TEKNOLOGI GPS (2)

Begini Cara Kerja 21 Asisten Pengendara

0
2
Komunikasi car-to-x di antara kendaraan atau antara sebuah mobil dengan stasiun pinggir jalan ITS bergantung pada komunikasi ad hoc. Ini berbasis pada standar Eropa untuk komunikasi car-to-x saat ini dikembangkan juga pendirian WLAN. UMTS juga digunakan. (Sumber foto/© simTD)

Kalau harus memiliki 21 asisten pribadi untuk menghindari kemacetan di jalan, wah repot memberikan upah. Jangan kuatir, asisten ini cuma alat teknologi yang bermanfaat.

Komunikasi car-to-x di antara kendaraan atau antara sebuah mobil dengan stasiun pinggir jalan ITS bergantung pada komunikasi ad hoc. Ini berbasis pada standar Eropa untuk komunikasi car-to-x saat ini dikembangkan juga pendirian WLAN. UMTS juga digunakan. (Sumber foto/© simTD)
Komunikasi car-to-x di antara kendaraan atau antara sebuah mobil dengan stasiun pinggir jalan ITS bergantung pada komunikasi ad hoc. Ini berbasis pada standar Eropa untuk komunikasi car-to-x saat ini dikembangkan juga pendirian WLAN. UMTS juga digunakan. (Sumber foto/© simTD)

Perhatikan cerita perubahan adegan dan ketika dilakukan satu dari kendaraan pengujian, apakah benar kendaraan dan peralatan lalu lintas dapat saling “berbicara” atau berkomunikasi?  Faktanya, tak ada yang bisa mencapai titik komunikasi versi car-to-x.

Pada uji coba yang pertama, mobil tersebut tampak terlihat biasa saja. Seluruh teknologinya telah dilengkapi dalam mobil, tersimpan dalam unit on-board-komputer, perangkat keras, WLAN dan antena komunikasi mobile ditaruh di dalam mobil.

Advertisement

Kemudian tiba-tiba terdengar bunyi beep dan komputer on-board menampilkan peringatan pengereman walaupun kita tampak pada jarak aman dari mobil di depan.

“Sinyal tersebut memperingatkan beberapa mobil di sekitar kita (depan) telah mengerem mendadak. Seluruh kendaraan di satu lokasi (jalan) berkomunikasi satu sama lain via WLAN – dalam jangkauan ratusan meter. Ini membuat kita mampu ‘melihat’ lampu rem yang sebenarnya tidak dapat kita lihat,” jelas Ilja Radusch dari Fraunhofer Institute for Open Communication System FOKUSn. Kendaraan di depan menginjak rem secara mendadak-tak apa-apa, kaki kita telah menunggu di sekitar pedal rem dan berhenti pada jarak yang aman.

Fungsi “lampu rem eletronik” telah memikat pengendara penguji, juga dipilih sebagai fitur favorit mereka di akhir proyek. Selanjutnya adalah “asisten perlintasan lalu lintas dan perempatan”yang memperingatkan pengendara tabrakan potensial di perempatan dan persimpangan jalan. Posisi ketiga ditempati “asisten rambu jalan”, fungsi car-to-x yang menunjukkan segala rambu jalan yang relevan walau tersembunyi atau tidak terlihat denhan mata.

Keseluruhan, konsorsium menguji 21 fungsi asisten pengendara yang berbeda dalam periode 6 bulan, operasi yang membutuhkan 120 kendaraan dan lebih dari 100 stasiun pinggir jalan – sensor dipasang di tepi jalan.

Baca juga :   Jutaan Penderita Mendambakan Kesehatan

Fungsi wireless LAN (WLAN)

Contoh konfigurasi alat wireless LAN (WLAN) yang aman sebagai pengawas (kontrol). (Sumber foto/@: http://www.cisco.com/)
Contoh konfigurasi alat wireless LAN (WLAN) yang aman sebagai pengawas (kontrol). (Sumber foto/@: http://www.cisco.com/)

Pengujian mengambil tempat di jalan sekitar Frankfurt. Tugas para ilmuwan FOKUS adalah untuk memastikn bahwa seluruh sistem mengumpulkan data berlangsung dengan benar dan mengolahnya dengan tepat pula.

“Kami mengembangkan peralatan untuk mengambil standar pengukuran dan variabel yang terekam, kami membuat seluruh infrastruktur cloud aman dengan kapasitas lebih dari 120 terabit, dan kami mendukung pengujian jalan aktual dengan tes dan simulasi terkomputerisasi,” kata Radusch, mendeskripsikan keterlibatan FOKUS. Peralatan ini akan digunakan pada pengujian jalan di Eropa dengan jarak yang lebih jauh.

Ketika mobil menggunakan komunikasi car-to-x satu sama lain, udara terasa tebal “Bukan karena asap pembuangan tapi karena seluruh data dipindahkan melalui berbasis WLAN,” kata ahli keamanan Norbert Biβmeyer.

Dalam kolaborasinya dengan Fraunhofer FOKUS, dia dan koleganya dari Fraunhofer Institute for Secure Information Technology (SIT) di Darmstadt mengembangkan arsitektur keamanan TI dari simTD .

“Tak seperti laptop di rumah, yang meregister router pusat, komunikasi WLAN antar kendaraan terdesentralisasi dan dipimpin oleh persyaratan yang sama. Itulah yang makin mempersulit untuk membuat transfer data aman dan melindungi kerahasiaan partisipan,”Biβmeyer menyebutkan tantangannya.

Untuk memastikan keamanan, para peneliti memprogram arsitekstur keamanan pintar dengan sertifikat perangkat lunak spesial dan beberapa kunci kriptografik untuk tiap kendaraan. (Bahan diolah dari The cair that looks round corners tulisan Tobias Steinhäuβer, Fraunhofer dan sumber lain).

Simak TEKNOLOGI GPS(3)
Kerdipan Mata Toyota dan Mata Google

Advertisement

Tulis Opini Anda