PERLINDUNGAN HAK INTELEKTUAL

Bagaimana Menghadapi Ulah Para Pembajak?

0
156
Aksi bajakan yang sangat berani mendapat penghargaan Plagiarius: “MS 380” gergaji bertenaga. Asli: ANDREAS STIHL AG & Co. KG, Waiblingen Palsu: SWOOL Power Machinery Co. Ltd., Quzhou, Zhejiang, PR China (Sumber foto / © Plagiarius)

Musik, alat rumah tangga, disain mode, dan beragam hak intelektual yang dibajak di Indonesia. Tahun 2012, nilai software yang dibajak lebih dari Rp12,8 triliun, musik mencapai Rp4,5 miliar, dan buku kurang lebih Rp2 miliar per tahun.

Aksi bajakan yang sangat berani mendapat penghargaan Plagiarius: “MS 380” gergaji bertenaga. Asli: ANDREAS STIHL AG & Co. KG, Waiblingen Palsu: SWOOL Power Machinery Co. Ltd., Quzhou, Zhejiang, PR China (Sumber foto / © Plagiarius)
Aksi bajakan yang sangat berani mendapat penghargaan Plagiarius: “MS 380” gergaji bertenaga. Asli: ANDREAS STIHL AG & Co. KG, Waiblingen Palsu: SWOOL Power Machinery Co. Ltd., Quzhou, Zhejiang, PR China (Sumber foto / © Plagiarius)

Ulah para pembajak menyebabkan kerugian komersial bernilai miliaran dolar Amerika Serikat. Selain itu, tindakan itu tentu merong-rong daya inovasi di seluruh sektor industri. Di Jerman dan di negara-negaqa lain, para pihak melakukan berbagai upaya untuk memberantas ulah para pembajak. Misalnya  Institut Fraunhofer  membantu perusahaan-perusahaan untuk melindungi teknologi produksi IPT di Aachen—agar perusahaan dapat mencegah para pembajak.

Tempat Kajadian Perkara di Linqing sebuah kota di provinsi Shandong, China. Penyidik ​​telah menemukan palet demi palet bantalan rol palsu, memenuhi beberapa gudang dan semuanya dicap dengan sebuah merek produsen terkenal di Jerman. Para pembajak produk buatan Jerman itu tidak tahu malu.

Advertisement

Pembajakan tidak hanya menimpa merek dan produk konsumen yang mudah dibuat bajakannya. Mereka semakin bertani dan ulah mereka kian meningkat dengan bajakan  barang-barang industri berteknologi tinggi.

“Ancaman potensial dimulai dengan spionase secara ilegal pengetahuan teknologi dan berakhir dengan replikasi produk yang menguntungkan,” tutur Christoph Neemann, kepala kelompok perencanaan teknologi pada  Institut Fraunhofer untuk Teknologi Produksi IPT di Aachen.

Perkiraan yang mengkhawatirkan, menurut federasi industri, volume kerugian tahunan mencapai 300 miliar euro di seluruh dunia. Penyelidik polisi dan bea cukai mengatakan bahwa hari-hari di mana botol parfum palsu atau jam tangan Rolex imitasi yang menyumbang sebagian besar pelanggaran yang dikenal luas kini telah lama berakhir.

Federasi Teknik Jerman (VDMA) telah menemukan kasus di mana proses manufaktur dan seluruh peralatan mesin telah direplikasi dan dijual. Para pemalsu tidak berhenti pada bagian keamanan yang sangat penting bagi mobil atau pesawat udara; suku cadang palsu atau tidak bersertifikat terungkap bahkan selama pemeriksaan rutin pesawat presiden Amerika, Air Force One.
Diperlukan adanya pencegahan—seperti diinginkan oleh mereka yang mengetahui pasar—dan upaya perlindungan secara efisien. Para ilmuwan di IPT mempunyai beberapa contoh untuk menunjukkan seperti apa bentuk tindakan pencegahan tersebut nantinya. Mereka meluncurkan beberapa inisiatif untuk membantu perusahan-perusahaan.

“Idenya adalah mengidentifikasi secara sistematis bahaya dan titik lemah di dalam perusahaan dan seluruh rantai nilai mereka, dan untuk membuat sebuah paket efektif berupa langkah-langkah untuk memeranginya,” jelas Neemann.

Para ahli IPT tahu apa yang mereka bicarakan. Mereka bisa mengandalkan berbagai studi kelayakan dan pengalaman praktis yang didapatkan dari proyek-proyek industri sebelumnya. Kemampuan mereka didukung dan ditingkatkan oleh jaringan riset Fraunhofer-Gesellschaft.

Dengan menggunakan konsep metodis yang dipikirkan secara matang dan dilengkapi dengan teknik uji dan coba kreatif, maka dimungkinkan mendapatkan solusi optimal untuk masing-masing kasus individual. Dan semakin kreatif solusi teknologi untuk mencegah imitasi, semakin sulit bagi pembajak untuk membuat kopian produk.

Salah satu pendekatan yang dimungkinkan adalah membuat hambatan teknologi terhadap imitasi. Ini antara lain memberi tanda-tanda yang sulit dihapus dan hologram tak terlihat untuk mendata kode matriks dan watermark digital. Solusi lain yang siap masuk pasar terdiri atas klaster logam microfine yang dapat diterapkan pada area yang sulit diakses dari sebuah benda dengan menggunakan teknik film tipis.

Pemalsu akan terkejut jika mereka mencoba membongkar dan menganalisa produk yang dikontrol secara elektronik – elemen fungsional penting dapat dibungkus dalam kotak hitam yang menjadi rusak isi memorinya jika dibuka.

