PENGGUNAAN ENERGI (1)

Apartemen Cerdas Penghemat Biaya

0
50
Teknologi bangunan modern, sumber cahaya baru, serta modul surya yang membantu tarif listrik dan konsumsi pemanas untuk bangunan menjadi rendah. (Sumber foto/©: MEV, Fraunhofer)

Teknologi efisiensi merupakan faktor penentu yang memungkinkan kita untuk melakukanperan yang lebih aktif dalam industri konstruksi. Tujuannya untuk mengurangi biaya dan jumlah sumber daya yang dikonsumsi, terlepas dari metode produksi energi.

Teknologi bangunan modern, sumber cahaya baru, serta modul surya yang membantu tarif listrik dan konsumsi pemanas untuk bangunan menjadi rendah. (Sumber foto/©: MEV, Fraunhofer)
Teknologi bangunan modern, sumber cahaya baru, serta modul surya yang membantu tarif listrik dan konsumsi pemanas untuk bangunan menjadi rendah. (Sumber foto/©: MEV, Fraunhofer)

Meski kita tinggal di negara tropis bukan berarti bisa lebih hemat atas penggunanaan energi seperti negara-negara lain yang mengalami musim dingin. Di negara bermusim salju, ruang atau kamar di apartemen misalnya harus hangat pada musim dingin. Penggunaan AC di kamar-kamar yang ada di apartemen bila terlalu panas mengakibatkan sekitar 40 persen dari total energi yang dikonsumsi di negara bermusim dingin seperti Jerman diperlukan untuk memanaskan, mendinginkan, dan menerangi bangunan.

Dengan kondisi di atas, sangat mungkin untuk secara drastis mengurangi tingkat permintaan, bahkan energy untuk gedung-gedung yang sudah tua. Masa depan akan melihat bahwa bangunan baru akan menggunakan lebih banyak energi daripada yang dikonsumsi.Banyak orang menghabiskan sebagian besar hidup mereka tinggal dan bekerja di ruang tertutup, sehingga rumah harus dijadikan suatu lingkungan yang nyaman bagi penghuninya.

Advertisement

“Kami membangun dengan dengan memikirkan banyak orang,” jelas Prof. Dr. Klaus Sedlbauer, direktur FraunhoferInstitutefor Building Physics IBP di Stuttgart.

“Dengan demikian, disain bangunan harus memromosikan kesejahteraan dan kenyamanan penghuni partemen sehingga memungkinkan orang untuk menjalani hidup sehat dan produktif, baik di rumah maupun di tempat kerja.”

Hal ini telah menyebabkan kenyamanan dan kesejahteraan menjadi ilmu di dalam dirinya sendiri, dengan peneliti khusus yang bekerja untuk menyimpulkan optimalitas, yang secara individual dikontrol oleh persyaratan iklim dalam ruangan untuk apartemen, kantor, bangunan pabrik atau sekolah.

Kondisi yang sesuai juga berarti bahwa anak-anak dan orang dewasa mampu untuk tampil lebih baik, dan mampu untuk beristirahat dan segar lebih cepat ketika pekerjaan mereka selesai. Ahli konstruksi menginstalkan kontrol intelijen, seperti sensor pada dinding, yang mendaftar jumlah orang di setiap kamar dan kemudian mengkomunikasikan data ini untuk sistem pemanasan dan pendinginan udara, yang bereaksi secara otomatis. Detektor di dinding memantau kualitas udara, dan menyesuaikan pasokan udara segar jika terlalu pengap.

(Kiri) Air minum adalah komoditas berharga. (Sumber foto/©: MEV)
(Kiri) Air minum adalah komoditas berharga. (Sumber foto/©: MEV)

Bangunan masa depan akan diharapkan untuk memenuhi persyaratan ini, dan masih banyak lagi. Namun, meski menawarkan kenyamanan pribadi tingkat tinggi, rumah-rumah pada masa depan harus pada saat yang sama berperan sebagai sumber daya dan energi yang seefisien mungkin agar mampu memiliki emisi karbondioksida(CO2)yang lebih rendah. Hal ini dimungkinkan dengan menggunakan konstruksi dan teknologi fasilitasyang sangat efisien.

Baca juga :   Potonglah Konsumsi Energi

Dengan penggunaan foto voltaik berarti bangunan mampu menghasilkan lebih banyak energi daripada yang digunakan di bangunan itu. Hal itu l memungkinkan kita dapat menjadikan bangunan sebagai pendistribusi pembangkit listrik yang dapat memasok listrik ke grid atau mengisi kendaraan listrik. Rumah masa depan akan memastikan setiap tetes air digunakan secara efisien.

Peralatan pengolahan filter hujan dan air abu-abu akan memasok kebutuhan air untuk menyiram toilet dan menyiram tanaman. Bahan bangunan, seperti semen, adalah sumber daya yang efisien dan dapat didaur ulang. Sistem kontrol pencahayaan cerdas serta penggunaan LED dan OLED membantu untuk menghemat listrik.

Kunci transisi energi

Rumah cerdas penghemat biaya bukan hanya visi yang jauh di cakrawala. Banyak rumah pasif, rumah PlusEnergy, dan apartemen yang khusus dibangun—berlokasi di kabupaten atau kota yang hemat energi. Meskipun demikian, sebagian besar rumah yang berdiri saat ini adalah gedung-gedung tua, dan ini bertanggung jawab untuk 95 persen dari energi yang dikonsumsi oleh gedung-gedung seperti di Jerman.

Secara total, pemanasan, pendinginan, ventilasi dan pencahayaan ruang tamu, kantor dan gedung sekolah membutuhkan 40 persen energi untuk negara secara keseluruhan. “Kami hanya bisa berhasil menguasai transisi energi jika kita mengurangi konsumsi. Faktor penentu yang akan memungkinkan kita untuk melakukannya akan menjadi peran yang dimainkan oleh teknologi efisiensi di dalam industri konstruksi.

Ini mengurangi biaya dan jumlah sumber daya yang dikonsumsi, terlepas dari metode produksi energi. Modernisasi yang komprehensif sering memungkinkan konsumsi energi bangunan tua harus dikurangi hingga 80 persen,”kata Prof. Dr. Gerd Hauser, yang juga direktur dari Fraunhofer Institute for Building Physics IBP di Stuttgart.Bagaimana di Indoensia? (Diolah dari Low-energy buildings tuisan Marion Horn, Fraunhofer)

Simak artikel terkait dengan topik PENGGUNAAN ENERGI (2)
Tawarkan Solusi Elegan untuk Bangunan Tua

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda