OPTIMALISASI ROBOT (2)

Asing Kian Gencar Mengincar Indonesia

0
6
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (dua dari kiri) antusias dan ikut memainkan satu robot pada saat pembukaan kompetisi World Robot Olympiad 2013. (Sumber foto: CHIP.co.id)

World Robotic Explorer mendirikan 1.000 rumah robot di Indonesia. Universal Robot menggandeng PT Citra Naga Cemerlang, PT Surya Smartekindo, dan PT Zi-Techasiamemasarkan UR5 dan UR10. Robot itu bisa bekerja di industri otomotif, manufaktur, farmasi, dan industri makanan & minuman.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (dua dari kiri) antusias dan ikut memainkan satu robot pada saat pembukaan kompetisi World Robot Olympiad 2013. (Sumber foto: CHIP.co.id)
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (dua dari kiri) antusias dan ikut memainkan satu robot pada saat pembukaan kompetisi World Robot Olympiad 2013. (Sumber foto: CHIP.co.id)

Para produsen robot yang berbasis di Augsburg, Jerman mencapai terobosan dengan konsep kontrol yang berbasis pada komputer pribadi standar. Euforia tentang pabrik-pabrik yang dikendalikan komputer—di mana badan mobil dirakitsecara eksklusif oleh robot. Sebaliknya, upaya-upayanyamasih berkisar pada otomatisasi yang parsial dan sel-sel manufaktur fleksibel yang menunjukkan efisiensi penggunaan robot.

Pendekatan ini bekerja dengan baik di pabrik-pabrik pengelasan dan perakitan, tetapdalam konsep jaringan baru berdasarkan Ethernet industri dan integrasi pada sensor pengolahan gambar. Kemampuan berbagai rentang model diperluas langkah demi langkah, dan pembantu logam kabel mulai mengisi palet, memeriksa permukaan, memasang kaca depan dan menggabungkannya dengan komponen perekat senjata.

Advertisement

Sementara robot industri telah membuat dirinya sangat diperlukan sebagai pekerja keras yang kokoh, terutama di industri otomotif dansektor-sektor lain—perusahaan dari Augsburgtanpa henti mencari bidang aplikasi yang baru. Misalnya robot-robot pelayan yang bisa memilah sampah, atau mengiris dagingdi dalam penyimpanan yang dingin, bahkan pada suhu di bawah titik beku. Manusia selalu bergantung pada dukungan mesin untuk melakukan pekerjaan yang sulit atau berbahaya. ‘Kecerdasan’ robot yang terprogram membuka cakrawala baru untuk aplikasi-aplikasi semacam itu.

Salah satu rahasia sukses robot adalah fokus yang terarah pada topik yang secara praktis relevan untuk penggunaan di masa depan.

“Yang penting adalah menggabungkan kemajuan teknologi ke dalam lini produk kami sedini mungkin,” jelas Dr. Koeppe. Para ahli dari IPA dan pengembang dari KUKA sering bertemu dalam berbagai kelompok tugas yang berbeda untuk membahas potensi perbaikan dan bidang baru aplikasi untuk robotika. Mereka telah menyelidiki arsitektur kontrol yang digunakan dalam aplikasi seperti kerja sama robot yang berengsel lengan di dalam melakukan langkah-langkah pekerjaan yang dikoordinasikan secara akurat pada interval waktu yang tepat.

Para insinyur KUKA menaruh harapan yang besar dalam sebuah proyek Uni Eropa yang dirancang untuk meletakkan dasar bagi generasi yang sama sekali baru dari robot modular dan interaktif selama empat tahun kemudian. Produsen robot terkemuka xi Eropa, lembaga penelitian, para ilmuwan, dan insinyur perangkat lunak bekerja sama di bawah kepemimpinan Fraunhofer IPA.

Tujuan kerja sama itu adalah untuk mengembangkan teknologi robot yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik dari usaha kecil dan menengah. Pertimbangan awalnya termasuk investasi dan biaya operasi yang lebih rendah, mudah untuk diprogramkan kembali, dan keamanan dalam operasi dengan manusia mitra kerjanya.

“Kami sedang meletakkan landasan masa kini untuk sistem produksi masa depan,” tegas Koeppe. Inilah sebabnya mengapa perusahaan sedang meningkatkan kerja sama dengan Institut-Institut Fraunhofer, untuk potensi inovasi dalam robotika yang masih sangat jauh dari yang batas kemampuannya.

Potensi pasar Indonesia

Sementara itu, seperti dilaporkan CHIP.co.id, Universal Robot perusahaan yang berbasis di Denmark yang mengembangkan robot-robot fleksibel, memasuki pasar Indonesia sejak tahun 2013. Universal bekerjasama dengan PT Citra Naga Cemerlang, PT Surya Smartekindo, dan PT Zi-Techasia untuk memsarkan robot UR5 dan UR10 yang diaplikasikan ke berbagai industri otomotif, manufaktur, farmasi, dan industri makanan dan minuman.Menurut CEO Universal Robot Enrico Krog Iversen, Indonesia memiliki perkembangan ekonomi tercepat di dunia.

Robot jenis UR5 dan UR10 sangat fleksibel dan aman dalam pengoperasiannya. Robot-robot itu memiliki 6 sumbu yang disebut Enam Tingkat Kebebasan, sangat fleksibel, dan memiliki kemampuan untuk diterapkan ke berbagai hal.Berat UR5 mencapai 18 kg dan UR10 29 kg, lebih ringan daripada robot-robot lain di kategori yang setara. UR5 dan UR10 masing-masing dapat menangani muatan hingga 5 kg dan 10 kg yang jika diaplikasikan ke dalam industri atau pabrik, robot itu aman karena sudah mendapatkan sertifikasi ISO 10218.