Sulit membedakan alat multi-fungsi "Leatherman®Wave®" asli (Leatherman Tool Group, Inc, Oregon, Amerika Serikat) dari yang palsu (REDA Deutschland GmbH, Iserlohn/REDA a.s., Brn-Slatina, Republik Ceko).(Sumber foto/:© : Plagiarius)
Sulit membedakan alat multi-fungsi “Leatherman®Wave®” asli (Leatherman Tool Group, Inc, Oregon, Amerika Serikat) dari yang palsu (REDA Deutschland GmbH, Iserlohn/REDA a.s., Brn-Slatina, Republik Ceko).(Sumber foto/:© : Plagiarius)

Namun, ada batas terkait berapa biaya yang bisa ditanggung perusahaan akibat biaya tambahan untuk tindakan anti-pemalsuan. “Kami telah merancang model yang mengevaluasi situasi risiko dan bagaimana mengatasinya dari sudut pandang manajemen bisnis,” kata Neemann. Berdasarkan profil perusahaan dan pasar, para peneliti dapat memprediksi apa kerugiannya dan berapa banyak biaya yang perlu diinvestasikan perusahaan guna meminimalkan risiko.
Jika tidak diberi hambatan, para peniru akan segera menyerang. Produk yang berhasil sangat berisiko. Kerugian yang ditimbulkan jauh melebihi sekedar kerugian bisnis—cepat atau lambat, kualitas yang sering kali di bawah standar dari barang palsu/tiruan  akan membuat image produsen asli menjadi tercemar, bahkan membawa perusahaan ke ambang kehancuran finansial.

Baca juga :   Kapal Kargo Jelajahi Lautan tanpa Awak

“Pembajakan produk dan pencurian keahlian membuat keuntungan dan mata pencaharian berada dalam resiko, sementara yang lain lari dengan bisnis tersebut,” Neemann memperingatkan.

Para pemalsu bekerja di seluruh dunia. Sangat sering, kegiatan pembajakan ini dilakukan oleh tim yang terorganisasi dengan baik. Mereka membeli mesin dan membongkarnya hingga ke bagian-bagian komponennya, atau menguping divisi pengembangan dari produsen asli untuk mendapatkan akses pada cetak biru—tidak  ada yang aman dari replikasi ilegal oleh pembajak produk yang mempunyai banyak akal. Oleh karena itu, para ahli menantang perusahan-perusahaan untuk berbuat lebih banyak guna melindungi produk dan pengetahuan mereka dengan memberikan penghambat teknologi terhadap pembajakan.

Layanan tambahan merusak kesenangan pemalsu

Menurut pendapat para ahli Fraunhofer di Aachen, teknologi saja tidak cukup untuk mengatasi penggarongan oleh para predator modern ini. Sebuah pendekatan profesional akan mencakup kombinasi dari berbagai langkah-langkah pencegahan yang juga berlaku untuk proses organisasi dan mempengaruhi pemasok serta mitra bisnis. Berhati-hati dalam merencanakan peluncuran pasar sebuah produk baru juga bisa membantu mencegah kejutan tidak menyenangkan.

Mesin Roll Royce yang sulit ditiru/dibajak (Sumber foto: supercopressor.com)
Mesin Roll Royce yang sulit ditiru/dibajak (Sumber foto: supercopressor.com)

Cara lain untuk mematikan keinginan membangun replika dengan cepat adalah dengan menyediakan layanan tambahan yang tidak bisa dengan mudah ditawarkan oleh para pemalsu. Produsen mesin Rolls Royce adalah contoh bagus.

Daripada menjual mesin jadi ke perusahaan penerbangan, perusahaan Inggris ini menyewakan 80 persen mesin-mesin barunya dan menyanggupi semua pekerjaan pemeliharaan dan perbaikan untuk seluruh siklus hidup produk tersebut–saat ini, pelanggan hanya membeli sebuah fungsi “dorong per jam”.

Coba terka yang mana asli dan yang mana hasil bajakan? (Sumber foto : http://www.gameguru.in)
Coba terka yang mana asli dan yang mana hasil bajakan? (Sumber foto : http://www.gameguru.in)

Apa yang pada pandangan pertama terlihat hanya seperti bisnis tambahan sebenarnya memiliki efek samping yang sangat disambut baik – semua suku cadang dan pekerjaan perbaikan tetap di bawah kontrol dan tanggung jawab produsen.

Perusahaan perlu mengambil inisiatif untuk melindungi diri mereka secara lebih efektif. Terlalu sering, perusahaan menggeser tanggung jawab atas tindakan pencegahan yang tidak memadai dari diri mereka ke legislator, atau bergantung pada upaya hukum dan penegakan hukum.

Akan tetapi,  hukum dan kontrol polisi yang lebih ketat tidak bisa menjangkau hingga di luar batas negara. Tidak ada yang hanya bisa mengandalkan dukungan pengacara dalam hal apapun, karena pembajak produk tidak bermoral dalam menghindari hak kekayaan intelektual dan hak paten.

Pada saat mesin resmi bergerak, kerusakan telah dibuat. Selain itu, ada ketidakseragaman peraturan dan standar yang berlaku di konteks internasional. Oleh karena itu, pencegahan lebih baik daripada tangisan.

Di Indonesia pun pembajakan atas sejumlah software, buku, disain mode, alat tumah tangga, musik, dan karya intelektual lainnya sering terjadi. Bahkan beberapa kantor atau instansi pemerintah masig menggunakan sebagian software bajakan. (Diolah dari tulisan Andreas Beuthner; fraunhiofer.de/magazine dan beberapa sumber).

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda