TEKNOLOGI PERAKIT (1)

Begini Cara Merakit Sayap Pesawat Terbang

2
190

Hingga sekarang, sayap pesawat terbang masih dipasang secara manual. Akan tetapi, proses ini segera dapat diotomasi berkat bantuan robot yang tampak sepeti ular. Proyek ini sedang dikembangkan dalam sebuah proyek UE.

Seperti ular robot tersebut dapat berotasi untuk mencapai ekstrimitas terjauh pada ruang kotak sayap. (Sumber foto/@: Fraunhofer IWU)

Volume lalu lintas udara telah melonjak dalam beberapa dekade terakhir, dan pabrikan pesawat terbang Airbus memperkirakan gambaran tersebut menjadi tiga kali lipat pada 2030.

Selama satu hari, lebih dari1.300 take-off dan pendaratan ditangani oleh tower penerbangan di Frankfurt International Airport, Jerman. Hal tersebut merepresentasikan tidak kurang dari 155.000 penumpang yang melewati bandara setiap hari.

Advertisement

Untuk menyediakan pesawat yang cukup dalam memenuhi kebutuhan kapasitas transportasi udara, pabrikan-pabrikan pesawat terbang harus melakukan modernisasi pada proses produksi mereka.

Operasi pengeboran

Hingga saat ini, pemasangan pesawat terbang melibatkan proporsi tinggi dalam proses manual, yang mana membatasi output produksi. Proses-proses tersebut harus diotomasi untuk meningkatkan jumlah produksi.

Pada kasus tertentu hal tersebut dapat dicapai dengan mudah, tetapi pemasangan sayap menyisakan tantangan utama. Mengapa itu bisa terjadi? Alasan utamanya terletak pada struktur internal yang rumit pada pesawat, yang terdiri dari seri ruangan-ruangan berlubang.

Satu-satunya akses untuk ruang tersebut adalah melalui lubang palka sempit dengan panjang 45 centimeter dan lebar 25 centimeter; hal ini membuat pekerja pemasangan sangat sulit untuk memanjat melalui bukaan dalam rangka mengepas baut yang menahan part bersamaan dan menyegel sambungan.

Baca juga :   Anak-anak Tangani Program Robot

Operasi pengeboran dan penyegelan harus diulangi sekitar 3.000 kali untuk tiap kotak sayap. Hal ini merupakan kerja yang memakan banyak waktu di mana membutukan usaha fisik intensif yang secara cepat dapat mengarah pada kelelahan.

Bukan untuk menyebutkan adanya risiko kesehatan sebagai hasil dari komponen organik volatil yang dilepaskan oleh material penyegelan. (Bahan diolah dari Automated Assembly of Aircraft Wings tulisan Britta Widmann, Fraunhofer 1/2015)

Incoming search terms:

Advertisement

2 KOMENTAR

    • ikuti saja terus berita di mmindustri.co.id dengan mendaftarkan alamat email di NEWSLETTER media ini agar dapat berita secara gratis. Dan, kami berterima kasih jika menshare media ini ke networknya. Lihat fitur baru INDONESIA ONLINE EXPO dan sebentar lagi akan kami luncurkan fitur baru: JUAL BELI LIMBAH

      Salam redaksi mmindustri.co.id

Tulis Opini Anda