Bangun pabrik di Tuban, Holcim sediakan US$ 200 Juta

0
2

PT Holcim Indonesia Tbk,  produsen semen terbesar ketiga nasional,  mengalokasikan dana belanja modal US$200 juta atau setara Rp1,74 triliun (asumsi Rp8.700 per dollar AS) guna pembangunan pabrik semen baru di Tuban Jawa Timur.

Presiden Direktur Holcim Indonesia Eamon Ginley mengatakan sebenarnya total investasi yang dikeluarkan untuk pembangunan pabrik semen berkapasitas 1,7 juta ton itu mencapai US$400 juta.

Advertisement

“Pembangunan pabrik Tuban butuh waktu 3 tahun,  di mana untuk tahun depan kami alokasikan capex US$ 200 juta,” katanya.

Selain dari kas internal,  jelasnya, kebutuhan pendanaan tersebut akan dipenuhi dari fasilitas kredit ekspor dari pihak suplier peralatan asal Jerman.  “Nilai pinjamannya tergantung kesepakatan tapi porsi pinjaman terhadap total capex kami perkirakan sekitar 50%,” jelasnya.

Eamon berharap pembangunan pabrik modern berteknologi tinggi tersebut dapat rampung pada 2013 sehingga bisa menambah kapasitas produksi perseroan menjadi 10 juta ton dari posisi saat ini 8,3 juta ton per tahun.  “Pembangunannya bisa lebih cepat,  bisa juga mundur tergantung kondisi,” ujarnya.

Menurutnya,  pembangunan pabrik Tuban merupakan proyek terbesar yang sedang dijalankan oleh Holcim saat ini disamping proyek-proyek lainnya seperti peningkatan kapasitas produksi dari aset-aset yang dimiliki saat ini.

Sementara itu, perusahaan ini akan meningkatkan kinerja lingkungan dan program pertanggungjawaban sosial perusahaan (CSR) seiring dengan penghargaan Proper Emas yang diraih untuk kedua kalinya tahun 2011.

“Kami akan tetap konsisten dan berkesinambungan untuk mempertahankan apa yang sudah diraih. Kami akan terus melakukan inovasi agar jauh lebih baik lagi dari yang sudah ada. Meski itu berat namun itu sebuah tantangan yang bisa dicapai,” kata Corporate Communication PT Holcim Indonesia Tbk., Deni Nuryandain kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

Baca juga :   Spanyol Gelontorkan Triliunan Rupiah ke Indonesia

Deni mengatakan Holcim terus berupaya agar kegiatan CSR dan kinerja lingkungan yang dilakukan dapat membawa manfaat untuk masyarakat sekitar dan semua stakeholder.

Sebelumnya diberitakan PT Holcim Indonesia kembali menerima penghargaan PROPER EMAS tahun 2010-2011 dari Kementerian Lingkungan Hidup RI.

Penghargaan ini merupakan penghargaan kedua kalinya dimana pada tahun 2009-2010 menerima hal yang sama. Penghargaan di serahkan oleh Wakil Presiden, Boediono kepada Direktur Manufacture , Lilik Unggul Raharjo di Jakarta (30/11).

Demi menjelaskan progam CSR yang dilakukan selama ini sejalan dengan prioritas Pemerintah Daerah, yaitu pengentasan kemiskinan dan memperpanjang masa sekolah, program POSDAYA ( Pos Pemberdayaan Keluarga ).

“Contoh riil dari berbagai program ini diantaranya adalah program melek huruf, lingkungan hidup berupa apotik hidup, pendidikan anak usia dini, kesehatan untuk masyarakat lansia, pengembangan potensi ekonomi lokal melalui home industri,” katanya.

Deni menambahkan hingga 2011 tercatat 35 usaha kecil telah menerima sertifikat PIRT ( Pangan Industri Rumah Tangga ) dan 36 Posdaya yang melibatkan 8200 orang di 248 aktivitas.

“Di bidang lingkungan, Holcim Indonesia menerapkan sistem manajemen lingkungan melalui penerapan kebijakan mutu dan lingkungan. Diantaranya melalui program penghematan energi untuk menurunkan pemakaian energi listrik dan energi panas,” demikian Deni. (Sumber: tender-indonesia.com dan Antaranews.com)

Advertisement

Tulis Opini Anda