Bagaimana Cara Menghadapi Kejahatan Cyber ?

0
11
Sebuah bahan mentah terbarukan baru untuk ban mobil–karet dibuat dari dandelion ( gambar kanan atas) (Sumber foto/©: Continental)

Jaringan  mobile aerial dan robot darat berkomunikasi dengan wireless dan dilengkapi dengan berbagai sendor seperti infrared, detektor gas, GPS, ultrasonik, kamera, dan penguat gambar.

Sebuah bahan mentah terbarukan baru untuk ban mobil–karet dibuat dari dandelion ( gambar kanan atas) (Sumber foto/©: Continental)

Bagaimana menangani tiap pasien yang berbeda? Para pasien itu tentu merespon berbagai jenis perawatan dengan berbeda. Walaupun jika jenis tumornya sama, sel kanker di satu pasien akan bereaksi berbeda dengan pasien lain terhadap suatu jenis pengobatan.

Memungkinkan untuk menggunakan tes sensitivitas in vitro untuk mencari obat yang paling efektif untuk individu sebelum memulai perawatan, namun prosedur manual ini mahal dan untuk itu tidak ditanggung oleh jaminan kesehatan dasar.

Advertisement

Untuk itulah para peneliti di Fraunhofer Institute for Manufacturing Engineering and Automation IPA berperan aktif: mereka telah mengembangkan prototipe untuk sistem pengujian otomatis. Metode baru ini membuat analisis tumor berbiaya efektif dan membantu mengurangi biaya pemeliharaan kesehatan dengan menghindari kemoterapi yang tak efektif.

Banyak penyakit dan kematian dapat dicegah melalui higienitas yang lebih baik. Di negara industrialis, satu tantangan besar adalah infeksi oleh patogen multi-resisten. Para ahli mengestimasikan, di rumah sakit Jerman sendiri, sekitar 800.000 orang terinfeksi kuman tiap tahun. Beberapa ribu yang terinfeksi kuman meninggal dunia.

Di proyek Beyond TomorrowSteri-Health”, para ahli dari enam Intitusi Fraunhofer mengerjakan solusi yang mengurangi jumlah infeksi baru dan menurunkan biaya pada waktu yang sama. Sebagai contoh, tim mengembangkan sterilizer mini yang memungkinkan untuk mensterilkan produk medis, instrumen atau produk terapi sel dengan mudah dan aman di tempat.

Teknologi informasi dan komunikasi ICT makin menyebar di tiap aspek kehidupan dan kerja kita seperti komputer, tablet dan telepon pintar menjadi bagian yang sangat diperlukan di kehidupan sehari-hari. Walau perangkat tersebut mengandung material berharga yang jumlahnya banyak, namun telepon seluler dan komputer berakhir di tempat pembuangan—setelah digunakan beberapa tahun.

Peneliti Fraunhofer meneliti bagaimana perangkat elektronik dapat dikonstruksi lebih ramah lingkungan, dan mengembangkan proses untuk mendaur ulang. Sebagai contoh, dalam kerjasama dengan sebuah perusahaan swasta, para ilmuwan Fraunhofer telah mengembangkan sebuah laptop “hijau”, yang segera di pasaran. Konstruksi modular notebook menyerdehanakan perbaikan dan pendauran ulang. Fitur lainnya adalah bodinya terbuat dari kayu.

Ketahanan teknologi masa depan

Namun, ketahanan dalam teknologi komunikasi dan informasi berarti lebih jauh dari hanya menggunakan material ramah lingkungan. Di atas itu semua, penanganan bertanggungjawab terhadap data dan pengetahuan kita adalah kunci–kehilangan informasi bisnis penting dapat membuat perusahaan hancur (sebagai contoh).

Akan tetapi,  perangkat mobile dan peningkatan derajat konektivitas membuatnya sulit (untuk melindungi data dari akses tanpa izin resmi). Skandal terbaru menunjukkan bagaimana rentannya infrastruktur teknologi informasi: informasi diinterupsi, komputer dimata-matai dan serangan peretas melumpuhkan keseluruhan perusahaan.

Para peneliti Fraunhofer tak hanya mengembangkan solusi keamanan–mereka juga membuat program tujuh poin untuk agenda penelitian nasional Jerman yang disebutkan Cyber Security 2020.

Ini akan menyuplai standar teknologi informasi yang aman untuk jangka panjang. Untuk itu, program ini merekomendasikan pendirian laboratorium aplikasi untuk keamanan cyber. Solusi teknis untuk melawan kejahatan cyber dan pengintaian industri akan diuji di sana dengan bantuan partner industrial.

Baca juga :   Gunakan Bahan Bangunan dan Beton Daur Ulang

Kita menyadari bagaimana dapat mempercayai fungsi sistem teknis setelah fungsi tersebut gagal akibat bencana alam atau mengalami kerusakan. Poleh sebab itu, saat ini kita harus menciptakan teknologi yang dapat melindungi manusia saat bencana alam terjadi.

Para peneliti termasuk ilmuwan-ilmuwan Fraunhofer mengerjakan pembuatan infrastruktur yang memungkinkan tahan krisis. Proyek SENEKA adalah satu contohnya. Di sini, jaringan sensor robot bergerak telah dikembangkan untuk manajemen bencana.

Dalam keadaan gawat darurat, jaringan robot membantu menyediakan tinjauan situasi yang lebih baik—mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk mencari korban dan bahaya. Jaringan terdiri dari mobile aerial dan robot darat yang berkomunikasi dengan wireless dan dilengkapi dengan berbagai sendor, seperti infrared, detektor gas, GPS, ultrasonik, kamera, dan penguat gambar.

Dengan sistem KATWARN, pihak berwenang dapat memperingatkan orang-orang di jalur target dengan telepon seluler. Contohnya, tetap menutup jendela setelah kebakaran bangunan pabrik kimia. Pengguna teregistrasi menerima peringatan dengan pesan tertulis. KATWARN telah tersedia gratis bagi sepuluh juta orang di Jerman.

Perkotaan telah menjadi rumah bagi setengah populasi dunia. Jumlah penduduk urban terus bertambah. Dengan bertumbuhnya kota-kota besar, makin banyak pula permasalahannya. Kita perlu meletakkan pondasi saat ini apabila kita ingin terus hidup dan bekerja dalam megapolitan yang ramah dan berkelanjutan di masa depan. Fraunhofer mendirikan inisiatif Morgenstadt.

Tujuannya untuk mengembangkan solusi sistem saat ini untuk kehidupan urban esok. Penelitian Science Year 2015 juga didedikasikan bagi kota masa depan: di Jerman, dua dari tiga orang hidup di perkotaan, di mana tiga perempat energi negara dibutuhkan dan 70 persen gas rumah kaca antropogenik dipancarkan.

Megapolitan memiliki peran kunci untuk menghadapi tantangan besar di abad 21, karena di sanalah di mana perubahan besar terhadap produksi dan praktik bisnis yang bertanggung jawab harus dimulai.

Bagaimana di Indonesia? Indonesia mempunyai kelebihan sumber energi seperti,  geothermal, panas bumi, air, angina, matahari, gelombang laut, pasang surut, biofuel, dan masih banyak lagi yang akan kita ulas kemudian.  (Bahan dilolah dari Toward a sustainable future tulisan Birgit Niesing, Fraunhofer)

 

Advertisement

Tulis Opini Anda