140512-05b

Sebagai sebuah perusahaan, demikian Business Development Manager Universal Robot APAC Shermine Gotfredsen, pihaknya memerhatikan masukan yang diberikan pelanggan. Unversal telah menjelajahi pasar Asia untuk mendapatkan masukan demi meningkatkan mutu robot yang dikembangkan agar sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Oleh kerena itu, pihaknya percaya beberapa industri di Indonesia bakal tertarik memanfaatkan inovasi yang dikembangkan—robot UR5 dan UR10.

Baca juga :   Elektrolit Menjadi Glass Elektrolit

Disejumlah industri di beberapa negara di Eropa, seperti di Jerman dan Denmark, robot yang dikembangkan oleh Universal dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan operasional, seperti pengelasan, menjadi penyedia bahan bagi mesin CNC, serta melakukan perakitan berulang-ulang di pabrikan otomotif. Karena fleksibel, banyak pekerjaan yang bisa dilakukan oleh robot tersebut dan hanya dibatasi oleh kreativitas penggunanya.

Pelanggan Universal Robot di Eropa antara lain Lear, Oticon, Bosch, BMW, Scandinavian Tobacco Group, LG, Volkswagen, Samsung, LUK dan GN Resound. Di Asia, robot-robot UR digunakan oleh Matel dan perusahaan otomotif terbesar di India.

Universal Robot memberikan garansi 2 tahun atas pembelian dari salah satu robot tersebut.  Selama masa garansi UR memberikan pelatihan dan pendampingan gratis bagi penggunanya agar setelah masa garansinya sudah habis para pelaku industri tersebut bisa memperbaiki dan merawatnya.

UR setiap 6 bulan sekali memberikan pembaruan software terbaru bagi kedua robot tersebut. Keduanya dipasarkan dengan paket solusi yang dibanderol dengan harga mulai dari US$ 35 ribu dan US$ 40 ribu.

Perkembangan robot di Indonesia dapat dilihat dari minat 1.500 peserta dari 37 negara yang mengukuti kompetisi World Robot Olympiad 2013 (WRO) yang berlangsung di Ancol, Jakarta pada tanggal 16-17 November 2013. WRO merupakan kompetisi Lego robotik tingkat dunia yang diikuti oleh peserta mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, dan umum. Kompetisi yang sudah 10 berlangsung merupakankesempatan pertama bagi Indonesia sebagai tuan rumah.

Pauline dan Kevin. (Sumber foto: CHIP.co.id)
Pauline dan Kevin. (Sumber foto: CHIP.co.id)

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang mengunjungi acara itu demikian antusias melihat ribuan peserta yang sibuk mempersiapkan robot mereka masing-masing. Ahok menyampaikan bahwa lomba itu sangat edukatif. Oleh karena merakit robot bukan sekadar kegiatan informal anak-anak, tetapi bisa dimasukkan dalam kurikulum secara resmi.

Pauline dan Kevin yang berkompetisi di Open Category adalah siswa kelas 3 Sekolah Dasar di Surabaya telah membuat robot Cute Komodo sembari mengkampanyekan penyelamatan binatang tersebut. Pauline mengatakan, mereka berdua berasal dari lembaga pendidikan robot e-robotkidz di Surabaya yang mengajarkan robot kepada anak berusia 3-12 tahun. Pendidikan yang diberikan meliputi pre-robotics, robotics programming, programming, serta graphics design & animation.

Gunawan Tunas, panitia penyelenggara, kepada Antara mengatakan, pada kategori reguler tingkat SMP dan SMA, tim Indonesia cukup kuat namun pada kategori robot sepak bola, tim Indonesia masih berada di bawah negara lain. Gunawan mengatakan kualitas mental anak-anak Indonesia masih jauh di bawah mental anak-anak negara lain.

“Anak Indonesia kalau kalah ada yang nangis, sedih, tapi anak-anak dari negara lain yang cukup baik pendidikannya, begitu kalah, mereka langsung bertepuk tangan, memberi salam pada yang menang,” katanya kepada Antara.

Sementara itu, World Robotic Explorer (rumah robot) yang mengedukasi teknologi robotik bagi anak-anak, bakal diperbanyak di 1.000 tempat di seantero Indonesia. Pembangunan rumah robotik pertama di luar kota Jakarta, akan dibangun di satu daerah yang masih alami di Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT, kemudian di Tegal dan Surakarta, demikian Komisaris World Robotic Explorer Rizal Haryanto.

Dijelaskan, tujuan mengedukasi anak-anak sejak dini melalui rumah robot, agar bisa mengantisipasi terjadinya lompatan teknologi yang terus berkembang. “Jangan sampai teknologi robot berkembang di ASEAN dan kita menjadi norak karena tidak tahu. Nah, sejak awal kami perkenalkan teknologi robotic ini,” terangnya.

World Robotic Explorer sudah masuk ke lebih dari 40 sekolah nasional dan internasional. World Robotic Explorer telah menggelar pameran robot yang berlangsung di Jakarta dengan tajuk Indonesia Robotic Exhibition Next Generation 2013. (Bahan diolah dari Orange workhorses on the advance tulisan Andreas Beuthner, Fraunhofer, CHIP.co.id, NEWSTRIBUNE.com

Simak artikel terkait dengan topik OPTIMALISASI ROBOT (1)
Membuat Otomotif Sejak Ratusan Tahun Silam

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda