Banyak Manfaat Digitalisasi Pertanian, Petani pun Hepi Main Ponsel

0
21
Ketika Menteri BUMN Rini Soemarno meresmikan digitalisasi pertanian di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. (Sumber foto: https://www.goodnewsfromindonesia.id/)

Para petani mendapatkan banyak manfaat digitalisasi pertanian—penghasilan kian meningkat. Para petani pun semakin piawai mengolah ladang dengan bantuan ponsel. Akan tetapi, pemberdayaan petani harus terus-menerus agar terbiasa dengan penggunaan teknologi informasi.

Ketika Menteri BUMN Rini Soemarno meresmikan digitalisasi pertanian di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. (Sumber foto: https://www.goodnewsfromindonesia.id/)

Petani di Indonesia maju selangkah terutama para petani di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Buktinya Menteri BUMN Rini Soemarno telah meluncurkan digitalisasi pertanian agar para petani mudah memonitoring pelaksanaan sejumlah aprogram pemerintah—tentu saja sesuai kebutuhan petani. Kita berharap agar banyak manfaat digitalisasi pertanian untuk para petani.

Meski digitalisasi pertanian baru dilaksanakan sejak September 2016, Program Sinergi BUMN (Badan Usaha Mikik Negara) yang dimulai di Kabupaten Indramayu, kita berharap program yang didanai oleh PT Telkom Indonesia Tbk, PT BRI Tbk, PT Jasindo, PT Pupuk Indonesia, PT SHS, PT Pertani, dan Perum Bulog terus merambat ke daerah-daerah lain di Indonesia.

Advertisement

Kita juga berharap penyelenggaraan program Pengembangan Rice Centre (Pusat Beras) yang didanai oleh PT Pupuk Indonesia, PT Permodalan Nasional Madani, PT Pertani, Perum Bulog menjadikan Indonesia sebagai lumbung beras.

Harapan itu ditopang oleh pengembangan Program Budidaya Beras Premium yang pendanaannya berasal dari kas PT Pupuk Indonesia, PT Permodalan Nasional Madani, PT SHS, PT Pertani, Perum Bulog, PT Kereta Api Indonesia. Pelaksanaan program itu, tentu saja banyak manfaat digitalisasi pertanian yang menjadikan peserta yakni petani lebih hepi.  

Rini menjelaskan bahwa ketiga program tersebut terus dilanjutkan setelah dilakukan peresmian digitalisasi pertanian. Ia menandaskan bahwa banyak manfaat digitalisasi pertanian yang  hasilnya dapat dinikmati oleh masyakat terutama para peserta yakni petani yang diharapkan semakin hepi, dan lebih terampil mengelola usaha melalui ponsel. Artinya, penggunaan teknologi informasi merupakan paradigm yang baru bagi para peteni.    .

Para peserta akan memetik banyak manfaat digitalisasi pertanian seperti mudahnya mendapatkan data, dan para petani mudah memonitornya dari Dashboard berbasis teknologi informasi. Selanjutnya, para petani pun dapat mengestimasi musim pratanam, tanam, panen, dan pascapaneakan—termasuk pemberian fasilitas pembiayaan, asuransi tani, penyediaan pupuk bersubsidi, bibit, dan pengolahan beras.

Sedangkan fasilitas Pusat Beras (Rice Center) bertunjuan untuk menjaga ketersediaan beras dengan kapasitas besar, menjaga stabilitas pasokan gabah di musim panen dan musim nonpanen.

Petani dilibatkan ikut mengembangkan budi daya beras premium yang meningkatkan nilai tambah hasil pertanian di Indramayu. Beras premium merupakan salah satu produk tanaman pangan yang tumbuh bagus di Indramayu. Beras premium mengandung nutrisi tinggi dan prospek pasar demikian bagus—tentu meningkatkan kesejahteraan petani.

Baca juga :   Konsep Energi Pengaturan Suhu Udara Ruangan dengan Air Laut

Oleh karena itu, lahan pertanian yang masih digarap dengan cara konvensional harus dipacu agar lebih modern dengan menggunakan alat modern. Transaksi antara petani dan tengkulak justru merugikan. Sebagian besar petani masih dalam kondisi penuh kekurangan dan  tertinggal.

Sementara  pembangunan modern menggerus lahan pertanian, dan para petani semakin terpojok dan terpinggirkan. Para  petani seolah tidak memiliki daya untuk menghadapi dampak industrialisasi dan modernisasi kehidupan perkotaan.

Masalah klasik seperti kebutuhan bibit, budidaya, peanggulangan hama, serta persoalan seputar panen dan pasca panen—kondisi ini harus segera kita atasi. Meski banyak manfaat digitalisasi pertanian hendaknya para stakeholders jangan cuma show off pada acara seremonial.

Kita pernah mendengarkan pemerintah membagi-bagi mesin traktor kepada para petani di berbagai daerah. Bagaimana hasilnya? Semua harus dievalkuasi agar segera dibenahi hal-hal yang masih kurang—termasuk peningkatan penggunaan traktor buatan dalam negeri. Di beberapa daerah di Indonesia, perusahaan lokal sudah mampu membuat alat pertanian seperti traktor tangan.

Saatnya, kementerian pertanian mengembangkan smart farming  agar para petani muda mengakses informasi tentang peta dan data yang lebih kompleks terutama—segala sesuatu yang diperlukan oleh petani dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari—agar petani lebih mudah, lebih cepat, meningkatkan ketepatan sasaran serta mempercepat proses.

Misalnya petani sangat memerlukan informasi cuaca setiap saat. Hal itu berpengeruh terhadap pengambilan keputusan terhadap pemilihan bibit, budidaya, penanggulangan hama dan informasi suhu dan cuaca yang akurat. Demikian juga akses ke pasar agar para tengkulak tidak mempermainkan petani.

Saatnya kita mengembangkan peta potensi pertanian dan pangan di Indonesia.dan hal itu dapat dilakukan dengan pemanfaatan teknologi informasi yang terdigitalisasi. Dengan demikian, gagasan banyak manfaat digitalisasi pertanian yang kita urai kali ini, dapat mwujudkan para petani kita semakin hepi. (Bahan diolah dari berbagai sumber)

 

Advertisement

Tulis Opini Anda