PESAWAT CN 295

ASEAN Memesan Buatan Dirgantara Indonesia

0
109

Total pesanan Thailand, Filipina, Malaysia, Vietnam, Myanmar, dan Brunei Darussalam mencapai 100 unit pesawat CN 295 yang digunakan oleh17 angkatan perang . Di dalam negeri, TNI Angkatan Udara telah membeli  9 unit  pesawat CN 295—merupakan pesawat ke-7 yang diproduksi PT Dirgantara Indonesia (DI). Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang didirikan oleh Prof.Dr.Ing. B.J. Habibie ini sudah mengantongi 121 surat kontrak. Industri pesawat di Indonesia bangkit lagi.

130619-01a

Casa singkatan dari  Construcciones Aeronauticas SA—pabrikan  pesawat di Spanyol—telah membuat 6 pesawat CN 295 di Spanyol. Satu pesawat CN 295 mampu mengangkut 72 orang dan harganya US$39 juta per unit. Kawasan Asia Pasifik merupakan target pasar pesawat CN 295. DI  telah mengantongi 121 kontrak pesanan.  DI sedang giat-giatnya melakukan road  show ke beberapa negara—terutama ke kawasan ASEAN.

Advertisement

Yang menggembirakan lagi, kandungan lokal yang digunakan oleh DI mencapai 50%. Kualitasnya pun setara dengan buatan Casa di Spanyol. Untuk merancang dan memroduksi CN 295, DI   menggandeng anak usaha European Aeronautic Defence and Space Company (EADS) yaitu Airbus Military.

Menurut Asistensi Bidang Kebijakan Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) Said Didu, sebagian sayap CN 295 adalah buatan  DI. Pesawat generasi terbaru hasil pengembangan dari CN235 ini ternyata banyak mengandung komponen lokal buatan DI.

CN 295 merupakan pesawat ke-7 CN 295 hasil rancangan PT Dirgantara Indonesia dan Casa. Di Spanyol, pesawat CN 295 sudah diproduksi sebanyak 6 buah yang diperuntukkan sebagai pesawat militer angkut kelas medium—merupakan pengembangan pesawat CN 235.

Pesawat CN 295 ini telah dipamerkan pada  Langkawi Internasional Maritime and Aerospace (LIMA) 2013 di Malaysia pada Maret 2013. Sosok CN 295 tidak kalah dengan helikopter Apache yang tempatnya berdekatan kala digelar. Para pengunjung pameran sangat tertarik ketika diizinkan mengunjungi kabin CN 295 dan bisa berfoto di ruang kokpitnya.

130619-01b

Ukuran CN 295 lebih besar dari pesawat CN 235 dan  terpanjang di kelasnya yang tentu saja dapat dimanfaatkan untuk aneka fungsi antara lain, pemburu kapal selam, kargo, dan pesawat angkut personal. Keunggulan lainnya CN 295—dibandingkan pesawat angkut di kelas yang sama—unit pesawat ini butuh landasan pacu yang pendek, dan mampu take off dan landing di medan darurat.

Biaya operasional pesawat CN 295 untuk tiap jam juga lebih hemat dibandingkan pesawat sekelasnya sehingga konsumsi bahan bakar lebih irit dan suku cadangnya pun lebih murah. Sony mengklaim bahwa CN 295 lebih  canggih di kelasnya. Oleh karena itu, pesawat CN 295 sangat diandalkan penggunannya pada misi kemanusiaan di wilayah terpencil seperti di Irak, Afganistan, Chad, dan Haiti—seperti pengangkutan bahan makanan bagi penduduk agar terhindar dari kelaparan.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro pernah mengatakan,  pemerintah menunjuk PT Dirgantara Indonesia  mewakili Indonesia dari kalangan industri, bersama Tim Aerobartik Jupiter dari militer.

Selain menggelar CN 295, DI juga menawarkan pesawat CN 212 dan CN 235—pesawat pendahulu CN 295 yang ternyata diminati oleh Korea Selatan dan Filipina. Pameran Langkawi Internasional Maritime and Aerospace (LIMA) 2013  diikuti oleh 38 negara dari lima benua.

Baca juga :   Kontrak Voksel Electric Senilai Rp 1 triliun

Ada pun spesifikasi pesawat CN 295:

Panjang: 24,50 meter
Tinggi: 8,66 meter
Rentang sayap: 25,81 meter

Berat maksimum: 23.200 kg
Daya angkut: 9,250 kg
– Personel: 71 orang
– Pasukan penerjun: 49 orang
– Evakuasi: 24 ranjang + 6 tenaga medis

Kecepatan: 480 km/jam
Mesin: 2 x PW-127G turboprop
Jarak jelajah: 5.400 km tanpa muatan

Pesawat CN 295 menggunakan 2 mesin Turboprop Pratt and Whitney buatan Kanada sehingga mampu melakukan pedaratan pada landasan yang sempit berukuran 670 meter/2.200 ft dengan berat tertentu.

Pesawat CN 295 mampu mengangkut beban seberat 9 ton kargo atau kurang lebih 72 orang personel dengan kecepatan jelajah maksimum mencapai 260 knot atau 480 km per jam. Pesawat ini  juga dapat terbang dan dikendalikan dengan aman dan baik pada kecepatan rendah sampai dengan 110 knot atau 203 km perjam.

Ketika mengikuti joy flight pesawat CN 295 yang terbang dimulai dan diakhiri di Bandara Nay Pyi Taw, sejumlah pejabat militer Myanmar, demikian antusiasi menyaksikan saat pesawat CN 295 mengudara di Myanmar. Pesawat CN 295 juga mengikuti road show  enam negara anggota ASEAN yaitu Filipina, Brunei, Vietnam, Myanmar, Thailand, dan Malaysia.

Wakil Menteri Pertahanan Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin yang memimpin rombongan road show CN 295, menjelaskan kepada Menteri Pertahanan Myanmar Wai Lwin, bahwa CN 295 dipakai untuk kepentingan militer dan operasi bencana. TNI AU pakai untuk mengangkut pasukan dan penerjun. Pesawat CN 295 dapat mengangkut dua mobil dan bisa mendarat di landasan rumput sepanjang 650 meter. Dengan daya muat 9 ton, pesawat mampu terbang 9 jam.

“Pesawat CN 205 sangat bagus. Saya suka pesawat itu. Tahun lalu kami punya rencana membeli pesawat, tapi dibatalkan. Sekarang ada rencana lagi kami harus melaporkan dahulu ke atasan” jawab Wai Lwin.

Direktur Niaga PT Dirgantara Indonesia Budiman Saleh mengatakan, dibutuhkan waktu dua sampai tiga tahu unntuk melakukan penetrasi pasar ke suatu negara.

Pesawat CN 295 (TRIBUNNEWS.COM/WAHYU AJI)
Pesawat CN 295 (TRIBUNNEWS.COM/WAHYU AJI)

CN adalah singkatan dari Casa Nusantara. Sedangkan Casa adalah kependekan Construcciones Aeronauticas SA—pabrikan  pesawat di Spanyol yang disingkat menjadi EADS CASA—cabang perusahaan induk dirgantara dan luar angkasa Eropa, European Aeronautic Defence and Space Company N.V (EADS). (Diolah dari berbagai sumber: KOMPAS.com, TRIBUNNEWS.COM, Tempo.com, tender-indonesia.com, Surabaya.net)

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda