainnya juga bisa diperoleh dari kayu yang telah dibersihkan. Tujuannya adalah untuk mengembangkan suatu unit penyortiran bahan untuk kayu sisa yang akan menggunakan suatu proses pengaliran untuk digunakan lagi sebagian besar dari kayu yang dibuang. Pada akhirnya digunakan untuk tujuan pemanasan pada akhir dari rantai pengaliran. Para ilmuwan telah selesai meletakkan dasar-dasar penting  untuk proyek ini dengan mengembangkan teknik-teknik untuk menghapuskan lapisan-lapisan teratas dari permukaan yang dicat serta chip dan papan serat yang berlapis film. Pada tahap inilah sebagian besar dari kotoran dibersihkan.

Jenis sampah yang lain biasanya dikubur di dalam tanah atau digunakan sebagai bahan tambahan untuk tambang. Bahan yang tidak termasuk dalam siklus bahan-bahan, adalah sisa abu pembakaran sampah padat perkotaan atau municipal solid waste incineration (MSWI – pen.). Para ilmuwan di Fraunhofer Institute for Building Physics IBP ingin merubah kebiasaan ini. “Tujuan utama kami adalah untuk memisahkan semua komponen logam, kaca, dan keramik dari sisa abu MSWI, untuk mengurangi volumenya secara keseluruhan,” jelas Dr. Volker Thome. Para peneliti berkonsentrasi pada penggunaan fragmentasi elektrodinamis, yaitu dengan menembakkan ledakan kilat super-pendek melalui sisa abu, kemudian menguraikannya menjadi komponen-komponen individual. Pada tahap selanjutnya, para peneliti juga berharap akan menggunakan material yang tertinggal untuk mengembangkan suatu pengganti semen atau agregat semen. Sisa  abu MSWI bereaksi di dalam suatu cara yang sungguh sama seperti semen ketika dicampur dengan air.

Proses khusus juga digunakan untuk memisahkan dan menyortir bahan-bahan olahan yang penggunaannya dapat ditemukan secara lebih luas di dalam industri otomotif dan di dalam pembangkit listrik bertenaga angin. Para pakar  membuat panduan cara mengolah bahan-bahan yang mapan dan rancangan produk, sehingga bila memungkinkan maka semua penyusun dari komponen-komponen campuran itu dapat  didaur ulang.

Peluang secara ekologis dan ekonomis

Bukan hanya sampah padat yang bisa diuraikan untuk menjadi sumber daya yang bermanfaat. Sisa-sisa pembuangan juga berisikan bahan-bahan mentah. Misalnya pabrik pembakar sampah yang membakar bahan-bahan yang beragam jenisnya. Selama proses itu, logam-logam yang terkandung di dalam sampah, seperti germanium, zinc, dan fosfor yang sangat langka, disimpan di dalam abu yang kemudian diolah lagi. Para ilmuwan di Fraunhofer Institute for Ceramic Technologies and Systems IKTS di Dresden, Jerman, ingin memperbaiki sumber daya itu. Tim pakar mengembangkan saringan-saringan keramik khusus dengan mengubah unsur-unsur tertentu yang dipilih pada suhu di atas 850°C. Saringan-saringan tersebut bisa diperbaiki hingga tingkat kemurnian tertinggi yang memungkinkan jika dilakukan suatu tahap pendaur ulangan yang lebih jauh. Logam seperti  germanium, bisa digunakan, sebagai contoh di dalam industri semikonduktor. Sedangkan fosfor daur ulang bisa digunakan oleh industri pupuk.

Sisa abu MSWI yang belum ditindaklanjuti (kiri) berisi seripihan-serpihan kaca dan keramik (kanan)
Sisa abu MSWI yang belum ditindaklanjuti (kiri) berisi seripihan-serpihan kaca dan keramik (kanan)

Apakah usaha pendaur ulangan ini benar-benar bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup? Untuk menjawab pertanyaan ini, para pakar Fraunhofer membuat sebuah model Penilaian Siklus Hidup (Life Cycle Assessment). Setiap metode penyortiran molekuler yang menghubungkan informasi yang mereka punya kembali kepada tim pengembangan melalui piringan-piringan yang berisi informasi. Hasil nyata dari proses itu tidak hanya “sertifikasi” –tidak  merusak lingkungan hidup, tetapi juga menjadikan analisis-analisis ekologis sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangannya.

“Pemulihan sumber daya-sumber daya material dari sampah adalah hal mendasar yang ingin dicapai di dalam upaya-upaya untuk melestarikan sumber daya alam,” kata Koordinator Jörg Woidasky. “Seperti telah diungkapkan, bahwa upaya tersebut pastilah baik bila dikaitkan dengan manfaat yang didapat darinya, tidak hanya dari sudut pandang ekonomi tetapi juga dari sudut pandang ekologi.”

Apakah metode-metode yang telah dikembangkan sungguh-sungguh bisa dilaksanakan secara ekonomis bag? Para ilmuwan di Fraunhofer Institute for Systems and Innovation Research ISI di Karlsruhe. mencoba untuk menjawab pertanyaan ini melalui sebuah “proses penerawangan”. Mereka membuat tiga model skenario. Yang pertama adalah “dunia hijau baru”, lalu yang bertentangan dengan yang pertama adalah “setelah terjadi bencana”, dan kemudian adalah penyimpulan di antara keduanya yaitu “bisnis yang biasa”. Hasil-hasilnya menunjukkan bahwa permintaan akan teknologi-teknologi yang baru dewasa ini akan sesuai dengan skenario-skenario tersebut pada umumnya.

Metode-metode pendaur ulangan yang efisien adalah salah satu cara yang memungkinkan untuk menjadi tidak tergantung kepada impor akan bahan-bahan mentah yang mahal dan langka. Gantinya adalah adanya kesempatan yang lain, atau dengan menggunakan bahan-bahan alternatif. Hal lain yang juga membuat sibuk institut-institut Fraunhofer adalah tentang bahan-bahan mentah mapan yang bisa digunakan berkaitan dengan minyak mentah untuk menghasilkan bahan-bahan plastik dan kimiawi. Penelitian ini didemonstrasikan cara kerjanya oleh Fraunhofer Center for Chemical-Biotechnological Processes CBP di Leuna.

“Kami bermaksud untuk membawa pendaur ulangan bahan-bahan mentah menjadi seluas mungkin, untuk menggantikan sumber-sumber daya yang langka dan membuat kegunaan bagi energi-energi yang dapat diperbaharui, sehingga membuka kesempatan-kesempatan bagi bidang usaha yang baru,” kata Presiden Fraunhofer-Gesellschaft.

“Tujuan ini akan membantu memperkuat posisi dari negara-negara seperti Jerman sebagai lokasi-lokasi industri yang teratas.”

Bagaimana di Indonesia? Kita belum pernah mendengarkan upaya instansi atau asosiasi yang terkait dengan telepon genggam untuk mengumpulkan telepon genggam bekas. Yang pasti, jumlah telepon genggam bekas pastilah ratusan juta yang dibuang atau ditaroh di sekitar pemiliknya. Kecenderungan orang Indonesia yang senang gonta-ganti telepon genggamg, membuat jumlah telepon genggang bekas semakin menggunung yang tentu saja mengandung ribuan juta ton logam-logam berharga seperti emas.

Bagaimana kalau kita berupaya mengumpulkan telepon genggang bekas untuk kita olah dan mengambil kandungan logam yang berharga di dalamnya? Hasil tambang yang didapatkan dari jutaan telepon genggamg bekas, dapat kita jadikan untuk membantu 30 juta masyarakat di bawah garis kemiskinan. (Bahan diolah dari berbagai sumber termasuk tulisan Birgit Niesing berjudul Recycling 2.0 – Perfectly Separated; fraunhofer.de/magazine)

Penyortiran Molekuler

Program Pasar-Pasar Sesudah Hari Esok (Markets Beyond Tomorrow – redaksi) yang dimulai sejak 2011, hasilnya memerlihatkan bahwa para peneliti Fraunhofer sedang bekerja mencari solusi bagi tantangan-tantangan yang dihadapi dewasa—berkaitan dengan sumber daya yang langka, kebutuhan akan energi yang mapan dan kesehatan yang layak. Satu dari tujuh proyek yang didanai adalah Penyortiran Molekuler bagi Efisiensi Sumber Daya.

Para peneliti mengembangkan teknik-teknik pemisahan dan penyortiran yang baru untuk dapat menghasilkan pendaur ulangan yang sistematis. Pada hasil akhir yang ingin dituju oleh proyek tersebut, mereka bermaksud untuk merangkum sebuah metode yang lengkap sebagai perlengkapan konstruksi untuk memperbaiki dan mendaur ulang material-material di dalam menjawab kebutuhan dari industri-industri secara luas—termasuk manufaktur otomotif, rekayasa mesin, dan konstruksi pabrik.

Insitut-institut yang ikut dalam proyek daur ulang telepon genggam dan barang elektronik bekas :

  • Fraunhofer Institute for Chemical Technology ICT (koordinator)
  • Fraunhofer Institute for Interfacial Engineering and Biotechnology IGB
  • Fraunhofer Institute for Silicate Research ISC
  • Fraunhofer Institute for Ceramic Technologies and Systems IKTS
  • Fraunhofer Institute for Building Physics IBP
  • Fraunhofer Institute for Wood Research, Wilhelm-Klauditz-Institut, WKI
  • Fraunhofer Institute for Systems and Innovation Research ISI

(Sumber:  molecular-sorting.fraunhofer.de/)

Incoming search terms:

Advertisement

3 KOMENTAR

  1. A L D I WASTE MANAGEMENT

    DIBELI BARANG DENGAN HARGA YANG TERBAIK :

    JERIGEN PUTIH 5L , 10L , 20L , 30L
    JERIGEN ABU 30L
    DRUM PLASTIK 120L , 200L
    DRUM BESI KOSONG
    PIRINGAN CD / DVD
    TUTUP AQUA GALON / TUTUP BOTOL
    BOTOL INFUS
    MINYAK JELANTAH EX RESTO / CATERING / HOTEL , DLL
    OLI BEKAS GENSET
    KOMPUTER SET , CPU , PRINTER , KURSI , FILLING CABINET , BRANKAS , AC 3 PK KEATAS , KONDISI RUSAK
    AKI BEKAS MOBIL / MOTOR / UPS / TOWER BTS
    TEMBAGA LIDI KUPAS / NON KUPAS
    BIJI PLASTIK PET POLYESTER *
    KULIT KABEL “PE GILA” , PVC UDAH GILING , PP HITAM , PP NATURAL ,
    PC GALON , DLL *
    BELI KAYU GAHARU
    AIR FIXER BEKAS *
    MCB / KONTAKTOR / BREAKER / RELAY / PCB
    PLASTIK KEYBOARD
    PLASTIK EX RONTGEN
    FILM EX OFFSET ( + / – )
    PAPAN JALUR
    FILM NEGATIF , FILM POSITIF KORAN

    GELAS PLASTIK PP UKURAN 8 – 30oz ( BARU )*
    GELAS KERTAS 6 – 20oz ( BARU )*
    HANGER BAJU HITAM *
    RINSO CURAH *
    SUSU KENTAL MANIS FRISISAN FLAG ( SACHET / KALENG )
    ROYCO (KADAR)
    INDOMIE SOTO & GORENG ( BARU / KADAR )
    SABUN MANDI BATANGAN / CAIR ( DETTOL , DLL ) *
    ODOL PEPSODENT
    SOFFEL (LOTION ANTI NYAMUK)
    MINYAK ANGIN *
    PEMBERSIH LANTAI SACHET
    KOREK API GAS (TOKAI , DLL)
    BATU BATERAI AA / AAA
    SANDAL ANAK2 / DEWASA *
    SEPATU ANAK2 / DEWASA *
    KERTAS NASI *
    MIE / SOUN / BIHUN / ROTI KADALUARSA *
    LAKBAN PUTIH / COKLAT *
    SARDEN MACKAREL MERK “BOTAN / MAYA”
    ANEKA SUSU BUBUK KADALUARSA (KALENG / NON KALENG) *
    SERBA MARGARIN CUP / SACHET / KILOAN ( BARU / KADALUARSA ) *
    SERBA ATK *
    SERBA PERABOT ( PIRING , SENDOK , GELAS , MANGKUK , KUALI , WAJAN , PANCI , SAPU LIDI , SAPU PLASTIK ) *
    KRAN DISPENSER *
    DLL DLL DLL DLL

    CATATAN :
    – SEBUT HARGA JUAL LANGSUNG
    – HANYA MELAYANI PEMBAYARAN TUNAI
    – ALAMAT JELAS & LENGKAP DIBERITAU
    – TIDAK MELAYANI INFO / JUDUL SAJA
    – BARANG SUDAH SIAP JUAL
    – TIDAK MELAYANI TANYA – JAWAB HARGA
    – SAMPEL HARUS ADA ( TANDA * )

    HUBUNGI:

    TELP / SMS / WHATSAPP
    ( 089650091317 )
    ANOM & TEAM

    • Sebaiknya tulis beritanya dan kirimkan gambarnya, nanti kita pertimbangkan pemuatannya diB2B mmindustri.co.id
      Silakan lihatdan baca info Upcoming events dimmindustri.co.id
      Tahun 2017 ini, media ini akan menyelenggarakan INDONENESIA/ASEAN ONLINE EXPO,tunggu ya

Tulis Opini Anda