FOTOGRAFI DIGITAL

aceMedia Merapikan Gambar agar Pikiran tak Mumet

0
35
Pocket-PC Photobrowser untuk aplikasi mobile (Sumber foto : http://www.google.com/)

Anda senang fotografi ? Bagaimana menguasai kekacauan arsip foto yang demikian banyak? Pada  era fotografi digital saat ini, kita memerlukan suatu bantuan dalam pengarsipan foto atau gambar agar dokumen tersimpan rapi. Demikian pula perusahaan-perusahaan yang memiliki banyak dokumen berupa gambar.

Pocket-PC Photobrowser untuk aplikasi mobile (Sumber foto : http://www.google.com/)
Pocket-PC Photobrowser untuk aplikasi mobile (Sumber foto : http://www.google.com/)

Anda bisa melihat dengan jelas dengan mata pikiran Anda: foto yang Anda potret tiga tahun lalu misalnya di Malaga (Spanyol) atau di Danau Toba, Pulau Samosir, Sumatera Utara, atau di Borobudur, Bali—ketika seluruh anggota keluarga berkumpul bersama di pantai pada saat matahari terbenam. Ketika Anda membaca tulisan ini, coba tanya diri sendiri di manakah gerangan foto-foto Anda itu? Begitu banyak foto Anda yang harus diperiksa, dan waktunya bisa menyita kesibukan Anda sendiri.

Sejak penemuan kamera digital, fotografi telah berkembang menjadi hobi yang semakin populer. Bahkan kita dapat menggunakan ponsel untuk mengabadikan subjek yang menarik di sekitar kita. Oleh karena itu, ribuan foto diproduksi setiap saat dan selanjutnya mengonsumsi gigabyte demi gigabyte kapasitas perangkat keras (hard drive) kita.

Advertisement

Siapa pun yang ingin menemukan foto-foto mereka dalam beberapa tahun terakhir harus bersusah payah menatanya dengan rapi, ‘melabeli’ foto digital itu seperti halnya mereka seperti melabeli foto cetakan. Ini adalah usaha yang harus dengan susah payah dilakukan setiap hari baik oleh fotografer profesional maupun fotografer hobi amatir atau fotografer perusahaan/organisasi masyarakat.

Kamera digital yang dilengkapi dengan perangkat lunak bisa menunjukkan data kapan diambil gambar di lokasi Tuk-Tuk, Danau Toba, Pulau Samosir,  Sumatera Utara. (Foto: Rayendra L. Toruan)
Kamera digital yang dilengkapi dengan perangkat lunak bisa menunjukkan data kapan diambil gambar di lokasi Tuk-Tuk, Danau Toba, Pulau Samosir, Sumatera Utara. (Foto: Rayendra L. Toruan)

Sebuah sistem baru yang disebut aceMedia telah membebaskan kita dari tugas membosankan itu—mengarsip foto-foto. Ketika berlangsung pameran perdagangan tentang IT digital dan telekomunikasi di Hannover, Jartman, bertajuk CeBIT, tim peneliti dari Institut Fraunhofer untuk Teknologi Informasi Terapan FIT menyajikan prototipe yang bisa mengatur foto secara mandiri dan cerdas ketika tersimpan di hard disk. Proyek yang didanai oleh Uni Eropa ini, aceMedia menganalisis foto-foto baru dengan memerhatikan berbagai karakteristik visual dan berbasis konten.

Nyaris tidak ada satu pun yang lolos dari sistem selama analisis: aceMedia dapat mengenali, misalnya, apakah foto diambil di dalam ruangan atau di luar ruangan, dan apakah sebuah foto menampilkan pemandangan alam atau buatan. Ini berarti bahwa program ini bisa membedakan, katakanlah, antara panorama pantai dan pemandangan di Danau Toba atau di lingkungan pabrik.

Program tersebut bahkan bisa mengingat wajah seseorang. Jika aceMedia kemudian bisa mengenali wajah, program itu akan mengalokasikan nama seseorang dengan gambar yang sesuai. Setelah dianalisis, sistem secara otomatis ‘melabeli’ setiap foto sesuai dengan karakteristiknya. Para ahli menyebut label digital tersebut sebagai metadata.

Hal itu memungkinkan sebuah foto bisa dengan mudah ditemukan kapan saja. Fungsi lain dari aceMedia adalah bisa secara otomatis mengatur foto dan video ke dalam koleksi terpisah sesuai dengan topik atau periode waktu yang berbeda.

Baca juga :   Malaikat Pelindung Kita Selama 24 Jam

Semua pengorganisasian digital itu mengindikasikan bahwa pengguna dapat dengan mudah menemukan sebuah foto keluarga yang diambil di pantai di Danau Toba atau di Kute Bali, atau di Malaga, serta foto anak-anak, atau foto dengan pemandangan alam di desa Batujagar, Pulau Samosir. Hal Itu dapat dilakukan entah dengan memasukkan kata kunci yang diinginkan atau dengan memilih contoh gambar, di mana aceMedia menampilkan semua foto yang serupa secara visual.

“Sejak semula, aceMedia dikembangkan dengan mempertimbangkan kebutuhan pengguna. Keberhasilan kombinasi metode baru menjamin bahwa sistem ini akan fleksibel, mudah dikelola, dan sangat menyenangkan untuk digunakan,” kata manajer proyek Barbara Schmidt-Belz. aceMedia tidak hanya akan membantu fotografer dan agensi foto profesional tetapi juga fotografer hobi amatir untuk mengarsip koleksi foto digital mereka.

Foto keluarga dengan latar belakang kompleks pemandangan di candi Borobudur, Jawa Tengah. Dengan aceMedia gambar ini bisa dianalisis masuk kategori keluarga dan pemandangan serta waktu/lokasi pengambilan gambar pada 20 April 2013. (Foto: Keluarga Rayendra L. Toruan)
Foto keluarga dengan latar belakang kompleks pemandangan di candi Borobudur, Jawa Tengah. Dengan aceMedia gambar ini bisa dianalisis masuk kategori keluarga dan pemandangan serta waktu/lokasi pengambilan gambar pada 20 April 2013. (Foto: Keluarga Rayendra L. Toruan)

Solusi mobile untuk mencari jarum dalam tumpukan foto hadir dalam bentuk Pocket-PC Photobrowser, sebuah program yang dirancang untuk pengarsipan foto dalam volume besar di perangkat genggam. Sistem ini dikembangkan oleh para peneliti di Institut Fraunhofer untuk Telekomunikasi, Heinrich Hertz–Institut, HHI, dan sangat mudah dipergunakan.

Jika pengguna memilih foto misalnya yang menampilkan kapal, semua foto yang memuat kapal di dalamnya akan ditampilkan hanya dalam hitungan detik. Demikian pula untuk aceMedia, sistem menganalisis gambar individu berkaitan dengan karakteristik berbeda dan menyimpan metadata terkait.

Daya tarik utama adalah bahwa, kendati volume data dalam jumlah besar, bahkan sebuah perangkat genggam bisa menyaring ribuan foto dalam hitungan detik dan menemukan yang tepat–sebuah tugas yang biasanya hanya dapat dilakukan oleh komputer canggih.

Pocket-PC Photobrowser menciptakan thumbnail, atau gambar miniatur, dari setiap foto, dan menganalisa metadatanya. Namun, thumbnail hanya membutuhkan sebagian kecil kapasitas yang dibutuhkan oleh file asli. Dengan cara ini, perangkat lunak dapat memindai foto dalam jumlah yang sangat besar untuk karakteristik yang diinginkan dalam waktu singkat,” jelas manajer proyek Thomas Meiers.

Foto digital yang bisa menata diri sendiri dengan perangkat aceMedia. (Foto/© Fraunhofer FIT)
Foto digital yang bisa menata diri sendiri dengan perangkat aceMedia. (Foto/© Fraunhofer FIT)

Hingga saat ini, terminal mobile hanya mampu menampilkan gambar, sementara fungsi pencarian untuk perangkat genggam belum ada. Para peneliti Fraunhofer memperkirakan Pocket-PC Photobrowser sudah diluncurkan ke pasar beberapa waktu lalu. Perangkat lunak ini dapat diinstal pada perangkat genggam yang menggunakan sistem operasi Windows mobile seperti Windows Mobile 2005. Dengan aceMedia, kita  bisa merapikan data gambar-gambar agar pikiran tak mumet saat ingin melihat kenangan lalu atau dokumen perusahaan.   (Diolah dari beberapa sumber dan tulisan Cinthia Briseno, www.fraunhufer.de/magazine)

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda