Alokasi Dana Proyek MP3EI Rp192,01 Triliun

0
5

JAKARTA – Kementerian BUMN mengungkapkan alokasi dana untuk proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) hingga akhir tahun ini mencapai Rp192,01 triliun. Sementara itu, anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) MP3EI 2011-2014 dianggarkan sebesar Rp836 triliun.

Asisten Deputi Menteri BUMN bidang Riset dan Informasi Imam Aprianto Putro mengatakan, dana investasi tersebut dalam bentuk mata uang rupiah, dolar Amerika Serikat (AS) maupun Yen Jepang.

“Untuk tahun ini sekira Rp170 triliun, USD2 miliar dan 35 miliar Yen,” kata dia di Jakarta, Jumat (7/10/2011).

Advertisement

Sementara itu, proyek MP3EI yang akan groundbreaking pada bulan ini ada dua. Dua proyek tersebut adalah Bandara Sepingan dan Pabrik Kaltim V. Adapun, investasi pabrik Kaltim V diperkirakan menelan biaya sekira Rp6 triliun.

Pabrik ini memiliki kapasitas urea granular sebanyak 1,15 juta ton per tahun dan amoniak mencapai 825 ribu ton per tahun. Pabrik ini diperkirakan membutuhkan penyelesaian selama 33 bulan, sehingga diproyeksikan baru rampung pada 2013.

Sementara, investasi Bandara Sepinggan di Kalimantan Timur senilai Rp1,6 triliun. Bandara dengan luas bangunan mencapai 1.600 meter ini memiliki kapasitas penumpang mencapai 4,3 juta dan jumlah penumpang pada dua tahun mendatang ditargetkan bertambah menjadi 10 juta penumpang.

Selain dua proyek yang akan groundbreaking tersebut, Imam menambahkan, proyek MP3EI berupa Bandara Lombok Tengah yang sudah mulai beroperasi akan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pekan depan.

Baca juga :   Cara Menghindari Pencurian Data dari Cloud

“Kami akan kirim surat ke Pak Presiden. Diharapkan segera diresmikan secara formal, mudah-mudahan bisa minggu depan,” imbuh dia.

Investasi Bandara Lombok Tengah mencapai hampir Rp1 triliun. Bandara ini memiliki luas 551 hektare ( ha) dengan kapasitas 11 pesawat. Sementara itu, proyek besar yang masuk dalam MP3EI, yang akan ditandatangani adalah Central Java Power Plant dengan kapasitas 2×1.000 megawatt (MW). Investasi Central Java Power Plant mencapai Rp30 triliun. Proyek ini dikerjakan oleh konsorsium PT Adaro.

Sumber: okezone.com

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda