Bagaimana Kita Bersikap Terhadap Era Disruptive Market?

0
31
Sebuah perusahaan dari Italia yang dikoordinisi oleh Italian Trade Agence (ITA) Jakarta mengikuti pameran mesin plastik (gambar kiri) di Jakarta, bersama pesaingnya dari China dan negara-negara lain. Perusahaan yang menguasai aplikasi teknologi digital mampu menghadapi era disruptive market dengan bertransformasi terhadap perubahan. (Foto: Rayendra L. Toruan)

Artikel pekan ini

Banyak toko ritel dan agen bisnis bertumbangan dengan masuknya digital driver. Kita mudah memesan suatu barang lewat smartphone. Pekerjaan kita pun bakal diambil-alih oleh mesin dan komputer. Wah  bagaimana kita bersikap terhadap era disruptive market?

Sebuah perusahaan dari Italia yang dikoordinisi oleh Italian Trade Agence (ITA) Jakarta mengikuti pameran mesin plastik (gambar kiri) di Jakarta, bersama pesaingnya dari China dan negara-negara lain. Perusahaan yang menguasai aplikasi teknologi digital mampu menghadapi era disruptive market dengan bertransformasi terhadap perubahan. (Foto: Rayendra L. Toruan)

Jangan mengabaikan derasnya perubahan yang disebabkan oleh penggunaan aplikasi teknologi digital driver dan kecerdasan buatan. Bukan hanya motivasi dan semangat yang kita butuhkan  menapaki kehidupan. Bagaimana caranya?

Kita harus mampu bertranformasi agar mampu menjawab, bagaimana kita bersikap terhadap era disruptive market? Ingat, bahwa 51 persen pekerjaan yang dilakukan oleh manusia bakal dilakukan oleh mesin dan komputer. Apakah kita mampu melakukannya? Bagaimnana caranya?

Advertisement

India yang mempunyai penduduk 1,35 miliar yang mampu memenuhi kebutuhan pangan tanpa mengimpor komoditas pangan—padahal di negeri anak benua ini masih terdapat warga miskin lebih dari 273 juta jiwa. Indonesia hanya memiliki 262 juta jiwa, namun harus mengimpor beras dan komoditas lainnya.

Baca juga :   Memanfaatkan Digital untuk Bisnis Online

Berkat kebijakan makro yang berpihak kepada masyarakat dan menguasai teknologi digital—dengan berbagai turunan aplikasinya—India bakal menempati posisi ke-3  ekonomi terbesar dunia pada tahun 2030 (prediksi PwC). Ratusan juta ahli teknologi informasi dari India menyebar ke pasar duia.

Persaingan bisnis bukan lagi semata-mata antarperusahaan. Perusahaan—baik usaha kecil, menengah, dan besar—justru bersaing dengan teknologi. Artinya, jika mampu menjawab pertanyaan bagaimana kita bersikap terhadap era disruptive market dan mengimplementasikan dalam transormasi maka perusahaan akan tetap eksis.

Demikian juga tiap individu harus mampu bertranformasi agar tidak ditenggelamkan oleh arus perubahan atau upahnya tetap standar rendah.  Apa langkah-langkah yang akan kita lakukan? Ikuti terus informasi di media ini.

Baca juga :   Hidup Sehat, Hati yang Ikhlas maka Tubuh pun Awet Muda

 

Advertisement

Tulis Opini Anda