Alat Pemberi Label Otomatis pada Katup Rem

0
32

Katup rem di kendaraan harus memiliki keterangan standar yang jelas mengenai daya tahan dan identifikasi produknya. Untuk memberikan keterangan tipe dan spesifikasi seri telah dikembangkan solusi otomatis dengan menggunakan label cetak yang berfungsi sebagai penanda tipe.

Jens Müller

Katup rem kendaraan adalah salah satu komponen keselamatan dalam sistem pengereman. Kendati diproduksi secara massal, namun terdapat aturan yang ketat mengenai daya tahan pada label produk. Selama ini, proses pelabelan dilakukan pada tahap terakhir demi alasan keamanan: mencetak dan mengaplikasikan label penanda tipe dilakukan secara otomatis pada tahap terakhir.

Peralatan swivel Festo) dengan applicator label pneumatik
Advertisement

Pelabelan secara otomatis menggantikan semua aplikasi manual, termasuk proses sulir yang dilakukan karena ruang akses yang terbatas dan komponen yang memiliki permukaan cembung. Oleh karena itulah, Brady mengembangkan sebuah solusi untuk para pelanggannya.

Untuk memberikan keterangan tipe dan spesifikasi seri katup rem dengan metode pemberian nomor seri secara berkelanjutan, Knorr Bremse AG – perusahaan terkemuka dunia di bidang sistem rem untuk kereta dan kendaraan komersial –  membutuhkan sebuah solusi guna mengatasi kompleksitas masalah, yaitu otomatisasi pencetakan label yang berfungsi sebagai label penanda tipe. Masalah ini kemudian disampaikan kepada Brady Europe, sebuah perusahaan yang dikenal mampu memberikan solusi-solusi pengembangan khusus untuk pelabelan produk.

Mesin pelabelan Knorr Bremse digunakan pada tahap penyelesaian dan pengujian tanpa mengubah struktur dasar tahapan proses tersebut (gambar 1). Selama ini, label ditempelkan dengan tangan pada akhir tahap finishing. Proses inilah yang dikonversi menjadi solusi otomatis yang membantu peningkatan proses dan juga keamanan produk (gambar 2), yang berfungsi di bawah supervisi tingkat tinggi dari Siemens-SPS.

Gambar 1. Alat pemasang label dan pencetak label di di lini produksi pada perusahaan Knorr Bremse

Seperti yang diutarakan pengembang proses Brady, Michael Krug, permintaan tersebut pada intinya adalah untuk menggantikan pelabelan yang menggunakan tangan menjadi solusi otomatis. Solusi tersebut bukan bagian dari tahapan proses yang standar, melainkan aktivitas mekanis yang lebih rumit. Kerumitan ini salah satunya adalah karena akses yang terbatas pada komponen yang ditransportasikan dengan ban berjalan ke tempat pengujian dan finishing, dan untuk pengerjaannya harus diangkat satu per satu dari conveyor.

Gambar 2. Label dipasang pada brake valve

Dalam proses finishing yang telah dilakukan selama dua belas tahun terakhir, teknik pelabelan belum berkembang hingga mencapai solusi otomatisasi yang berarti dan juga ekonomis, ujar Krug. Proses tersebut sangatlah menantang karena permukaan katup rem berbentuk cembung setengah lingkaran. Untuk menenempelkan label di permukaan semacam itu, label harus dibuat datar dan ditekan dari satu atau berbagai arah yang sebenarnya lebih tepat sebagai sebuah proses manual. Sebagai alternatif, label bisa juga ditempelkan melengkung dengan alat vakum atau dengan dengan stempel yang menekan seluruh permukaan label tersebut. Dengan demikian, kedua sisi cembung tertempel dengan tepat secara geometris.

Gambar 3. Pencetak label CAB Hermes A4r dengan rFid-Chip Card Reader buatan Pepperl&Fuchs

Kekompleksan lainnya adalah penggunaan stasiun pencetakan dan pelabelan otomatis yang dilakukan pada tahapan finishing yang tidak bisa diubah. Tahapan macam ini harus dilakukan dengan bantuan Siemens SPS, sebuah alat kontrol solusi yang telah teruji. Kegiatan mencetak dan memasang label juga harus diawasi dengan baik, hal ini demi keamanan proses yang sifatnya wajib. Sebagian dari keperluan-keperluan yang kompleks tersebut ditemukan seiiring pengembangan dan pengujian stasiun pelabelan, memberikan masukan-masukan bagi Brady yang membuahkan solusi otomatisasi.

Solusi pemecahan yang aktual didasarkan pada konsep bahwa semua aktivitas penandaan komponen-komponen khusus dilakukan pada tahapan finishing. Berbeda dengan perantara standar dari finishing secara elektronis yang menggunakan desentralisasi sinyal ’handshake’ stasiun ke stasiun, di dalam proses ini semua diambil alih oleh pusat yang dikendalikan oleh Siemens-SPS. Aktivitas ini tidak boleh terganggu. Menambahkan stasiun pelabelan otomatis hanya dilakukan berdasarkan permintaan klien. Dalam satu tahapan, diproduksi lebih dari 20 tipe katup rem yang berbeda untuk kendaraan, dan pelanggan yang berbeda pula. Produksi yang besar (dengan tiga shift) membutuhkan satu sampai dua pertukaran di bagian pelabelan dalam satu hari. Pergantian tersebut dilakukan dengan supervisi yang ketat guna memenuhi tuntutan keamanan proses, dan bukan dikontrol oleh mesin pelabelan.

Untuk memberikan informasi penting mengenai komponen, setiap komponen yang akan melewati stasiun pelabelan harus melalui mesin penguji terlebih dahulu. Kriteria baik atau tidak baik adalah sebagai berikut: Katup rem yang tidak baik tidak diberi label, dan pada akhir tahap ini akan diinspeksi secara visual. Ini adalah solusi pertama yang ditemukan selama proses pengembangan oleh Brady yang kemudian menjadi satu bagian terintegrasi dengan sistem, kata Krug menjelaskan.

Baca juga :   Universalitas yang Disesuaikan untuk Kualitas dan Efisiensi

Untuk memberikan informasi mengenai komponen, digunakan sebuah penyimpan memori RFID yang diintegrasikan dalam setiap komponen. Data-data akan dituliskan di label oleh mesin penguji, dan akan digunakan di stasiun pelabelan. Printer yang digunakan oleh Brady (CAB Hermes A4R) memiliki sebuah pembaca kartu chip RFID buatan Pepperl&Fuchs (gambar 3). Alat pembaca tersebut tidak berhubungan dengan miniaturisasi, melainkan menggunakan perantara (RS232) yang menghubungkannya dengan printer.

Untuk memasang label, tahan wadah komponen angkat katup rem, sementara ban terus berjalan. Hal itu dilakukan fungsi kontrol induk yang relatif sederhana. Letakkan satu katup rem di wadah komponen dan RFID-Chip akan membaca dan menguji, apakah terdapat data baru yang tampil ataukah karena satu dan lain hal data yang telah terbaca tampil kembali. Dalam kasus tersebut, label tidak boleh dicetak dan diaplikasikan untuk menghindari tercetaknya nomor seri yang sama.

Gambar 4. Label sebagai plat nama produk pada bidang yang melengkung pada brake valve

Dengan informasi yang valid, printer akan menyelesaikan proses secara otonom, yaitu dengan meminta data-data yang diperlukan dari alat pembaca, memilih data produk dengan bantuan daftar yang tersimpan di internal, dan mencetaknya di setiap permukaan label yang dituju. Akhirnya, dengan bantuan mekanisme berporos memosisikan lebel di atas katup rem dan ditempelkan secara pneumatik.

Printer tersebut bekerja dengan program yang dikembangkan Brady yang menggunakan perintah dengan dialek dan parameter yang spesifik, yang berasal dari printer know-how Bradys. Hal ini juga berkontribusi terhadap parameter perhitungan bahwa produk dan labelnya 100 persen cocok, tanpa adanya kesalahan operator. Printer tidak boleh dibiarkan tetap menyala dalam pertukaran tipe katup rem. Hal ini disebabkan banyaknya instansi supervisi yang terlibat dan juga hirarkinya, yaitu proses otomatisasi.

Kontribusi luar biasa bagi customer solution saat ini adalah kehadiran Swivel device/pivotal device yang menggantikan standard applicator merk Hermes-4A-printer (buatan perusahaan CAB). Swivel device/pivotal device merk Festo bisa digerakkan beberapa derajat kebebasan menggunakan Aplikasi pneumatik yang dapat kita atur. Swivel device/pivotal device dibuat dan dipasok dengan standar spesifikasi dari Brady GMBH yang berlokasi di Barth, Jerman.

Kompleksitas intalasi swivel device/pivotal device dan terapannya terdiri dari sekuens  presisi dari gerakan rotasi dan miring, ditambah gerakan maju dan mundur. Sekuens gerakan ini harus sesuai pada brake valve dengan kubah dan susunannya di atas conveyor system, termasuk juga pemosisian label dan petunjuk tertulisnya (gambar 4). Label dipasang dari belakang, berlawanan dengan arah gerakan sistem conveyor karena arah masuk lainnya dalam keadaan tertutup.

Bahan dasar label yang digunakan menurut panduan harus 100 persen dapat diproses secara otomatis. Tidak boleh ada tumpahan lem atau salah cetak pada label. Label polyester putih, glossy direkatkan dengan lem yang kuat. Kekentalan dan daya tahan tinta yang digunakan sesuai pada spesifikasi yang diinginkan pengguna. Ukuran dan format label sekitar 18 mm x 30 mm. Informasi yang tercetak, antara lain logo perusahaan, nomor jenis (tipe) produk, product order number berupa barcode, product order number dengan maksimal 15 karakter tulisan, penanda produk dengan maksimal 7 karakter tulisan, tanda sertifikasi produk dengan maksimal 3 karakter tulisan, customer order number, nomor produk, inisial perusahaan atau kode produksi dan tanggal produksi.

Meskipun dengan persyaratan umum seperti di atas dan dengan beberapa modifikasi yang dilakukan untuk optimalisasi, biaya otomatisasi pemasangan label brake valve dapat ditekan low cost, dan jumlah karakter tulisan yang diperlukan juga menjadi lebih sedikit.

Jens Müller, Key Account Manager Brady GmbH di Egelsbach 63329, Tel. (0 61 03) 75 98-6 60, [email protected]

Sumber: Vogel Busniess Media

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda